Film Horor Netflix yang Ditulis Sepenuhnya oleh Robot, Hasilnya Benar-benar Kacau

Mr. Puzzles Wants You to be Less Alive bisa jadi film horor pertama bikinan robot.

ilustrasi Film Horor Netflix yang Ditulis Sepenuhnya oleh Robot, Hasilnya Benar-benar Kacau mojok.co film pendek horor

MOJOK.CO Kamu nggak salah baca. Ada film horor garapan Netflix, ditulis mandiri oleh robot yang telah diberi treatment nonton horor selama 400.000 jam.

Film horor memang sedang banyak dipanen menjelang Oktober dan November. Sebab nggak mau kalah, Netflix juga menggarap sebuah film dengan genre seram buat meramaikan perayaan Halloween kemarin. Tapi, biar beda, tentu saja film horor ini bukan kayak biasanya.

Netflix bekerja sama dengan penulis dan perancang bot Keaton Patti. Patti kemudian melakukan treatment terhadap robot untuk menonton film horor selama 400.000 jam lamanya. Setelahnya, ia pun memberikan perintah kepada si robot untuk menulis ceritanya sendiri. Secara nggak langsung, cerita itu pun jadi cerita horor pertama yang diciptakan oleh robot.

Cerita dari hasil ciptaan si robot kemudian dijadikan sebuah film horor pendek. Begini, kalau kamu suka nontonin Makmum, Sandekala, dan Grave Torture, mendingan jangan berharap banyak. Saya sempat mengira cerita tersebut bakalan jadi sebuah film yang luar biasa dan mengalahkan cerita-cerita cerdas bikinan manusia. Ternyata, pemikiran saya terlalu progresif. Mendingan kamu nonton dulu nih ya.

Entah kenapa, kesan saya menonton film horor pendek bikinan robot itu justru ketawa ngakak. Awalnya sempat ragu mau nonton, takut kaget karena banyak jump scare, takut bakal sadis banget, dan takut hantunya jadi super mengerikan. Lha bayangin aja, udah nonton film-film seram selama 400.000 jam, output-nya bakal seseram apa. Eh, ternyata jadi komedi.

Pantas saja, awalnya saya sempat curiga karena yang mengunggah film horor pendek ini adalah kanal YouTube Netflix is A Joke. Isi kanal itu memang guyonan semua. Tapi, ada hal penting yang perlu digarisbawahi walaupun film pendek yang berjudul Mr. Puzzles Wants You to be Less Alive memang kacau banget.

Nggak sia-sia nonton film horor 400.000 jam

Ada banyak banget referensi film horor yang mungkin familier kalau kamu menontonnya. Mr. Puzzle dalam film horor pendek itu mengingatkan kita pada film Saw. Sosok misterius yang selalu ada di balik cerita survival game nan mematikan. Ada juga referensi film I Know What You Did Last Summer, film lawas yang terkenal.

Ikan hiu yang tiba-tiba muncul entah dari mana mungkin diambil dari film Jaws. Adegan nge-zoom mata tokoh Jennifer juga diambil dari adegan film Alfred Hitchcock yang judulnya Psycho. Film lawas yang bahkan masih hitam putih. Selain itu, jelas masih banyak lagi penukilan film horor yang dilakukan. Sungguh sebuah kerja robot yang amanah dalam menulis ulang dan menggabungkan cerita-cerita seram.

Robot bisa berkomedi

Alih-alih ngasih tahu bahwa Netflix bisa bikin film horor yang ditulis oleh robot, Mr. Puzzles Wants You to be Less Alive justru menunjukkan bahwa robot bisa berkomedi. Apa yang kamu tonton selama empat menit itu adalah komedi yang bersembunyi di balik kemasan menyeramkan.

Hello Jennifer, I’m Mr. Puzzles. Do you want to be a gamer?

Ya Tuhan, dialog pertama dari tokoh seram saja sudah bikin ketawa. Seharusnya kan si tokoh seram di film horor itu tanya, “Do you want to play a game?” Istilah “gamer” lebih lekat dengan orang-orang yang main game kayak Pewdiepie, Markiplier, dan atlet e-sport. Ya, namanya juga robot, mana tahu beginian.

Setelah salah satu tokoh yang diceritakan sebagai rekan kerja Jennifer dibunuh, Jennifer berhasil diselamatkan. Seorang detektif pun muncul buat menyelamatkan Jennifer. Sebuah plot twist dihadirkan. Tiba-tiba ada ikan hiu yang sebenarnya polisi bawah laut dalam misi penyamaran. Aneh banget. Untung saja setelahnya Jennifer selamat. Muncullah sebuah percakapan mahaabsurd antara detektif dan Jennifer.

Sorry your coworker died.”
“It is okay, it is large company.”

Salah satu rekan kerjanya meninggal, tapi Jennifer bersyukur karena perusahaan di mana dia bekerja mempekerjakan banyak orang. Mana ada orang yang bersyukur dengan cara begini?!

Film horor yang ditulis oleh robot memang sebuah paradoks. Ternyata robot lebih pandai menulis cerita komedi ketimbang memberi kesan seram. Seharusnya saya nggak usah terlalu mengkhawatirkan masa depan para penulis cerita. Yang bikin khawatir adalah suatu saat robot bisa jadi pelawak dan lebih lucu dari manusia.

Selain film horor, kanal Netflix is A Joke juga pernah mengunggah film romantis, film bernuansa liburan, dan film-film lain yang semuanya ditulis oleh robot. Sungguh rasanya dunia ini jadi makin aneh karena hampir dikuasai robot dengan kecerdasan buatan. Diam-diam saya tertawa dalam kegelapan.

BACA JUGA 15 Rekomendasi Film Horor Indonesia: Buktikan Menariknya Mitologi Hantu-hantuan di Indonesia dan artikel lainnya di POJOKAN.

Exit mobile version