Konon katanya, banyak rakyat yang merindukan, eh, merinduken sosok Pak Harto. Rindu Soeharto dengan segala pernak-pernik masa pemerintahannya. Rindu kelompencapir, rindu PMP, rindu Aneka Ria Safari, rindu penataran P4, bahkan menjalar sampai rindu Harmoko.

Hal ini cukup maklum, sebab banyak masyarakat yang merasa kehidupan di jaman Pak Harto terasa lebih nyaman dan adem. Urusan ada apa saja di balik pemerintahannya, itu soal lain.

Nah, karenanya, begitu tersebar foto sosok yang serupa Soeharto sedang duduk manis di commuter line, orang-orang langsung heboh dan merasa jiwa nostalginya terusik. Foto tersebut kemudian viral. Ia menyebar dengan begitu cepat tak ubahnya seperti kabar mundurnya sang jenderal tahun 1998 dulu.

Pertanyaan kemudian menggema, siapa sebenarnya sosok yang begitu mirip dengan Soeharto itu? Apakah ia juga sosok yang juga gemar mengganti “kan” dengan “ken”? Apakah ia sosok yang suka menggunakan kata “daripada”? Apakah ia sosok yang murah senyum seperti halnya Pak Harto?

Puji Tuhan, pertanyaan maha penting seminggu terakhir tersebut akhirnya sedikit terjawab. Adalah Moses David Jonathan, sosok netizen yang kemudian memberikan kepastian tentang siapa sosok Soeharto KW tersebut.

Usut punya usut, ternyata Bapak Tua yang punay wajah mirip Soeharto itu ternyata bernama Harry Soedjono yang mana merupakan paman dari Moses.

Moses, melalui unggahan Instagramnya menyebut bahwa sosok yang sedang viral itu adalah pamannya.

“Tau foto yang lagi viral ini? Bapak ini namanya Harry Soedjono. Alias… Pakde gue,” tulis Moses.

Moses menjelaskan bahwa pamannya itu adalah seorang pensiunan TVRI dan juga pensiunan wartawan.

“Kalau ke mananya kurang tahu. Tapi kadang naik motor sendiri kan kalau mau ketemu sama keluarga lain atau gimana. Karena faktor usia juga, jadi biasa naik KRL,” terang Moses.

Menurut Moses, begitu foto pamannya tersebar dan viral, foto tersebut kemudian juga langsung menyebar di grup keluarganya.

Yah, Terima kasih Pak Harry Soedjono. dirimu benar-benar memuaskan, eh, memuasken dahaga kerinduan kami.