Persatuan dan Kesatuan Jajan Dalam Asmara

persatuan

Dalam sebuah hubungan asmara, kebersamaan itu penting adanya. Pasangan kekasih haruslah seperti TVRI: Menjalin persatuan dan persatuan.

Sebagai seorang pecinta, tentu saja saya berusaha keras untuk bisa menjalani kehidupan asmara yang demikian. Kehidupan asmara yang senantiasa bersama.

Termasuk dalam urusan jajan.

Kalau saya sedang bersama pacar dan saya mampir ke Indomaret, pacar saya yang biasanya tak berniat untuk membeli apa-apa kemudian ikut masuk ke dalam dan lantas membeli beberapa makanan atau minuman. Biasanya Yakult, Frestea, atau makanan ringan.

Saat akan mau bayar, Kasir biasanya bertanya, “Mau digabung atau dipisah?”

Sebagai lelaki, tentu saja saya menjawab digabung. Masak saya tak mau membayari belanjaan pacar sendiri yang biasanya cuma Frestea sama beng-beng itu. Wong ya paling mentok cuma sepuluh ribu.

Saya lantas mengeluarkan uang dan kemudian membayar semuanya.

Begitu pula saat kami berdua berbelanja buku di toko buku. Pacar saya biasanya ambil Majalah Tempo. Di kassa, saat Kasir bertanya notanya mau digabung apa dipisah, tentu saya langsung jawab dengan tegas. “Digabung.”

Masak saya pelit kalau cuma sekadar membelikan majalah Tempo buat pacar sendiri. Wong ya harganya paling berapa.

Ha lelaki, je.

Saya lantas mengeluarkan uang dan kemudian membayar semuanya.

Kebiasaan itu berlanjut tadi siang saat saya memesan celana di salah satu gerai pembuatan jeans. Di sana, melihat bahan jeans yang terlihat menarik, pacar saya kemudian tertarik untuk ikut bikin.

Di depan kassa, pacar saya mengeluarkan dompetnya, bersiap untuk membayar. Kasir kemudian bertanya, “Ini notanya mau digabung apa dipisah?”

Saya yang berdiri tak dari pacar saya reflek menjawab, “Digabung!”

Pacar saya tampak sumringah. Saya tak tahu kenapa ia begitu sumringah. Begitu notanya jadi, barulah saya paham kenapa ia begitu sumringah.

Ternyata ia pesan 3 celana, habisnya 600 ribu.

Saya yang sudah kadung bilang “Digabung” tak mungkin menarik ucapan saya. Ini soal harga diri.

Sepanjang perjalanan pulang, saya mbesengut nggak karuan. Sedangkan pacar saya prengas-prengas sepanjang jalan.

Ah, seandainya saya bisa lebih bijak, hari ini seharusnya saya bisa berhemat 600 ribu.

Exit mobile version