Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Versus

Pekerja Amatir Lebih Jelek daripada Pekerja Profesional, Ah Masa?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
11 Februari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pekerja amatir bukan istilah yang tepat untuk menggambarkan posisi pemula. Ha wong ternyata amatir itu bisa saja setara dengan pekerja profesional!

“Mbak, ini hasil editanku, ya. Tapi maaf, aku editor amatir,” kata seorang karyawan baru di tempat kerja saya dua tahun lalu, sembari menyodorkan satu bendel buku yang dia periksa semalaman. Saya berkerut sedikit, lalu memutuskan melanjutkan membaca halaman pertama.

Iklan

Bukan hasil pekerjaannya yang menjadi masalah, melainkan istilah amatir yang ia pakai barusan. Lewat pengakuannya sebagai editor amatir, saya jadi bertanya-tanya: apakah ia berbeda dengan editor profesional?

Perbedaan antara amatir dan profesional sering kali ditampilkan dengan sangat hitam-putih. Mereka yang pekerja profesional dianggap jago, mumpuni, dan teruji sebagai seseorang dengan keahlian yang jelas. Sebaliknya, pekerja amatir lain dianggap sebagai orang yang bekerja di tahap pemula dengan hasil kerja tidak (atau belum) terpercaya dan masih sangat minim pengalaman.

Tapi, benarkah maknanya sesederhana itu, Ferguso???

Merujuk pada KBBI, makna kata profesional dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. bersangkutan dengan profesi

2. memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya

3. mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya (lawan amatir)

Ketiga definisi di atas menjelaskan pada kita bahwa profesional berarti bekerja sebagaimana mestinya kita di kantor setiap pagi kayak robot: punya kepandaian khusus terkait pekerjaan, menjadi profesi kita, dan menyediakan bayaran. Pada poin ketiga, disebut pula bahwa masalah bayaran ini tidak ditemukan pada kondisi amatir.

Loh, loh, katanya amatir itu pemula? Kalau si pemula ini ikut bekerja di kantor, masa dia nggak dapat bayaran???

Nyatanya, Saudara-saudara, apa yang kita yakini tak selamanya harus benar-benar terjadi. Dalam hal ini, KBBI menjawab rasa ingin tahu kita mengenai arti kata amatir melalui tiga definisi langsung berturut-turut:

1. kegiatan yang dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah, misalnya orang yang bermain musik, melukis, menari, bermain tinju, sepak bola sebagai kesenangan

2. orang yang melakukan sesuatu atas dasar kesenangan dan bukan sebagai pekerjaan

Iklan

3. orang yang melakukan sesuatu dengan hasil yang kurang baik

Makna yang paling mendekati dengan anggapan umum soal kata amatir adalah poin nomor tiga, tapi poin satu dan dua menunjukkan kita hal yang sama sekali berbeda. Ternyata, amatir tidak sama dengan pemula, Saudara-saudara!

*JENG JENG JENG*

Lebih detail lagi, amatir bukanlah istilah yang tepat untuk menggambarkan posisi kita yang baru saja mulai melakukan suatu hal dalam suatu lingkungan. Ha wong ternyata amatir itu orang yang melakukan sesuatu atas dasar kesenangan, kok.

Lantas, apakah ini berarti para amatir adalah orang-orang yang sesungguhnya punya kemampuan di atas rata-rata? Misalnya, seperti Christiano Ronaldo yang—seandainya—adalah seorang karyawan bank, tapi ia juga selalu bergabung menjadi pemain sepak bola di agenda latihan tim nasionalnya setiap hari Sabtu?

Tingkat kemampuan para amatir bervariasi, mulai dari cukup hingga sangat baik. Yah, namanya juga ‘atas dasar kesenangan’—bukankah kecintaan semacam ini kadang justru bisa kita tekuni dengan lebih baik daripada pekerjaan yang sekadar bertujuan untuk mendapatkan uang, seperti pada profesi?

Tapi ingat, makna kata amatir ini tak lantas mengurangi ‘harga diri’ kata pekerja profesional dan profesi. Nyatanya, akan menjadi sangat mungkin jika profesi yang kita (hah, kita???) jalani sekarang juga berangkat dari kecintaan, kok. Udah cinta, dibayar pula. Udah cinta, berbalas pula. Kurang mantap apa lagi?

Namun yang jelas, pekerja profesional tak melulu berada di atas pekerja amatir, mylov. Mau kita udah sampai di level manager sekalipun, waktu tiba-tiba ada seorang pekerja amatir datang dan membantu pekerjaan kita, bisa jadi ia menyelesaikannya dengan cara yang jauh lebih gemilang. Dalam hal ini, pekerja amatir bisa bersifat penuh kejutan—persis seperti dirinya yang kita kira hanya akan menjadi teman biasa, tapi tahu-tahu malah mengguncangkan pertahanan hati ini sehing—

HALAH, SUDAH, SUDAH.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: amatiramatirankaryawanpekerja profesionalpekerjaanpemulaprofesi
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

7 Ciri Pimpinan yang Menjengkelkan dan Tidak Profesional | Semenjana Eps. 10
Video

7 Ciri Pimpinan yang Menjengkelkan dan Tidak Profesional | Semenjana Eps. 10

3 April 2025
Kapan Saatnya Keluar dari Pekerjaan? | Semenjana Eps. 1
Video

Kapan Saatnya Keluar dari Pekerjaan? | Semenjana Eps. 1

13 Februari 2025
Mentorship Club: Jalan Keluar Bagi Kalian yang Lagi Bingung Cari Solusi Masalah Karier.MOJOK.CO
Pendidikan

Mentorship Club: Jalan Keluar Bagi Kalian yang Lagi Bingung Cari Solusi Masalah Karier

23 September 2024
Enaknya Jadi Tour Guide di Jogja, Kerja Sambil Main, Bayaran per Hari Minimal 300 Ribu Rupiah!
Ragam

Enaknya Jadi Tour Guide di Jogja, Kerja Sambil Main, Bayaran per Hari Minimal 300 Ribu Rupiah!

12 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
Titi terendah perempuan: bawa bocil saat naik kereta api MOJOK.CO

Titik Terendah Ibu saat Naik Kereta Api Bawa Bocil: Mental Terguncang Bukan karena Bocil Tantrum tapi Mulut Jahat Sesama Perempuan

27 Juli 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan

27 Juli 2026
Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.