Berharap Oscar Lewat Film Turah

Di bulan September ini, barangkali tak ada manusia Indonesia yang lebih berbahagia ketimbang Wicaksono Wisnu Legowo. Maklum, sutradara muda ini baru saja mendapatkan berkah yang teramat sangat luar biasa: film perdananya, Turah, terpilih mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Academy Awards ke-90 pada kategori film berbahasa asing terbaik.

Turah akan bersaing dengan ratusan film dari puluhan negara di ajang bergengsi yang dikenal dengan nama Oscar itu.

Wicaksono tentu saja girang bukan main. Lha gimana nggak girang, ia sendiri mengaku bahwa film Turah digarap ala kadarnya, yang penting beres, ealah kok malah bisa masuk bioskop, dan ujug-ujug bisa mewakili Indonesia di Oscar.

“Nggak menyangka umurnya bisa sepanjang ini. Sudah hampir setahun dan ternyata masih ada yang mengapresiasi Turah. Dari 2016 akhir, lalu masuk festival, terus baru masuk bioskop bulan lalu dan hanya bertahan dua minggu lebih di Tegal,” kata Wicaksono.

Turah mengisahkan kehidupan sebuah kampung di Tegal yang bernama Tirang, sebuah kampung pesisir dengan pasokan listrik dan air bersih yang sangat minim. Di kampung tersebut, terjadi sebuah konflik sosial yang dimotori oleh Jadag, kawan Turah yang sangat ingin melawan hegemoni kekuasaan Juragan Darso dan tangan kanannya Pakel atas penduduk kampung Tirang.

Ceritanya yang sederhana, teknis yang biasa saja, tapi penggarapan dramatis dan pesannya yang sangat kuat menjadi alasan utama film Turah dipilih oleh komite seleksi untuk mewakili Indonesia di Oscar. Komite seleksi beranggotakan 13 orang, termasuk Christine Hakim, Reza Rahadian, Mathias Muchus, dan Marcella Zalianty.

Indonesia rutin mengirimkan perwakilannya di Oscar sejak 1987, tapi belum satu film pun yang berhasil masuk nominasi.

Nah, melalui film Turah ini, banyak yang berharap ia bisa menjadi film Indonesia pertama yang masuk 10 besar, atau bahkan menang Oscar. Jika itu terjadi, ia akan menjadi sejarah bagi dunia perfilman Indonesia.

Yah, siapa tahu, jika nanti Turah menang Oscar, kegiatan nonton bareng film Pemberontakan G30S/PKI nanti bisa diganti menjadi nonton bareng film Turah. Ya tho?

*Lamat-lamat, terdengar suara teriakan Jadag, “Aku ora butuh Oscar, aku butuhe sega karo lawuh.”

film turah

Exit mobile version