Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Sensus

Jurus Menjawab Pertanyaan Kapan Paling Tokcer Ketika Lebaran

Redaksi oleh Redaksi
2 Juni 2019
A A
Menjawab pertanyaan kapan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mojok Institute melakukan sensus kepada Netizen Twitter, Facebook, dan Instagram untuk mengetahui jawaban mereka ketika berhadapan dengan pertanyaan kapan ketika lebaran.

Salah satu alasan kenapa banyak sekali mileniyel-mileniyel malas ikut kumpul di acara keluarga seperti lebaran adalah maraknya pertanyaan kapan (lulus/kerja/nikah) yang sering terlontar dari cocot mulut saudara, bulik, budhe, dan tetangga. Eh itu ngapain ada tetangga di acara keluarga???

Di sinilah dilema itu terjadi.

Mau ansos dengan memilih untuk diem di kamar meratapi kehidupan, gogoleran, drakoran/indoxxi and chill— tapi kok ya nanti dibilang sombong… Mau join pembicaran tapi kok rasanya kita (hah, kita?) kayak hina dina karena belum (((memenuhi ekspektasi))) mereka mengenai kapan waktu yang tepat untuk memulai/menyelesaikan sesuatu. Hmm.

Mau marah dan protes tapi kok ya kayaknya durhaka bener sama orang tua… Mau diem aja tapi kok ya yang nanya suka ngerjar terus jawabannya… Mau nanya balik kapan nikah/kerja/lulus tapi biasanya yang nanya udah melakukan semuanya… Nanya kapan mati? Lho ya pasti nggak punya nyali, lah!!1!

Mojok Institute yakin, orang-orang di twitter yang suka pada ngegas nyuruh nanya kapan mati ke orang yang nanya pertanyaan kapan lulus/kerja/nikah pasti nggak akan berani melakukan itu di dunia nyata. Selain ancaman disleding sama orang tua, kehilangan angpao, nama kamu bisa juga tiba-tiba hilang di kartu keluarga.

Dan tentu saja yang paling bahaya adalah kita jadi menyakiti orang yang bisa jadi benar-benar peduli terhadap kita makanya mereka suka nanya-nanya.

Akhirnya, mau nggak mau, kita paling ya cuman bisa berusaha sesopan mungkin untuk bisa mengganti topik pembicaraan.

Kalau udah mulai berhadapan dengan pertanyaan kapan (lulus/kerja/nikah), langsung saja kamu jawab dengan “Silakan Pakdhe, Budhe, opornya hhe hhe.” Atau kamu juga bisa ngasih tebak-tebakan Mojok yang konon bisa bikin orang lain murka jadinya nggak akan berani nanya-nanya…

“Tante, tante, coba tebak deh apa persamaan tante sama Dora?”

“Apa?”

“Sama-sama suka nanya. Hhe hhe.”

Tapi jangan bimbang, jangan resah kawla-kawla muda sekalian. Mojok Institute bersama Jamaah Mojokiyah se-alam sosmed melalui rubrik sensus minggu ini, telah berhasil merumuskan lima jurus jitu menjawab pertanyaan kapan di acara lebaran. Jurus ini, bukan hanya bikin kamu selamat di lebaran tahun ini, tapi juga selamat di lebaran-lebaran berikutnya~

Hasil Sensus:

Jurus 1 Diplomatis

Menjawab dengan cara diplomatis mungkin terdengar biasa-biasa saja. Tapi, ada satu jurus yang bisa dilakukan setelah menjawab secara diplomatis yang sering dilupakan orang!1!

Iklan

Pertama, jawablah sediplomatis mungkin, seperti, “doain aja yang baik ya om/tante, manusia kan hanya bisa berencana, tuhan yang menentukan. Bukankah sejak lahir kita hanya mengikuti jalan hidup yang dituliskan tuhan? Semuanya sudah tercatat di Lauh Mahfuz. Tidak elok itu berusaha mengetahui apa yang masih belum terjadi.”

Lalu kamu harus tersenyum.

Lalu pelan-pelan mundur ke belakang.

Mundur lagi.

Mundur lagi.

Yak yak, ke kanan sedikit, bagooos. Eh malah jadi kang parkir. Hehe hehe.

Harusnya, setelah kamu mundur ke belakang, kamu harus segera melipir menjauhi orang-orang. Gesture seperti itu akan menunjukan kalau kamu tidak nyaman dengan apa yang sedang dibicarakan, jadi tahun depan nggak akan ditanya lagi deh.

Catatan: Jurus ini hanya bisa berlaku kalau penanya orang yang peka.

Jurus 2 Filosofis

Kalau jurus diplomatis belum berhasil, cobalah menjawab pertanyaan kapan dengan cara yang filosofis seperti, “saya masih menunggu waktu yang tepat, tante. Dan seperti yang dikatakan oleh Immanuel Kant, waktu itu berhubungan dengan ruang, dia adalah sesuatu yang harus diisi, dialami bukan ditebak atau diperkirakan.”

Kalau kamu jawab pakai jurus filosofis, yang nanya pasti males nanya lagi karena jadi harus mikir ini sebenernya ngomongin apa hadehhh.

Jurus 3 Pura-pura Bego

Daripada menjawab pertanyaannya, pura-pura bego aja. dengan jawab “Cieeee, kepo yhaaa??” atau “Motau aja apa motau banget nichh?” Jadi yang nanya bakal KZL KZL KZL dan nggak akan nanya lagi.

Jurus 4 Ngelunjak

Kalau tiga jurus sebelumnya masih juga belum berhasil, itu artinya kamu harus pakai jurus ngelunjak!1!

Tiap ada yang nanya “kapan?” kamu bisa nantangin mereka dengan nanyain kesiapan mereka untuk membantu segala persiapan yang dibutuhkan untuk bisa lulus/kerja/nikah.

Kalau ditanya kapan lulus, misalnya. Jawab aja, “Bisa secepatnya kok asal om/tante mau bayarin yang joki skripsi.”

Kalau ditanya kapan kerja, jawabnya, “Secepatnya asal om/tante mau cariin orang dalam di perusahaan”

Dan kalau ditanya kapan nikah, jawabnya “Bisa kapan aja asal om/tante siap cariin saya calon, bayarin WO + catering, sewa gedung, dll.”

Kalau kita jawabnya ngelunjak kayak gitu, yang nanya pasti jadi males nanya-nanya lagi soalnya jadi harus mikirin ikut patungan hehehe.

Jurus 5 Ngegas

Jurus terakhir, hanya boleh digunakan ketika empat jurus sebelumnya masih saja tidak berhasil. Ingat hanya boleh dikeluarkan dalam keadaan force majeure.

Kalau ditanya “kapan” jawablah dengan, “GAUSAH NANYA-NANYA KALO NGGAK ADA KONTRIBUSI NYATA. NANTI KALO UDAH SAMPE, KALIYAN TAK WASAP. RASAH RIWIL.”

***

Jawaban terbaik

Seperti biasa~ berikut adalah tiga jawaban terbaik versi Mojok Institute yang berhak mendapatkan hadiah:

nurullita‏ Enggak jawab, langsung cosplay jadi nastar
alifibrahim_ Lebih mengerikan ditanya “kemarin pilih siapa?”
yasin_fitriant Ada pertanyaan lain? Pas..dulu ?

Kalau kelima jurus menjawab pertanyaan kapan itu masih juga nggak berhasil dan kamu masih ditanya-tanya lagi pas lebaran berikutnya, mungkin kamu harus mulai mempertimbangkan untuk bodo amat dan jawab:

https://www.youtube.com/watch?v=w8Zp0ThIAk0

NGGAK TAU, MALES, PENGIN BELI TRUK!!1!

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2019 oleh

Tags: kapan kerjakapan llulusKapan Nikahkumpul keluargaLebaran
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga
Urban

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co
Pojokan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO
Sehari-hari

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran
Urban

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.