Karakter Mandra yang Penuh Emosi Perlu Dihidupkan Kembali ke TV, Soalnya Mood Banget

Nostalgia Si Doel Anak Sekolahan dan karakter Mandra yang selalu marah-marah.

Karakter Mandra yang Penuh Emosi Perlu Dihidupkan Kembali ke TV, Soalnya Mood Banget

Karakter Mandra yang Penuh Emosi Perlu Dihidupkan Kembali ke TV, Soalnya Mood Banget

MOJOK.CO Kata-kata Mandra mulai dari “Sombong amat!” sampai yang “Nyakitinnn semua, nyakitin!” sudah saatnya direproduksi.

Dalam dunia animasi kita mengenal Squidward Tentacles dengan kelakuannya yang selalu pahit. Di serial SpongeBob Squarepants, Squidward memang digambarkan layaknya manusia yang selalu mengeluh dan kecewa, ya kayak kita. Sedangkan di jagat hiburan dalam negeri, kita juga punya Mandra sebagai karakter emosian di serial Si Doel Anak Sekolahan. Lawak dalam kemarahan yang sering dia lontarkan adalah mood orang-orang se-Indonesia.

Saya selalu ingat adegan Mandra bangun kesiangan dan kelaparan dalam salah satu episode Si Doel Anak Sekolahan. Ketika itu, dia tampak linglung, mencari Doel dan mendapati makanan di rumah sudah habis. Hanya tersisa cabai dalam piring di atas meja makan. Dengan sangat natural, Haji Mandra yang ketika itu berperan jadi dirinya sendiri, kemudian pergi ke dapur dan tampak kesal karena semua nasi telah habis. Dia pun mengorek butir-butir nasi yang menempel di panci penanak dan centong kayunya. 

Mandra menaburi nasi yang tak seberapa itu dengan garam, memakannya sambil melalap bawang dan cabai. Sembari ngomel dan sambat tak karuan, dia lahap meski sempat tersedak karena menggigit bawang dan cabai bersamaan. Adegan ini saya tonton ketika saya masih TK, saya mengingatnya sampai sudah setua ini. Sungguh sebuah babak yang memorable. Lucu dan kasihan dalam suatu waktu. Melihatnya saja membuat saya ikut merasakan langu dari bawang yang langsung dia kunyah.

 

Tanpa CGI, tanpa rekayasa neko-neko, karakter Mandra dalam Si Doel benar-benar hidup dan relate. Maklum, akting blio memang jempolan karena jebolan lenong.

Beberapa meme yang diproduksi pada hari ini juga menggambarkan betapa emosionalnya karakter Mandra ketika itu. Potongan adegan ketika dia ngomel, “Mang napa sih? Sombong amat!” adalah yang paling banyak dipakai untuk merespons berbagai keadaan. Belum lagi adegan ketika blio marah-marah sama semua orang lalu mengguyur opeletnya sendiri sambil sambat, “Nyakitin semua, nyakitiiin!” Lagi-lagi, lucu sekaligus kasihan, tapi representatif banget.

Karakter orang macam ini mungkin jarang bisa kita temui pada tayangan zaman sekarang. Terkadang, karakter yang muncul di layar kaca cenderung terlalu dibuat-buat. Kalau nggak jahat banget, ya baik banget. Kalau nggak lovable, ya menyebalkan banget. Sedangkan sebenarnya, karakter Mandra dalam Si Doel Anak Sekolahan memiliki kedua sifat itu secara bersamaan. Kita semua dibuat benci karena karakter tengilnya, sekaligus kita cinta dan dibuat rindu kalau sudah lama tak dengar dia marah-marah. Keren bukan?

Sudah saatnya karakter macam ini memang dihidupkan kembali. Minimal berusaha dibentuk lagi dengan sosok yang baru dan nggak kalah cerdas. Soalnya, mood-nya sangat relate dengan kebanyakan orang Indonesia yang reaktif dan suka ngomel, tapi di sisi lain juga kasihan dan layak dirindukan. Netizen juga rata-rata begini kan sikapnya? Memang sebuah cermin yang akurat.

Berkat kepiawaiannya mendalami peran di Si Doel Anak Sekolahan, Haji Mandra sendiri sebenarnya jadi banjir tawaran akting ketika itu. Menandakan bahwa hasil kerjanya memang berhasil. Sebut saja tayangan Mandragade, Tarzan Betawi, dan Jadi Pocong yang juga jadi favorit masyarakat pada zamannya. Beberapa di antara sinetron yang blio perankan juga garapan rumah produksinya sendiri. Meski tak selalu membawakan karakter yang sama dengan yang ada di Si Doel Anak Sekolahan, setidaknya tayangan-tayangan itu berhasil menancap di ingatan banyak orang. Saya pribadi nggak keberatan untuk menonton ulang.

Jujur aja nih, beberapa kawan di lingkar pertemanan saya saja masih hafal betul lagu tema Jadi Pocong. “Nasib, memang nasib, punya kerjaan jadi tukang gali kubur.” Itu juga haji Mandra yang nyanyi. Lah, ternyata saya juga masih hafal dan ingat betul sama Pocong Mumun yang matanya hijau. Ya, kalau matanya merah itu, Pocong Jefri. Saya sering menonton serial ini selepas pulang sekolah dulu. Negara ini pernah benar-benar “dikuasai” sosok dan karakter Mandra.

Blio sebenarnya masih malang melintang di dunia hiburan, masih aktif di YouTube dan masih suka melawak. Sayangnya, spotlight yang blio dapatkan nggak sebesar dulu. Makanya nih, karakter blio yang dulu memang layak dihidupkan lagi. Bisa blio sendiri yang menghidupkan, atau blio yang mencari bibit pelawak penuh emosi-tapi-lucu untuk dijadikan sosok yang baru. Omelan khas Betawinya itu lho, bikin pengin nostalgia terus.

Saya rasa, diam-diam penonton juga merindukan karakter yang menyebalkan dan layak dicintai sekaligus. Karakter yang sosoknya memang bisa kita temui di dunia nyata. Bukan karakter dunia tipu-tipu yang terlalu sempurna dan penjahat yang selalu menang. Hadeh, bosen.

BACA JUGA Akui Saja, Ketimbang Si Doel, Mandra Jauh Lebih Layak dan Pantas untuk Sukses dan artikel lainnya di POJOKAN.

Exit mobile version