Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Kisah Kepala Dusun Termuda, Usia 21 Tahun Mundur dari UIN Jogja Jadi Pamong Warga di Condongcatur Sleman

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
4 Januari 2024
A A
Kepala dusun termuda, pilih mundur dari UIN Jogja demi warga.MOJOK.CO

Ilustrasi sosok Iful, kepala dukuh termuda (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mundur dari UIN Jogja demi urusi warga purnawaktu

Terpilihnya Iful sebagai kepala dusun membuatnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari kuliahnya di UIN Jogja. Bukan perkara mudah, sebab ia telanjur punya banyak ikatan sebagai ketua angkatan.

Sejak awal mendaftar posisi itu, banyak rekannya yang sudah tahu. Sehingga, panggilan “Pak Dukuh” sudah kerap muncul dari teman-temannya.

Setelah terpilih, ia lantas memutuskan untuk membuat perpisahan sederhana dengan teman angkatannya. “Saya juga minta maaf karena harusnya akhir tahun ada agenda piknik angkatan tapi karena saya ada amanah ini terpaksa batal,” ujarnya tertawa.

Namun, berpisah dengan UIN Jogja bukan berarti Iful mengakhiri studinya. Kebetulan, ia dapat tawaran program khusus dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD untuk menempuh pendidikan S1 khusus kelas pamong. Baginya, ini pilihan yang menarik lantaran linier dengan pekerjaan yang akan ia lakoni di tahun-tahun mendatang.

kepala dusun termuda di Sleman.MOJOK.CO
Kepala dukuh berusia 21 tahun ini bersiap berangkat ke Kantor Kalurahan Condongcatur (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Di masa-masa awal menjabat ini, ada beberapa tantangan berat yang harus segera ia pelajari. Beberapa hal yang diwanti-wanti oleh senior di antaranya perkara surat tanah hingga surat nikah. Setiap tanda tangan yang ia berikan berarti sebuah tanggung jawab besar.

“Saya dipesani, karena masih muda, jangan gegabah dan harus teliti. Sebab itu adalah tanggung jawab,” paparnya.

Iful juga sudah mencermati bahwa ia mulai menjabat di masa-masa yang krusial. Situasi Pemilu hampir sepanjang 2024 mendatang jadi turut jadi sorotan baginya.

Harapannya, jangan sampai ada gontok-gontokan antarwarga karena beda pilihan. Ia juga mengaku sangat berhati-hati agar jangan sampai memihak ke salah satu kubu.

“Pokoknya seperti sumpah saat pelantikan kemarin bahwa pamong harus menegakkan demokrasi setegak-tegakknya,” ujarnya mantap.

Masanya yang muda menjabat di Condongcatur Sleman

Iful menjadi kepala dusun termuda di Condongcatur. Bahkan, saya sendiri belum menemukan catatan mengenai pemuda seusianya yang mengampu jabatan ini. Jika menjadi caleg, mungkin sudah banyak. Namun, tidak banyak yang mengambil jalan berproses belajar dari level dusun.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengungkapkan bahwa pamong di wilayahnya memang didominasi “anak muda” di bawah usia 40 tahun. Presentasenya sampai 80%. Baginya, ini menandakan regenerasi berjalan dengan baik.

“Anak muda yang jadi pamong hingga staf kelurahan ini punya tenaga yang bisa diandalkan, usia muda, tenaga masih banyak. Ini menandakan mereka ini juga punya ide atau inovasi berkaitan program di masing bidang atau wilayahnya,” ungkapnya saat saya hubungi.

Bagi desa, Reno percaya anak muda adalah kekuatan yang perlu diberi kepercayaan. Namun, muda menurutnya harus sejalan dengan kematangan secara emosional.

“Seperti Iful, usianya muda tapi saya yakin bisa membuat gebrakan untuk Tiyasan. Cepat adaptasi dengan masyarakat dan pemuda sejawat,” pungkasnya.

Iklan

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Blak-blakan Reno Candra Sangaji, Lurah 1.000 Baliho yang Sempat Bikin Geger Jogja

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2024 oleh

Tags: condongcaturkepala dusunliputan pilihanpilihan redaksislemanuin jogja
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

indonesia masters, badminton, bulu tangkis.MOJOK.CO
Ragam

Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora

20 Januari 2026
sate taichan.MOJOK.CO
Catatan

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
sate taichan.MOJOK.CO

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.