UKT UNY Lagi Ramai Dibahas, Berapa Ya Biayanya?

ukt uny mojok.co

Ilustrasi mahasiswa (Mojok.co)

MOJOK.CO – Dalam sepekan terakhir, perbincangan seputar biaya kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ramai diperbincangkan. Mulai dari uang kuliah tunggal (UKT) tinggi, permohonan penurunan biaya kuliah yang sulit, hingga ruwetnya birokrasi kampus, membuat banyak mahasiswa UNY akhirnya bersuara.

Lantas, bagaimana sebenarnya mekanisme penyesuaian UKT di kampus negeri bekas IKIP ini?

Berawal dari sebuah utas viral yang ditulis @rgantas, Rabu (11/1/2023), testimoni mengenai mahalnya biaya kuliah di UNY kemudian berlanjut. Mulai dari kisah mahasiswa yang harus rela menjual sapi untuk tetap bisa kuliah, terpaksa cuti karena permohonan penurunan UKT ditolak, hingga memutuskan pindah kampus mengingat semakin mahalnya biaya kuliah di UNY.

Bahkan, berdasarkan survei yang dilakukan aliansi kolektif UNY Bergerak kepada 1.024 mahasiswa, sebanyak 97 persen mahasiswa UNY keberatan dengan besaran UKT mereka saat ini. Survei ini juga mencatat, 17 persen responden menyatakan tidak sanggup membayar UKT; 67 persen menyatakan “mungkin sanggup”; sementara 15 persen lainnya menyatakan “sanggup dengan catatan”, seperti diangsur, bekerja paruh waktu, atau keluarga terpaksa berhutang maupun menjual barang.

“97 persen dari mereka itu keberatan dengan UKT. Entah itu golongan UKT mereka, atau sistem UKT yang tidak sesuai, dan banyak masalah lainnya,” kata salah satu tim kajian survei tersebut, Mushab Aulia Yahya, dalam keterangan resminya, Jumat (13/1/2023) lalu.

Akibat kondisi tersebut, kini diketahui ada sekitar 160 mahasiswa UNY pada akhirnya mempertimbangkan untuk mengambil cuti kuliah karena tak sanggup membayar uang kuliah.

Besaran UKT UNY dan mekanisme penyesuaian

Besaran uang kuliah tunggal atau UKT di UNY terbagi atas 7 (tujuh) golongan. Mulai dari yang paling murah Rp500 ribu, hingga yang paling mahal Rp6 jutaan. Biaya ini belum termasuk uang pangkal, yang biasanya dibebankan kepada mahasiswa jalur Seleksi Mandiri.

Klaim UNY, masing-masing golongan tersebut menyesuaikan dengan tingkat kemampuan ekonomi dari masing-masing orangtua mahasiswa. Meskipun, sebagaimana ditemukan UNY Bergerak, banyak yang merasa salah sasaran—alias mendapat UKT tinggi walaupun berasal dari kategori tidak mampu.

Berikut ini besaran UKT di UNY dari masing-masing golongan:

Golongan I: Rp500.000

Golongan II: Rp1.000.0000

Golongan III: Rp2.400.000

Golongan IV: Rp3.145.000 – Rp4.235.000

Golongan V:  Rp3.630.000 -Rp4.840.000

Golongan VI: Rp4.235.000 – Rp5.445.000

Golongan VII: Rp4.940.000 – Rp6.350.000

Sementara berdasarkan Surat Edaran No.1/SE/2023 tentang Ketentuan Pembayaran Biaya Pendidikan/UKT Semester Genap, UNY menuliskan empat poin yang harus diperhatikan dalam proses penyesuaikan besaran UKT yang diterima mahasiswa.

Poin 1: Perubahan kelompok atau golongan UKT, yang bisa didapat mahasiswa dengan syarat orangtua/wali penanggung biaya kuliah meninggal dunia.

Poin 2: Penurunan UKT 50% bagi mahasiswa yang sudah mengambil Tugas Akhir.

Poin 3: Pembebasan bersyarat bagi mahasiswa yang menjalani yudisium di semester tersebut.

Poin 4: Pembayaran angsuran dengan syarat dan ketentuan yang telah ditentukan.

Meski demikian, berdasarkan temuan UNY Bergerak, banyak mahasiswa yang pada akhirnya kecewa. Muaranya, meski sudah mengajukan surat-surat yang diminta kampus untuk menurunkan UKT, banyak pengajuan yang ditolak.

Adapun, bagi mereka yang pengajuannya diterima, nominalnya tidak sepadan atau tak sesuai dengan yang mereka ajukan di awal.

“Tidak adanya jaminan bahwa UKT diturunkan sesuai kemampuan ekonomi mahasiswa,” ujar Opal, salah satu perwakilan UNY Bergerak dalam keterangannya.

“Banyak penurunan yang diputuskan hanya sebesar Rp400-500 ribu saja. Waktu pembayaran yang ditetapkan juga singkat, mahasiswa menjadi kesulitan,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA UNY Panggil Pembuat Utas Soal UKT, Pemda DIY Siapkan Beasiswa untuk Mahasiswa

Exit mobile version