Heboh FEB UGM Beri Opsi Bayar UKT Lewat Pinjol Danacita: Jadi Tertawaan Mahasiswa 

Heboh FEB UGM Beri Opsi Bayar UKT Lewat Pinjol Danacita: Jadi Tertawaan Mahasiswa  MOJOK.CO

Ilustrasi Heboh FEB UGM Beri Opsi Bayar UKT Lewat Pinjol Danacita: Jadi Tertawaan Mahasiswa. (Mojok.co)

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM kerja sama dengan fintech atau pinjaman online pinjol sebagai solusi mahasiswa yang kesulitan membayar UKT. Sejak awal, kerja sama itu dipandang salah oleh mahasiswa.

***

“Hah, memang ada?,” kata Tiara* (22) menirukan ucapan teman-temannya ketika ia bertanya tentang kehebohan di media sosial X, terkait kerja sama FEB UGM dengan penyedia pinjaman online (pinjol) pembiayaan pendidikan, Danacita. 

Tiara sendiri tahu jika di fakultasnya memang ada pembiayaan pendidikan fintech atau pinjol Danacita. Itu karena setiap anak FEB pasti dapat email dari bagian kemahasiswaan terkait pengajuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) menggunakan Danacita. 

“Tapi, setahuku memang mahasiswa FEB jarang banget yang bayar UKT lewat sistem pinjol Danacita,” kata Tiara, Sabtu (27/1/2024). 

Jadi wajar ketika ia menanyakan ke beberapa teman seangkatannya tentang Danacita mereka tidak tahu, bahkan cenderung menertawakan. Padahal secara rutin pihak kampus selalu mengirim email. “Terkait Danacita FEB UGM, aku juga udah nanya barusan ke beberapa temenku sesama mahasiswa FEB. Dan respon mereka serentak bilang, “hah emang ada?,” kata Tiara.

Danacita nargetin mahasiswa FEB itu salah

Tiara menyambung, menurutnya, mahasiswa di FEB jarang sekali yang membayar UKT pakai sistem pinjol seperti Danacita. Bahkan teman-teman yang dia kenal tidak ada satu pun yang mau memanfaatkan Danacita. 

“Sejak awal, Danacita sudah salah buat nargetin mahasiswa FEB buat pinjol, karena rata-rata mahasiswa FEB kan dari kalangan kecukupan semua,” kata Tiara. Ia bisa memahami kalau sebagian temannya justru menertawakan keberadaan pinjol Danacita yang hadir untuk menyelesaikan masalah UKT.

Ia lantas menyambung, bukan berarti mahasiswa semua kaya, tapi ada cara lain untuk bisa melunasi UKT, misal meminta keringanan UKT hingga mengandalkan beasiswa. 

“Aku juga termasuk orang yang minta banding penurunan UKT, tapi gagal. Aku tetap bayar UKT 7 juta, padahal tanggungan ayahku yang jadi PNS cukup banyak, ada 5 orang di keluargaku. Tiga orang sedang kuliah,” kata Tiara.

Meski banding minta penurunan UKT ditolak kampus, dan beasiswa juga nggak lolos, Tiara tidak menjadikan pinjol Danacita sebagai solusi untuk melunasi UKT. Keluarganya berusaha untuk melunasi UKT dengan cara mereka. 

Pinjaman pihak ketiga opsi terakhir

Mojok menghubungi Sekretaris Universitas UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu terkait kehebohan di media sosial tentang kerja sama UGM dengan pinjol pembiayaan pendidikan, Danacita. 

“Jadi memang yang ada kerjasamanya dengan fintech Danacita hanya FEB UGM cuma itu bukan wajib, semua itu adalah opsi pilihan untuk mahasiswa,” kata Sandi. 

Sandi menyatakan, fintech Danacita memang adanya hanya di FEB. Di level universitas, UGM tidak mendorong kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal ini lembaga pembiayaan pendidikan sebagai solusi membayar UKT. 

Ini karena UGM memiliki mekanisme tersendiri. Pertama, jika ada mahasiswa yang kesulitan membayar UKT maka bisa meminta penyesuaian besaran UKT ke pihak kampus. 

Opsi berikutnya, kampus akan mengarahkan mahasiswa untuk mencari beasiswa dari berbagai mitra perusahaan dan lembaga, termasuk dari alumni.

“Banyak sekali alumni UGM yang membantu, selain itu ada CSR dari perbankan yang memberikan beasiswa. UGM sendiri juga punya beasiswa, jadi memang UGm tidak mewajibkan fakultas atau sekolah untuk menggunakan fintech untuk mengatasi persoalan pembiayaan,” kata Sandi. 

Sandi juga meluruskan, bahwa mahasiswa sarjana di FEB UGM itu semuanya mampu. Bahkan dari 423 mahasiswa angkatan 2023 kelas reguler, 60 persennya UKT-nya nol rupiah. “Jadi kalau ada yang bilang, yang masuk FEB itu anak orang mampu, menurut saya tidak,” kata Andi. 

Andi ingat, tahun lalu ia bahkan membantu melakukan advokasi empat mahasiswa yang UKT-nya tidak pas dengan posisi perekonomian mereka. Semuanya dibantu, tanpa melibatkan pihak ketiga. “Yang paling utama kami tidak ingin memberatkan mahasiswa,” katanya.

*) narasumber meminta namanya disamarkan

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Sampai Pinjam Uang Dosen, Mahasiswa Terjerat Pinjol Kian Mencemaskan Kampus

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Exit mobile version