• 120
    Shares

MOJOK.CO – Manchester City harus mengalahkan Chelsea untuk kembali mengkudeta Liverpool di puncak Liga Inggris. Sementara itu, Chelsea sedang berjuang masuk 4 besar Liga Inggris.

Big match Liga Inggris Minggu (10/2) malam seharusnya berjalan sangat seru. Masing-masing tim, City dan Chelsea butuh 3 poin untuk kepentingan yang besar. City tak boleh kalah demi memepet Liverpool, sementara zona Liga Champions Chelsea sudah dikudeta Manchester United. Posisi The Blues juga terancam oleh Arsenal. Poin The Blues dan Arsenal sama-sama 50.

Rizqi Akbar: Chelsea itu cuma pelengkap di Liga Inggris. Klub kaya malu-maluin.

Pertandingan melawan Chelsea bakal jadi pemulus buat Manchester City. Setelah berjuang dengan sabar mengejar Liverpool, akhirnya jarak semakin dekat. Kini saatnya melawan The Blues. Tim yang juga kaya, tapi labil ini harus dibantai.

Tim labil ini sukanya beli pemain asal-asalan. Sudah dapat pemain bagus, eh tiba-tiba mainnya hancur nggak karuan. Sebut saja Fernando Torres. Mahal-mahal, eh langsung jadi linglung dan gagap main bola. Pas sudah dijual, perlahan-lahan sembuh lagi doi. Jadi jelas yang jelek bukan pemainnya. Yang bermasalah memang Chelsea-nya.

Bahkan pemain sekelas Mo Salah, Kevin De Bruyne, dan Romelu Lukaku juga pernah menjadi bagian dari tim labil dan bermasalah itu. Waktu di Chelsea, mereka semua bermain kurang memuaskan. Lalu dijual, eh Mo Salah makin bersinar, De Bruyne tambah ngeri mainnya, dan Lukaku kayaknya masih mengidap virusnya Chelsea.

Mereka harus sadar posisinya di Liga Inggris. Chelsea ini hanya menjadi jembatan penghubung posisi atas dengan posisi bawah. Gak lebih, tapi bisa kurang. Aneh juga untuk tim kaya yang belanja gila-gilaan di tiap musim, hanya mampu berada di tengah. Kalah sama Tottenham Hotspur. Sama Spurs yang belum tahu rasanya juara saja kalah. Pfftt…

Chelsea itu mirip dengan tetangganya, Arsenal. Tim yang katanya besar, tapi nyatanya hanya bisa sabar di Liga Inggris. Ini tim sepak bola atau siraman rohani. Sobar sabar terus.

Baca juga:  Sosok Ole Gunnar Solskjaer dengan Siluet Sir Alex Ferguson di Belakangnya

Dalam daftar perebutan juara, kedua tim itu sudah harus dicoret sejak awal. Di Liga Inggris, mereka, khususnya Chelsea, itu hanya sebatas pelengkap. Mereka ada biar kelihatan ramai saja. Kalau pun nggak ada, masih ada banyak pilihan “hiasan” yang lain. Misalnya ya Wolves yang malah lebih bagus, atau Crystal Palace.

Nanti malam, sama seperti lawan Manchester City yang sudah-sudah, Chelsea pasti akan bermain nganyeli, Yaitu bermain bertahan sebertahan-bertahannya bucin yang sudah tahu kalau pacarnya itu toksik tapi dipertahankan. Dengan permainan seperti itu, City terpaksa harus jauh lebih agresif. Bakal terus-terusan mreteli pertahanan Chelsea seperti mas-mas yang kemarin mreteli motor pacarnya. Tanpa ampun!

Permainan atraktif City dipertemukan dengan permainan ngawur Chelsea. Tentu akan membuat Maurizio Sarri tidak tenang waktu sebats. Pak Sarri, kurang-kurangi ngerokoknya, lebih baik konsentrasi bikin taktik yang lebih bagus. Malu-maluin tim kaya aja, sih.

Dedi Irawan: Suporter City masih kalau berisik ketimbang suporter PS TIRA-Persikabo.

Ngeledekin Manchester Telur Asin sebenarnya malesin banget. Bukan apa-apa, bagi saya, jelas, klub yang agak mendingan di kota Manchester itu ya cuma Manchester United. Jadi, dengan terpaksa, kami mesti bertandang ke Emptyhad Stadium, stadion yang bahkan jumlah penontonnya masih kalah dari PS Tira-Persikabo.

Begini, kalau misalkan PS Tira-Persikabo ikut Liga Inggris dan mesti berlaga di Emptyhad Stadium, saya hakul yakin suara yel-yel bapak-bapak tentara yang ikut away days pasti lebih berisik dibanding Citizens.

Lebih-lebih di Indonesia. Suporter City itu, kayaknya sih, perpaduan dari 50% fans Pep Guardiola, 49% fans Aguero dan 1% yang ngaku-ngaku fans City dari hati. Ingat, cuma ngaku-ngaku. Andai Pep dan Aguero berdua pindah, kelar urusan, untung City banyak uang, bisa beli penonton bayaran.

Baca juga:  Silap Mata Chelsea Bantu Lionel Messi Pecah Telur dan Ekspedisi AS Roma di Eropa Timur

Dengan uang, City bisa beli banyak pemain. Melihat kedalaman skuat, City jelas di atas kami. Uang berbicara banyak, tapi saya selalu berandai-andai bagaimana jadinya kalau Pep melatih tim sekelas Crotone atau SPAL. Kehebatan Pep saat ini, tentu saja, selain selalu melatih tim besar, juga selalu ditopang dana yang cukup buat bikin warga satu kecamatan di Jakarta mabuk es cendol.

Berbeda dengan Sarri, yang sebelum melatih Chelsea hanya menukangi tim-tim kecil, dan akhirnya berhasil bawa Napoli dengan skuat yang kalah jauh dengan yang dimiliki Pep, serta sokongan dana yang tidak seberapa, untuk minimal jadi tim yang menyusahkan Juventus.

Uang memang terbukti bisa membeli trofi, kamu pun mengakuinya, tapi tidak dengan loyalitas. Bisa dihitung dengan jari berapa banyak legenda yang dimiliki City. Itu pun nggak banyak yang tahu. Paling banter Shaun Wright-Phillips. Mentok dikit Richard Dunne, Sylvain Distin sama Stephen Ireland. Dari empat yang disebutin itu pun kayaknya nggak pada tahu semua deh.

Bisa dibandingkan dong dengan Chelsea yang punya John Terry, Frank Lampard, Didier Drogba, Gianfranco Zola, Claude Makelele, Eidur Gudjohnsen dan masih banyak lagi. Meskipun rekor Chelsea di Emptyhad Stadium jelek, tapi nggak menutup kemungkinan kami bisa menang. Kami percaya dengan kekuatan sarriball yang masyhur itu.

Kami percaya ada ikatan yang kuat antara Sarri dan Higuain sehingga bisa garang di kotak penalti lawan. Kami selalu percaya dengan Hazard yang siap sedia bermain on-fire dan bikin Ederson Moraes kelabakan.

Fans City jangan lupa mengantre dengan tertib. Mengantre untuk ambil jatah nasi kotak dan uang amplop. Mayan, nonton bola, dibayar lagi. Besok Senin pagi jangan lupa balik ke acara dahSyat, ya.

  • 120
    Shares


Loading...



No more articles