Kelas Online Bukannya Belajar di Rumah, Malah Pada Keluyuran

kelas online, ruangguru, kuliah mojok.co

kelas online, ruangguru, kuliah mojok.co

MOJOK.CO Wabah COVID-19 membuat banyak kampus mengganti kegiatan belajar mengajar tatap muka dengan kelas online. Meski terkesan menyenangkan, tapi tetap saja banyak yang menggerutu.

Instansi pendidikan membuat langkah preventif penyebaran corona virus dengan mengganti kelas tatap muka dengan kelas online. Tindakan ini harus diambil untuk  mencegah dan menjaga agar para peserta didik tidak terpapar wabah dan juga mencegah penyebaran menjadi lebih masif.

Meski lebih ringkas, tapi tetap saja kelas online ini tidak rentan penyalahgunaan. Kelas online yang baru dijalankan kurang dari 2 minggu ini saja sudah menuai cibiran karena banyak orang menyalahgunakan kepercayaan. Selain itu, banyak yang malah mengkritisi kebijakan ini karena…membosankan.

Saya pikir memang susah untuk berada dalam satu ruangan yang sama dalam waktu yang lama. Bagi para pekerja kantoran, tembok kantor memang tidak lebih dari penjara dalam bentuk lain. Tapi tidak untuk kantor Mojok, ada kolam ikannya. Kalau bosen tinggal mancing, kalau nggak takut diteriakin sama Cik Prim.

Tapi begini ya kawan-kawan yang selalu dalam lindungan Zeno-sama. Kelas online ini ada agar kalian itu selalu sehat sentosa tidak kurang suatu apa. Bayangin aja kalau kalian di kelas hepi-hepi tapi pulang-pulang diisolasi, kan nggak lucu. Lagian ini juga nggak permanen, dan kelas online itu sebenarnya bukan barang baru, jangan norak banget ngono lho opo-opo nggumun.

Ada yang ngeluh kuliah online malah dikasih tugas, nggak kuliah. Ada yang ngeluh malesin juga kalau nggak tatap muka, soalnya jadi nggak paham. Ada yang ngeluh bosen di rumah terus. Yang perkontolan sih, kelas online malah ngluyur ke kafe, alesannya cari wifi. Taek pancen.

Saya pikir nggak ada salahnya dikasih tugas, bukan kuliah. Lha lak yo biasane ngono to? Maksudnya emang kita kuliah tatap muka pun dikasih tugas. Masalahnya di mana kalau dikasih tugas? Kalau online susah karena nggak tatap muka, saya lumayan setuju sih. Tapi kan bisa tetep nanya-nanya lewat voice note atau video, bedanya cuma yang satu langsung yang satu pejah gesang nderek koneksi.

Kalau yang lari ke kafe karena alasan ((cari wifi)), ha tolong banget ini, Bos. Ruangguru x Telkomsel bekerja sama dengan memberikan akses gratis sebesar 30GB untuk akses ruang guru. Kalian beli kuota juga nggak mahal-mahal banget to. Ada paketan 15GB seharga 75 ribu untuk Telkomsel, dan juga 12GB seharaga 50 ribu untuk paketan Tri, yang lain cari sendiri. Menurut saya itu udah cukup banget buat seminggu kelas online.

Kalau sambat kuota mahal tapi kalian ke kafe untuk cari wifi, itu hipokrit sumpah. Sekali ke kafe bisa habis 50 ribu, sedangkan untuk kuota bisa seminggu. Anda-anda sekalian kan dapet mandat dari bapak ibu di rumah untuk kuliah, kalau ke kafe cari wifi padahal sebenarnya cuma pansos itu ngapain. Harapan bangsa di masa depan koyo taek ngene ki gimana, Swargi Bung Karno?

Lagian kalian malah ke kafe, kan ini kalian lagi disuruh diam di rumah biar nggak kena virus malah keluyuran, kalau kalian kena virus gimana? Mau nyalahin Jokowi? Ha kok penak temen.

Parahnya lagi, ada yang bolos kelas online. Kelas yang literally bisa diikuti dengan keadaan iler masih menempel dan mata masih ada beleknya bisa-bisanya bolos, lak yo ngelu. Kelas yang bisa diikuti dengan rokok di tangan kiri dan kopi hitam di tangan kanan aja masih bisa-bisanya bolos. Rebel boleh, tapi jangan kepolen.

Para dosen yang rata-rata boomer itu berusaha menyusun materi biar bisa disampaikan dalam kelas online, rapat intensif dan beberapa ada yang terpaksa ke kantor agar kalian tidak ketinggalan materi. Dosen itu juga manusia, Cah. Mereka juga punya keluarga, mereka tetap profesional demi kalian. Dosen memang kadang menyebalkan, tapi tidak ada salahnya menghormati mereka. Kecuali dosen cabul dan korup, boleh kalian acungi jari tengah.

Tahan frustasi dan nyinyiran kalian untuk beberapa minggu. Ini bukan akhir dunia, hanya sementara. When the dust settles, kalian akan menemui teman-teman kalian dan mendapat materi secara tatap muka. Ikuti saja kelas online dengan bahagia, setidaknya ini tidak menambah utang kalian ke bakul kantin, yo rak?

By the way, kalian yang bete sama kelas online itu pasti karena nggak bisa ketemu pacar/gebetan kan? Sama 🙁

BACA JUGA Salah Kaprah Definisi Harga Teman yang Terdengar Memuakkan dan juga artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Exit mobile version