Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Cipox

Rambat dan Kesembuhan Burung Miliknya

Muhajir Dono Husodo oleh Muhajir Dono Husodo
31 Desember 2017
A A
Cipox-Duduk-di-Amben-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rambat agaknya masih berhasrat untuk menjadi seorang pria sejati, pagi ini dia duduk duduk di depan televisi menyaksikan acara yang tidak biasanya ada. Ditemani dengan tiga cangkir kopi hitam manis kesukaannya dan sepiring gorengan. Angan-angannya menerawang, ia pun mulai senyam-senyum sendiri.

***

Rambat akhirnya diizinkan pulang dari pondok pesantren setelah nyantri selama sepuluh tahun, orang tuanya membutuhkan bantuan tenaganya, praktis setelah ini dia harus bekerja setelah sebelumnya selama di pesantren dia hanya tinggal pesan minta dikirimi uang dan beras.

Di usianya yang sudah mendekati kepala tiga, Rambat sudah tentu sangat ingin menikah, ibarat orang yang sudah seharian berpuasa kemudian menjumpai waktu maghrib, seperti itulah jiwa Rambat saat ini. Nafsu ingin bercinta dengan seorang gadis adalah godaan paling dahsyat dalam hidupnya.

Walaupun alumni pesantren, nyantri bertahun-tahun di pondok salaf, tapi rupanya Rambat tidak berbakat untuk jadi seorang ulama atau kyai, maklum saja, untuk urusan memahami pelajaran di pesantren, dia sangat lemah, kalang kabut. Beruntung, untuk hal-hal di luar pelajaran, ia terbilang ampuh dan bahkan cerdik dan terampil.

Keterampilannya itu ia buktikan dengan menjadi seorang pekerja yang serba bisa. Tangannya benar-benar hidup. Berkarya membuat apapun, hasilnya hampir selalu bagus dan rapih.

Hal tersebut kemudian mengantar Rambat menjadi seorang pengrajin mebel kenamaan di kotanya. Banyak mebel-mebel besar yang selalu memesan meja, kursi, dan almari di tempat Rambat. Hal yang kemudian membuat Rambat menjadi seorang juragan kecil-kecilan hanya dalam waktu yang singkat.

Kesuksesan Rambat pun kemudian berbuah manis. Ia sekarang menjalin hubungan dengan Wati, gadis manis anak salah satu manajer mebel yang biasa memesan meja dan kursi di tempat Rambat.

Mereka menjalin hubungan selama enam bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.

Wati sangat beruntung mendapatkan suami sehebat Rambat. Sebab, tak hanya terampil di tempat kerja, Rambat pun terampil di tempat tidur. Rambat adalah lelaki yang benar-benar mampu memuaskan Wati lahir batin.

Wati hampir selalu dibuat kelojotan oleh aksi Rambat di atas ranjang. Tak pernah terbayangkan bahwa menjadi istri Rambat bakal senikmat ini.

Kenikmatan yang didapatkan oleh Wati sungguh telah membuatnya ketagihan. Hampir setiap kali Wati dan Rambat berhubungan, Watilah yang meminta terlebih dahulu, bukannya Rambat.

***

Hari ini tidak seperti biasanya, ada tayangan televisi yang membuat Rambat begitu bergairah, seorang yang konon sangat sakti sedang live di suatu acara.

Iklan

“Bapak-bapak dan ibu-ibu juga pemirsa sekalian, Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Sempurna, Tuhan Maha Segalanya, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, tadi kita sudah saksikan bersama-sama, Tuhan telah menyembuhkan gadis buta ini menjadi bisa melihat kkembali melalui tangan saya, tadi juga sudah Anda saksikan sendiri, bagaimana pemuda lumpuh itu dengan kuasa Tuhan sekarang bisa berjalan, maka jangan ragu akan kuasa Tuhan, jangan ragu akan keajaiban Tuhan”

Rambat semakin bergairah saat orang sakti di televisi itu mengajak berinteraksi tidak hanya dengan orang yang yang kebetulan hadir di tempat acara itu tayang saja, tapi juga yang sedang menonton acara tersebut.

“Mari bapak-bapak ibu-ibu dan pemirsa yang sedang menyaksikan acara ini, tempelkanlah satu tangan Anda ke layar monitor televisi Anda, lalu sentuh bagian tubuh Anda yang sakit dengan tangan satunya, mari kita buktikan sama-sama kuasa Tuhan, saya bantu dari sini, yakinlah dengan kuasa Tuhan, saat ini juga”

Rambat pun dengan tertatih tatih mendekatkan posisi duduknya ke tempat televisi, dengan bergetar tangan kanan Rambat menyentuh layar monitor televisi, sementara tangan kiri Rambat dimasukkan ke dalam sarung, hendak merogoh burung miliknya yang sudah mengeriput seperti kulit di tubuhnya.

“Nek! Kakek itu lagi ngapain sih?” seorang bocah tujuh tahun tiba-tiba menuding Rambat

Wati segera berkomentar sambil menggandeng dan mengelus elus rambut bocah tujuh tahun di sampingnya.

“Mas, itu tu, untuk menyembuhkan yang sakit, bukan menghidupakan yang sudah mati”

Rambat buru-buru menarik tangan kirinya dari dalam sarung, kecewa!

Terakhir diperbarui pada 31 Desember 2017 oleh

Tags: burungrambatTelevisi
Muhajir Dono Husodo

Muhajir Dono Husodo

Artikel Terkait

iklan rcti oke.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Syuting Iklan “RCTI Oke” Pakai Helikopter hingga Bangun Rumah, Hasilnya Terkenang Puluhan Tahun

27 Februari 2024
Anang Batas Memotret Burung di Terpanjat Tak Terperanjat. MOJOK.CO
Kilas

Anang Batas Memotret Burung di Terpanjat Tak Terperanjat

13 Agustus 2023
merpati balap brahma mojok.co
Kilas

Pencarian Merpati Balap Brahma Berlanjut, Hadiah Dinaikkan Jadi Rp20 Juta

19 Desember 2022
Merpati balap brahma, dicari dalam keadaan hidup
Geliat Warga

Kisah Brahma, Merpati Balap Wonosobo yang Hilang di Jogja, Ada Rp10 Juta Bagi yang Menemukan

15 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.