Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Pejabat Bea Cukai Yogyakarta Viral Pamer Kekayaan, Cederai Tingginya Angka Kemiskinan

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
28 Februari 2023
A A
bea cukai yogyakarta mojok.co

Tangkapan layar sosmed diduga Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto yang pamer kekayaan. (istimewa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kepala Bea Cukai Yogyakarta tengah viral di media sosial. Hal ini imbas konten sosmednya yang berisi pamer kekayaan. 

Kasus penganiayaan Mario Dandy Satrio, putera pejabat Direktorat Jenderal Pajak, Rafael Alun Trisambodo pada Christalino David Ozora berbuntut panjang. Tak hanya Rafael yang jadi sorotan karena kekayaan fantastisnya sebagai pejabat publik, masyarakat pun mulai memelototi aset-aset pejabat lain.

Sebut saja Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto yang pamer kekayaannya di sosmed. Salah satu akun Twitter mengunggah tangkapan layar akun Instagram @eko_darmanto_bc yang dugaannya milik Eko Darmanto.

Dalam tangkapan layar sosmed tersebut, terdapat seorang pria berfoto bersama barang-barang mewah. Tak hanya mobil dan motor gede (moge), namun juga pesawat terbang.

Saat menyambangi kantornya di Jalan Yogya-Solo, Selasa (28/02/2023) Eko kabarnya sedang berada di Jakarta. Salah seorang petugas yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan kepergian Eko ke Jakarta dalam rangka tugas.

“Kalau pak Eko-nya sendiri memang sedang di Jakarta. Dari kemarin. Iya [ada tugas] memang dari kemarin sedang di Jakarta,” ungkapnya.

Petugas tersebut menjelaskan, Humas Bea Cukai Yogyakarta belum bisa menyampaikan pernyataan atas informasi yang viral di medos. Sebab humas sedang sibuk menyiapkan acara untuk pengguna jasa.

“Humas tidak ada statement apa-apa karena sedang menyiapkan event untuk pengguna jasa. Hari ini teman-teman kesedot event tersebut. Karena memang besok event-nya lumayan untuk pengguna jasa kami,” paparnya.

Cederai angka kemiskinan Yogyakarta yang tinggi

Secara terpisah, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyatakan pamer harta dan kekayaan yang dilakukan pejabat publik merupakan tindakan yang tidak simpatik dan tidak berempati. Apalagi angka kemiskinan di Yogyakarta cukup tinggi.

“Apalagi di Jogja itu kan angka kemiskinannya tinggi, gini rasionya tinggi, angka pengangguran masih banyak sehingga praktik kehidupan pribadi mestinya mencerminkan setidak-tidaknya ada empati [bukan malah pamer kekayaan],” tandasnya.

Eko menambahkan, para pejabat publik mestinya mencontoh para pengusaha lokal di Yogyakarta seperti gudeg dan bakmi. Meski kekayaan mereka tidak kalah dari pejabat dan secara ekonomi sangat mapan, bahkan mungkin lebih dari pejabat, mereka mampu menempatkan diri dan berempati pada sekitar.

Saat berjualan gudeg misalnya, pengusaha gudeg melayani pengunjung dengan pakaian yang sederhana. Begitu pula pengusaha bakmi yang tidak pamer kekayaan saat berjualan.

Para pejabat juga bisa mencontoh Raja Kraton Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan HB X maupun Raja Kadipaten Pakualaman sekaligus Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X. Keduanya tak pernah pamer kekayaan.

“Saya kira model-model pamer kekayaan tidak cocok sama rakyat kita,” ungkapnya.

Iklan

Sekda DIY menyampaikan hal yang senada, Baskara Aji yang menyatakan, para pejabat mestinya lebih mengedepankan kesahajaan alih-alih pamer kekayaan. Pimpinan dan tokoh masyarakat di Yogyakarta pun sudah memberikan contoh untuk hidup sederhana.

“Ditengah kita kan bukan semua orang yang memiliki kekayaan sehingga [pejabat] mestinya momong masyarakat yang saat ini masih hidup sederhana,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Penampakan Rumah Mewah Rafael Alun di Jogja

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2023 oleh

Tags: bea cukai yogyakartaeko darmantopamer kekayaanrafael alun
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Resto Bilik Kayu Rafael Tutup, Karyawan Belum Jelas Pesangonnya. MOJOK.CO
Kilas

Resto Bilik Kayu Rafael Tutup, Karyawan Belum Jelas Pesangonnya 

9 Juni 2023
ruu perampasan aset
Kotak Suara

Update RUU Perampasan Aset yang Semakin Mendesak

13 Maret 2023
Kejahatan Mario Dandy Adalah Wajah Budaya Feodal di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Kejahatan Mario Dandy Adalah Wajah Budaya Feodal di Indonesia

6 Maret 2023
kebiasaan flexing mojok.co
Sosial

Fenomena Orang Tajir Pamer Kekayaan, Pakar UGM Ungkap Alasan Flexing

1 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.