5 Suvenir Pernikahan yang Sebenarnya Menyebalkan

Bikin sebal saja suvenir pernikahan ini. Coba kasih yang lebih bermanfaat. Sertifikat tanah, misalnya.

5 Suvenir Pernikahan yang Sebenarnya Menyebalkan MOJOK.CO

MOJOK.CO Ngaku aja sih kalau kamu sebel dapet suvenir pernikahan ini.

Apa hal yang paling kamu amati dalam pernikahan seseorang?

Selain pertanyaan-pertanyaan ngeselin semacam “Kapan nyusul?”, ternyata pernikahan selalu menyimpan cerita tersendiri. Di pintu masuk gedung resepsi, setelah menuliskan nama dan mencemplungkan sumbangan, biasanya kamu bakal disodori suvenir pernikahan oleh mbak-mbak penjaga buku tamu.

Nah, ini adalah momen yang sangat menarik untuk ditelaah.

Pemberian suvenir pernikahan telah dilakukan sejak abad ke-16, yang mana pengantin membagikan hadiah kepada para tamu sebagai tanda terima kasih. Sebelumnya, suvenir pernikahan dimulai di Eropa, yaitu berupa kotak kecil yang berfungsi sebagai tempat menyimpan permen.

Sekarang, suvenir pernikahan semakin beragam, tergantung pada kebiasaan dan budaya masing-masing daerah. Tyda hanya itu, suvenir juga dipengaruhi oleh minat pasangan ataupun tema pernikahan.

Sambil menghitung hari sampai kamu harus datang ke kondangan selanjutnya, coba kita simak dulu: kira-kira apa saja jenis suvenir pernikahan yang, akui saja, menyebalkan?

Gelas

Suvenir pernikahan ini fungsional sekali, bisa dipakai untuk minum atau menyeduh mi gelas. Sayangnya, it gives too much information that we’ll get annoyed~

Mungkin, nama lengkap gelas-gelas yang dijadikan suvenir adalah “Gelas Prasasti Cinta”. Mengapa demikian? Simpel aja: karena gelas ini menghadirkan informasi lengkap soal kedua mempelai, termasuk ilustrasi pengantin, nama, tanggal kenalan, tanggal jadian, tanggal lamaran, sampai tanggal nikahan. Tidak sedikit juga yang sebenarnya berniat menambahkan tanggal makan malam pertama atau first kiss.

Gantungan kunci kalender

Jelas, kunci-kunci di dunia ini perlu diberi gantungan agar nga gampang hilang dan lebih cute untuk dipegang-pegang. Berbagai variasi gantungan kunci pun hadir sebagai suvenir, tak ketinggalan pula gantungan kunci berbentuk kalender… yang cuma satu bulan.

Mohon maaf banget, nih, tapi apakah maksudnya kita disuruh kondangan setiap bulan agar bisa mengumpulkan sisa-sisa bulan dalam setahun? Atau, sebenarnya gantungan kunci ini terdiri dari 12 bulan yang dipisah-pisah dan kita harus mencari 11 tamu yang lain agar lengkap jadi kalender satu tahun?

Patung mini pengantin

Entah apa tujuan dari suvenir semacam ini. Berbentuk patung mini atau boneka kecil sepasang pengantin beserta nama dan tanggal pernikahan, apakah kita diharapkan untuk bermain boneka-bonekaan, seperti memainkan Barbie dan Kevin?

Atau, kalau kedua mempelai dihadirkan dalam satu buah patung kecil, apakah kita harus memandangnya dan terus-terusan mengingat masa-masa kita kondangan ke pernikahan mereka?

Booth foto

Ada yang menghadirkan booth ini beserta sebuah suvenir lainnya, namun ada pula yang menjadikan kesempatan berfoto ini sebagai pengganti suvenir pernikahan. Yang menyebalkan dari booth foto adalah ketika kita pengen foto sambil bergaya maksimal, tapi malu karena diliatin orang-orang yang antre. Ini adalah dilema yang membuat susah hati! Ujung-ujungnya, pose yang muncul hanyalah pose standar~

Sedihnya lagi, my lov, saat fotonya dicetak, kertas foto pun ternyata sudah dipenuhi tulisan nama pengantin besar-besar, beserta tanggal dan lokasi pernikahan. Bahkan, tak jarang, dilengkapi pula dengan foto si pengantin. Lengkap~

Tatakan gelas

Sebagai suvenir, tatakan gelas yang umum diberikan adalah tatakan yang terbuat dari kain. Masing-masing tamu tentu dapat satu buah yang warnanya diambil acak oleh si mbak-mbak penjaga buku tamu.

Secara teori, tatakan gelas memang bermanfaat. Tapi, please, siapa sih yang masih pakai tatakan gelas sekarang? Coba cek suvenir pernikahan tatakan gelas yang kamu dapat di kondangan-kondangan sebelumnya: udah dibuka belum? Nggak kepakai, to?

Selain kelima barang tadi, suvenir-suvenir lain juga berpotensi menjadi suvenir menyebalkan. Cokelat, misalnya. Itu cokelat apa sih yang dimasukin ke kotak plastik? Tanggal kedaluwarsanya kapan? Kalau kita lagi diet gimana, dong?

Terus, pulpen. Oh, jangan salah. Pulpen itu super bermanfaat, memang. Tapi, pulpen dengan informasi lengkap nama pengantin dan tanggal pernikahan yang ditulis besar-besar dan mendominasi seluruh permukaannya? Umm, no thanks.

Lagi pula, bagian paling menyebalkan dari sebuah pulpen mana pun di dunia adalah: ia punya kemampuan menghilang secara misterius ketika sedang dibutuhkan. Lelah aku tu 🙁

Di luar barang-barang tadi, ada cerita khusus yang disumbangkan Agus Mulyadi soal kesal-sama-suvenir-nikahan. Jadi, ceritanya dia nggak dapat suvenir nikahan ini langsung, wong dia nggak diundang. Cuma, pas dia tahu ada suvenir nikahan kayak gini, dia malah jadi kesal.

Suvenir nikahan itu bentuknya buku. Maklum, yang menikah adalah penulis. Biar terkesan menjiwai pekerjaan gitu (untung aja konsep suvenir-bertema-profesi kayak gini nggak diaplikasikan tukang sedot WC). Nah, bukunya sendiri ada sampul dan judul, kelihatan kayak buku cetakan penerbit gitu.

Eh, ndilalah pas tamunya buka itu suvenir, isinya kosongan. Alias kertas polos. Lho, ada sampulnya, ada judulnya, kok nggak ada tulisannya? Ada tamu yang minta tuker karena mengira bukunya salah cetak. Sementara tamu lain protes soal buku kosongan ini ke si pengantin, yang kemudian dijawab enteng begini,

“Wong judulnya aja Kitab Rahasia. Ya isinya rahasia.”

Yang penasaran ingin tahu itu suvenir nikahannya siapa, bisa klik tautan ini dan cari entri Kitab Rahasia. Jangan ditiru, ya.

BACA JUGA Mahar Pernikahan Unik Itu Manfaatnya Apa, sih? dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Exit mobile version