• 113
    Shares

MOJOK.CO Salah satu derbi panas di Eropa, Derby Manchester antara Manchester City vs Manchester United akan sepak mula di hari Minggu. Siapa yang akan menang?

Rubrik Tekel kali ini mempertarungkan Rizqi Akbar vs Faizal Ardi. Sebagai fans City, Akbar ingin melihat sepak bola atraktif dan nikmat di mata, bukan sepak bola monoton yang bikin Lukaku jadi bek, sedangkan Fellaini jadi striker. Sementara itu, Faizal Ardi memandang fans City itu bocah labil. Keras, bung! Simak!

Rizqi Akbar: Kami tuh pingin nonton sepak bola atraktif, bukan kakek-kakek lagi markirin bus Manchester United.

Risih juga membaca twit admin Mojok yang menantang fans Manchester City untuk menghadapi derby Manchester dengan tulisan. Sedikit banget ya fans City yang kirim tulisan? (“Iya!” Jawab admin Mojok) Ya mau gimana lagi. Duel dengan tetangga sebelah itu gak terlalu menarikbuat kita-kita penikmat senja permainan atraktif. Kita nggak suka laga monoton yang nanti pasti ditampilkan anak-anak Manchester United. Boring, ah boring!

Sebetulnya kita lebih menantikan laga melawan Bournemouth pekan depannya. Lebih seru pasti. Buat besok mah, Pep Guardiola cuma ngelus gundulnya aja juga hasilnya tiga poin untuk City. Semua juga tahu, kan, Manchester United yang sekarang itu kayak gimana.

Kita bicara sekarang ya, bukan romantisme masa lalu yang selalu dibanggakan anak-anak sebelah itu. Huuuuuuu…Tiap kalah kok melipir sambil membanggakan prestasi kakek-kakeknya. Dasar wagu! Tonton tuh videonya Bang Balotelli. Salam 6-1!!!

Setan, Merah, sekarang mah udah nggak pantas membawa nama “United” lagi. Malu sama Bali dan Madura United. Mereka lebih oke.

Liat deh besok mereka bisa apa kalau main di Etihad Stadium. Mau ditonton seberapa banyak pun mainnya juga cuma gitu-gitu aja. Numpuk adek-adek di belakang sampai nutupin gawang David De Gea. Terus di depan ninggalin Alexis Sanchez yang saya yakini dia menyesal memilih Manchester yang ini bukan Manchester yang beneran. Di depan, Alexis bakal dibantu Fellaini, striker terbaik mereka saat ini, yang bisanya cuma nyikut sama nyundul umpan silang.

Tapi, siapa sih Alexis? Seberapa greget sih dia? Kita sudah tidak peduli. Bernardo Silva, Raheem Sterling, Leroy Sane, dan Riyad Mahrez terlalu uwuwu buat Liga Inggris. Oiya, di sebelah ada siapa lagi sih? Haa? Lukaku? Bek yang udah jarang ngegolin itu? Katanya klub penguasa Inggris, kok misquen talenta sih. Malu sama MLI, hihihi…

Baca juga:  Surat Terbuka Sir Alex Ferguson Untuk Mereka yang Menyelamatkan Nyawanya

Satu-satunya pemain yang kita, fans City, segani ya cuma De Gea. Udah sih itu. Dia kiper hebat, respons oke, positioning oke, tapi salah pilih gawang untuk dijaga. Ngapain sih De, udah banyak juga yang jaga gawangnya, tuh kayak Lukaku, si bek mandul. Kamu mending cari klub lain yang tahu caranya “main sepak bola” deh. Atau main voli aja malah lebih berfaedah.

Meskipun Manchester United numpuk anak pramuka, eh pemain-pemainnya di lini pertahanan, mainin bek selevel Lukaku, itu bukan masalah buat City. Masak iya, Aguero dilawanin Chris Smalling atau siapa lah, terlalu mudah Lur. Pinjam Sergio Ramos dulu deh biar agak imbang mainnya.

Nah, sekarang ketimbang nebak siapa yang menang, karena udah pasti ketahuan siapa, mending kita nebak alasan apa lagi yang akan diucapkan fans mereka nanti ketika kalah. Protes model apa yang bakal dilontarkan Jose Mourinho.

Tebakan itu tidak perlu saya tulis. Karena pasti akan menghabiskan banyak waktu. Meskipun tidak sebanyak waktu yang dibutuhkan MU untuk menjadi juara lagi. Hehehe. MU mungkin akan juara beberapa tahun lagi. Tapi, juara di Divisi 2. Salam kekayaan!

Faizal Ardi: Manchester City itu klub narsis yang didukung bocah-bocah labil.

Well, di sini kita ngomongin dua klub satu kota yang nggak pernah akur. Sebenernya nggak ada yang bisa dibandingin dari kedua klub ini.Yang satu klub kaya akan prestasi, satu lagi kaya uang minyak.

Kalo diinget-inget, perolehan piala yang diraih antara kedua klub mending nggak usah dibandingin. Ibarat tuh yang satu klub tajir mentereng prestasi satu lagi klub kaum duafa pengemis dana buat ukir prestasi. Lo peres tuh dana minyak sampai ke Laut Banda pun nggak akan bisa nyamain prestasi yang Manchester United raih.

Jelas saja, yang satu klub tersukses era Liga Inggris, satu lagi klub yang bolak-balik degradasi. Gue inget banget waktu mereka kali pertama menangin Liga Inggris di era Premier League. Mereka bikin jersey setim yang tulisannya “Champions” pakai angka 12. Pertama gue husnuzan aja ngira mereka udah juara 12 kali di kehidupan sebelumnya. Eh ternyata, juara tahun 2012 bro! Angka 12 itu cuma buat NUNJUKIN TAHUN MENANG. Norak!

Baca juga:  Hasil Pertandingan Liga Inggris Pekan ke-34: Manchester City Pesta Pora, Liverpool Raih Hasil Seri

Ibarat nih, sikap lo kaya mental oknum orang tua yang baru tahu anaknya juara harapan satu, tapi bilang ke tetangga kalo dia juara umum. Karena aslinya mereka cuma menang tiga piala, sementara Manchester United udah 20 piala. Mungkin mereka malu nulis di jersey angka “3”. Ya gapapa, gue bisa ngerti, maklum. Kalau mereka nggak bisa juara tanpa “uang kaget”.

Manchester City ini juga terbilang narsis. Gue inget banget tahun 2018 ini pas April di mana mereka hampir mastiin juara di Derby Manchester. Saat itu, mereka sudah menyiapkan kaos “We did it on derby day”. Maksud mereka itu, mereka jago bisa mastiin juara di Derby Manchester.

Nyatanya? Hohoho kena comeback dari 2-0 jadi 2-3. Rasanya malu nggak sih lu. Ibarat tuh lu udah nyiapin gedung, udah sebar undangan, eh ternyata batal akad. Kalau boleh, gue pengen itu kaos buat ngelap komentar fans karbitan mereka yang suka sok-sokan ngejek Manchester United di sosmed.

Tapi…ups…gue lupa kalo mereka nggak punya fans. Fans mereka kumpulan bocah labil yang baru nyoba nonton Liga Inggris dan liat performa mereka bagus saja. Bisa dimaklumin buat yang fans klub ini, suatu saat nanti, nggak ngefans lagi karena nggak punya prestasi. Saat itu mereka akan nyadar sudah salah pilih.

Jangan dibandingin sama fans MU yang setia dari zaman onta sampe zaman Toyota, keukeuh dukung klub ini saat berprestasi maupun nggak. Because form is temporary, class is permanent. #GGMU

Catatan pertemuan kedua klub:

10 September 2016 | Manchester United vs Manchester City | 1-2 | Liga Inggris

26 Oktober 2016 | Manchester United vs Manchester City | 1-0 | Piala Liga

27 April 2017 | Manchester City vs Manchester United | 0-0 | Liga Inggris

10 Desember 2017 | Manchester United vs Manchester City | 1-2 | Liga Inggris

07 April 2018 | Manchester City vs Manchester United | 2-3 | Liga Inggris