Mojok Bertanya, Cine Crib Menjawab: 5 Film Pilihan Bertema Perempuan Wajib Tonton!

Nonton film bertema perempuan itu penting banget karena banyak permasalahan perempuan, keresahan yang mereka alami, yang mungkin tidak bisa dilihat orang lain, bisa dipotret melalui film

film perempuan mojok.co

Ilustrasi film perempuan (Ega Fanshuri/Mojok.co)

MOJOK.COFilm Indonesia bertema perempuan mungkin ada banyak. Namun mana yang menarik untuk ditonton? untuk menjawab soal ini, Mojok bertanya langsung pada Cine Crib.

Memproduksi konten ulasan film, aslinya sih gampang-gampang susah. Ia dikatakan gampang karena kita tidak perlu effort besar untuk ngelakuinnya. Cukup duduk manis, nonton film—bisa sambil ngemil, dan ulas.

Namun, me-review film menjadi susah lantaran kita harus mengartikulasikan pandangan terkait film yang ditonton secara jelas sehingga mudah dicerna pemirsa. Konsistensi juga jadi kunci apabila pakai kacamata komersil.

Nah, kedua kesulitan itu yang telah berhasil diatasi Cine Crib. Kreator konten ini tak hanya berhasil memberikan insight menarik terkait film dengan pembawaan asyik dan membumi, tapi juga konsisten dalam memproduksi video yang mereka unggah di channel Youtube-nya.

Per hari ini saja, Senin (15/5/2023), setidaknya sudah ada lebih dari 1.600 konten yang mereka produksi. Video-video tersebut, total sudah ditonton lebih dari 66 juta kali oleh 265 ribu subscriber-nya.

Mojok berbincang dengan Inka Paramita, salah satu personel Cine Crib. Ia pun membagikan pandangannya terkait film, terutama yang bertemakan perempuan.

Bagi Inka, film adalah medium terbaik dalam memotret keresahan dan permasalahan sosial. Terutama, apabila ia membawa nilai-nilai empowerment.

“Nonton film bertema perempuan itu penting banget karena banyak permasalahan perempuan, keresahan yang mereka alami, yang mungkin tidak bisa dilihat orang lain, bisa dipotret melalui film,” ujar penyuka film drama dan horor ini, Jumat (12/5/2023).

Lantas, ia pun memilih 5 film bertema perempuan yang wajib tonton. Tentunya, film-film ini dapat menjadi rekomendasi bagi kalian yang sedang mencari list tontotan, khususnya mengenai tema-tema perempuan.

Berikut ini daftarnya:

#1 Perempuan Punya Cerita (2007)

Perempuan Punya Cerita merupakan film omnibus yang berisi empat film. Masing-masing segmen disutradari oleh sutradara perempuan. Antara lain “Cerita Pulau” oleh Fatimah Rony, “Cerita Yogyakarta” oleh Upi, “Cerita Cibinong” oleh Nia Dinata, dan “Cerita Jakarta” oleh Lasja Fauzia Susatyo.

Film ini juga diisi oleh jajaran cast mentereng, seperti Fauzi Baadila hingga Kirana Larasti. Kendati demikian, kata Inka, film ini tergolong underrated mengingat jarang sekali mendapat sorotan atau diperbincangkan.

“Tetapi, film ini begitu penting, terutama karena memotret kisah-kisah perempuan yang menjadi korban ketidakadilan akibat belum adanya kesetaraan gender,” ujarnya.

Perempuan Punya Cerita sendiri bisa disaksikan di platform streaming Vidio dan BioskopOnline.

Rating: 7,5/10.

#2 Kartini (2017)

Kartini merupakan sebuah karya film biopic yang menceritakan kisah perjuangan tokoh emansipasi perempuan Indonesia, RA Kartini.

Fyi, ini menjadi penampilan ketiga Kartini di layar lebar setelah biografi R.A. Kartini (1984), dan kisah fiksi asmara dalam Surat Cinta untuk Kartini (2016).

Kata Inka, ini merupakan salah satu karya biopic terbaik Indonesia, khususnya yang bertemakan perempuan.

“Film ini sangat baik dalam menceritakan kehidupan Kartini, perjuangannya, kegelisahannya, yang menginginkan agar perempuan itu harus setara dengan laki-laki dalam hal pendidikan,” ujar Inka.

“Jajaran pemerannya juga oke, terutama Dian Sastro yang mampu membuktikan kemampuannya dalam memerankan sosok Kartini,” sambungnya.

Film garapan sutradara Hanung Bramantyo ini bisa disaksikan di Netflix dengan judul internasional Kartini: Princes of Java.

Rating: 7/10.

#3 Yuni (2021)

Film besutan sutradara perempuan, Kamila Andini, ini merupakan pemenang Piala Citra 2021 untuk kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik.

Bercerita soal Yuni (Arawinda Kirana), siswa SMA cerdas di sekolahnya, yang terancam gagal menggapai cita-citanya lantaran dilamar oleh laki-laki tak dikenal.

Sempat menolak, lamaran kedua pun datang. Kali ini dari laki-laki paruh baya, yang lagi-lagi, mengancam angan-angan Yuni untuk melanjutkan studinya.

“Menurutku, kisah dalam film Yuni ini lebih dalam dan relevan, terutama untuk perempuan hari ini, seolah mau mengamini stigma bahwa ‘ngapain, sih, perempuan sekolah tinggi-tinggi karena ujung-ujungnya kan ngurusin dapur, sumur, dan kasur’,” kata Inka.

“Film ini juga punya point plus dengan akting para pemainnya, yang sepanjang menggunakan Bahasa Serang dengan begitu natural,” pujinya.

Film Yuni dapat disaksikan secara eksklusif di Disney+ Hotstar.

Rating: 8,5/10.

#4 Before, Now, & Then (2022)

Masih disutradarai Kamila Andi, Before, Now & Then adalah film drama sejarah berlatar Jawa Barat pada era akhir 1950an dan awal 1960-an.

Diadaptasi dari bab pertama novel Jais Darga Namaku, film ini mengisahkan seorang perempuan Sunda bernama Nana yang kehilangan ayah dan anaknya karena perang di Jawa Barat.

Untuk melanjutkan hidup, ia pun menikah lagi dengan seorang yang kaya. Namun, kehidupannya berubah setelah sang suami ia ketahui memiliki simpanan. Bersama simpanan suaminya, Nana lantas berkomunikasi dengan baik untuk mendengarkan satu sama lain.

“Harus diakui, ini film pada awalnya punya pace yang lambat banget. Bukan tipikal film yang bisa disukai semua orang,” Inka mengaku.

“Tapi kalau kita perhatikan detail-detailnya, misalnya secara tata artistik dan musiknya, ini film sangat artsy dan syahdu, dengan setting tahun 1950-an dan menggunakan Bahasa Sunda secara full,” sambungnya memuji.

Film pemenang kategori film terbaik Piala Citra 2022 ini dapat disaksikan di Prime Video.

Rating: 7,5/10.

#5 Like and Share (2022)

Film drama garapan Gina S. Noer ini punya pesan yang implisit sekaligus lugas, yakni terkait perempuan yang jadi korban kekerasan seksual.

Kata Inka, sebagai film yang termasuk woke, Like & Share dikemas dengan visual yang begitu menawan.

“Keren visualnya. Film ini packaging-nya kekinian banget,” puji Inka.

Film yang diputar di berbagai festival film internasional ini bercerita soal Lisa (Aurora Ribero) dan Sarah (Arawinda Kirana). Remaja 17 tahun ini bersahabat, dan sama-sama gemar bikin konten ASMR di Youtube.

Namun, semua menjadi berubah tatkala Lisa terobsesi dengan pornografi dan Sarah pada akhirnya menjadi korban kekerasan seksual.

Message-nya sangat nendang, yang nunjukkin ketidakberpihakan hukum pada perempuan korban kekerasan seksual,” kata Inka.

“Ending-nya malah lebih nendang, keren dan powerful; closing statement-nya seolah membungkam netizen bermulut julid yang suka nyalahin dan merundung korban kekerasan seksual,” pungkasnya.

Like & Share sendiri baru aja rilis di platform streaming film Netflix.

Rating: 8/10.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Curhatan Dosen Perempuan: Kerap Didiskriminasi, Upah Tak Layak, dan Menyadari Pentingnya Berserikat

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

 

Exit mobile version