MOJOK.COKamu bingung setelah tiba-tiba surat PHK datang? Jangan khawatir, di dunia ini ada banyak banget aktivitas yang bisa menghasilkan.

Kamu sudah kerja dengan baik, gambaran masa depan dan kariermu kayak udah jelas banget. Tergambar sudah kamu mau beli rumah di mana, mau punya pasangan hidup kayak gimana, bahkan kamu sudah mempersiapkan dana pensiun segala.

Mendadak perusahaan tempatmu bekerja bikin kebijakan “perampingan”. Yah, itu bahasa halus untuk nyebut PHK aja sih. Ternyata di antara teman-teman kantormu, kamu yang kena PHK. Dunia seolah runtuh, iya; lebih sakit dari ditinggal mantan nikah, iya; lebih sakit dari sakit gigi… ya nggak juga sih….

Tiba-tiba duniamu berubah. Kamu yang sebelumnya tiap hari harus selalu mandi pagi lalu berangkat kerja, akhirnya cuma kluntang-kluntung garuk-garuk selangkangan sambil sekrol timeline.

Bingung mau ngapain, hidup jadi hampa, tiba-tiba jadi akrab banget sama Roqib dan Atid. Duit tabungan pun pelan-pelan jadi setipis pantyliner. Layak kalau kemudian kamu merasa panik.

Nah, agar kamu tidak menjadi salah satu dari 6,82 juta pengangguran di Indonesia pada 2019 ini, mungkin ada baiknya kamu mulai ubah cara pandangmu. Ikuti beberapa usulan dari Mojok agar hidupmu lebih berfaedah.

Pesugihan

Duitmu menipis usai kena PHK? Pengeluaran lebih besar dari pendapatan, karena pendapatan nggak ada sama sekali? Yaiyalaaaaaah.

Baca juga:  Kita Menikah dan Kamu Ingin Seks Aja

Nah, salah satu cara instan untuk mengakhiri kutukan seperti ini ya jelas: pessugihan. Mungkin awalnya kamu merasa jijik. Idih, masa pesugihan sih? Nggak bermoral banget sih. Ha daripada ngerampok yeee kan?

Jangan khawatir, pesugihan kan ada banyak macamnya. Jadi pilih aja yang kira-kira kandungan dosanya minimal. Melihara tuyul misalnya. Kan itu jin yang belum balig. Tapi ingat, kalau udah kelihatan berhasil, sebaiknya segera dilepas. Bukan apa-apa, konon kalau orang pakai pesugihan itu mendadak jadi Die Hard.

Cari pacar orang kaya

Kamu takut dengan hal-hal mistis? Tidak masalah, kami punya usulan lain yang lebih rasional, yakni macarin orang kaya. Tak perlu merasa gengsi atau merasa bersalah. Tapi ingat, jangan bawa-bawa perasaan dalam hubungan ini. Ingat, mau kamu sesayang apa pun dengan dia, ini hanyalah bisnis. Tak lebih. Jadi jangan kelewatan.

Lebih dahsyat lagi kalau kamu berhasil memacari anak mantan bos yang memecat kamu. Selain kamu bisa balas dendam, kamu juga bisa bikin perjanjian bagi-bagi warisan saham.

Jadi motivator

Kamu merasa nggak ganteng atau cantik? Nggak masalah, ada profesi yang tidak mengandalkan wajah rupawan atau bentuk tubuh ideal. Namanya motivator. Ceritakan saja bagaimana kamu bisa survive setelah mengalami PHK dari kantormu. Utamakan kisah-kisah sedihmu, lalu sempilkan kalimat-kalimat hikmah di sana.

“Setelah saya ditinggal nikah olehnya, ternyata itu menyadarkan saya. Bahwa saya selama ini memang jelek, miskin, dan pengangguran.”

Baca juga:  Misteri Pondokan Keluarga Pengabdi Kuntilanak

Menjadi penulis Mojok

Di antara semua usulan di atas, barangkali ini usulan paling konkret. Kamu jago menulis status panjang di Facebook? Pikiran-pikiranmu ternyata nakal dan selalu banyak akal? Ada baiknya kamu konsentrasi untuk jadi penulis Mojok.

Dengan honor yang jumlahnya bisa untuk mendapatkan satu botol Minyak Kutus Kutus plus pulsa kuota sebulan, menjadi penulis Mojok bukanlah profesi yang menyedihkan. Hanya saja syaratnya cukup berat. Kamu harus bertarung dengan 40 pengangguran lainnya tiap hari untuk bisa tayang.

Menjadi penulis Terminal Mojok

Sulit menulis di Mojok karena dari ratusan naskah yang kamu kirim, tak ada satu pun yang dimuat? Jangan khawatir. Kamu masih bisa menjadi penulis Terminal Mojok.

Oke, secara honor mungkin nggak sebesar jadi penulis Mojok, tapi jangan khawatir, paling tidak tiap hari kamu nggak harus garuk-garuk selangkangan lagi sambal sekrol timeline doang, tapi ada hal-hal produktif yang bisa kamu bagikan.

Lagian kan yang penting nggak jadi pengangguran. Kalau soal isi rekening, serahkan pada Allah semata, serahkan duka gembiramu, agar damai senantiasa di hatimu.



Loading...



No more articles