Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Mop

Sudah Pengangguran, Pakai Koteka, Markus Masuk Neraka

Geril Dwira oleh Geril Dwira
5 Maret 2019
A A
Koteka pengangguran
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Markus akhirnya selesai sekolah dan menikah muda. Ia ingin mencari pengalaman dengan bekerja, tapi baru sebentar bekerja malah cepat jadi pengangguran.

Jas Terbakar

Ini kisah sebelum Markus mulai tersesat di rimba pengangguran. Waktu itu, Markus bekerja sebagai asisten seorang pengusaha di Papua. Pada suatu siang, dia telepon bosnya yang sedang bekerja di kantor

“Halo, Bos. Ini saya, Markus.”

“Oh, Markus. Ada apa telepon?”

“Ah, trada, bos. Sa cuma mo lapor sekalian minta maaf. Waktu sa setrika tadi, bos pu jas terbakar. Sa minta maaf, Bos.”

Beruntung, Markus memiliki bos yang cukup baik. Mendengar laporan asistennya itu ia malah menjawab, “Sudahlah, Markus. Biar saja. Tidak apa-apa. Nanti saya beli yang baru. Gampang to.”

“Adoo, sa beruntung sekali. Sa pu Bos ni memang paling baiiiik sekali. Terima kasih bos eee.”

“Hehehe, iya, sama-sama, Markus. Eh, Markus, ko ada di mana ini? Macam ramai sekali deng suara-suara orang di sebelah. Ko ada telepon darimana kah?”

“Sa cuma ada pinjam hape teman, Bos”

“Waduh, kenapa tra telepon dari mes karyawan saja?”

“Nah, itu dia. Tidak bisa, Bos. Masalahnya, mes karyawan juga iko terbakar deng Bos pu jas yang saya lapor tadi tuh.”

“Maarrkuuuuuussssss… Ko libur dulu eeeee! Libur selamanya!”

Naik motor berdua

Sejak kejadian itu, Markus akhirnya libur dan menjalani hidup sebagai orang bebas, alias jadi pengangguran. Padahal, tanggungan Markus masih banyak yang belum selesai, termasuk motor barunya.

Satu kali, Markus pergi baku gonceng bersama Mince, sang istri. Dengan motor kesayangan, pasangan yang belum lama menikah ini pergi berkeliling kota sore hari. Namun, celaka, tak lama berkeliling, motor yang dibawa Markus masuk dalam lobang. Mereka berdua terlempar.

Iklan

Markus sigap, segera berdiri dan cepat-cepat angkat motor. Melihat Markus mengangkat motor, Mince segera protes, “Kakaaa eeee, ko angkat motor, ko tramau angkat sa lebe dulu kaaah?”

Markus menjawab, “Adooh, adik, ko su lunas. Tapi motor ini beluumm ee!”

Naik ke tembok

Suatu hari, Markus yang masih jadi pengangguran, lewat di depan rumah Pace Albert. Ia melihat pohon mangga milik Pace Albert yang terkenal sangat manis sedang mulai berbuah. Ia berniat suatu hari nanti bisa ikut mencoba rasa buah mangga itu. Entah bagaimana caranya.

Beberapa minggu kemudian, Markus kembali lewat di muka rumah Pace Albert. Buah mangga sudah banyak yang matang. Namun ternyata, rumah Pace Albert sudah dikasih pagar tinggi, dia membuat tembok di sekeliling rumah.

Markus berpikir, “Ko kira sa tra bisa mencuri kah. Biar ko kasih tembok sa tetap bisa panjat ko pu tembok. Ko liat saja eee.”

Malam harinya, Markus mulai melancarkan aksi. Ia mulai memanjat Pace Albert pu tembok rumah. Tapi belum selesai Markus memanjat, ternyata Pace Albert masih ada di beranda rumah, “Heeei!!! Ko pencuri kah?!! Ko cepat turun eee!!!”

Markus kaget dan hampir jatuh. Markus malah balik marah ke Pace Albert, “Hey, Pace! Coba ko pu cara tegur itu yang bae-bae kah! Memang sa pencuri, tapi kalo ko teriak, sa kaget, trus sa jatuh. Siapa yang bayar ongkos rumah sakit? Sa pu istri siapa yang kase makan?? Saya toh belum mencuri, saya belum lewat ko pu pagar, baru ko su teriak!”

“Wehh Markus, ko su gila kah?”

Akhirnya masuk neraka

Sejak kejadian malam itu Markus di pengangguran jadi sering kepikiran akan dosa. Satu kali, saat tertidur, Markus pernah bermimpi bertemu malaikat di akhirat. Dia melihat orang-orang yang su mati sedang diadili, dimasukkan ke dalam surga atau neraka.

Markus ketakutan, karna melihat teman-temannya banyak masuk ke neraka. Sampai akhirnya, tiba giliran Markus yang menghadap malaikat.

Meski takut, Markus mencoba untuk tetap terlihat santai saat menghadap sambil bertanya, “Wahai malaikat, kira-kira sa ini masuk surga ka ato neraka eee??”

“Hhmmm. Sebentar saya cek,” jawab malaikat

“Oke.. jang lama-lama eee.”

“Adooh, Markus, kamu itu kurang satu angka lagi bisa masuk neraka.”

“Wih, iyo kah? Memang kenapa kaah?”

“Nilai dosa 500 ke atas masuk neraka, untung kamu baru dapat nilai 499.”

“Anjjiiinggg… untung sa tidak masuk neraka eeee.”

“Yoooo…. Markus, ko sekarang masuk neraka sudah. Karna tambah satu kata jorok.”

Pengangguran beli lilin

Markus nampak bergegas pada suatu siang. Ia terburu-buru masuk ke kantor PLN dan segera menghampiri loket pembayaran. Maklum, proses pembayaran saat itu masih manual, dan menjelang akhir bulan, Markus terlambat membayar listrik.

Tak lama mengantri, tiba giliran Markus. Dari dalam loket keluar suara merdu menyapa, “Selamat siang, Bapa. Mo bayar listrik kah?”

“Iyo, memangnya sa mo beli semen kah. Kalo sa tra bayar, nanti kalian kase putus listrik di rumah. Wei nona, sa musti bayar berapa kah?”

Setelah memeriksa rekening pembayaran, kasir kemudian memberikan tagihan dan menunjukkan jumlah yang harus dibayar Markus, “Bulan ini Bapa bayar Rp150 ribu.”

Markus menerima bukti tagihan itu, kemudian mengembalikannya lagi ke kasir dengan membungkus beberapa lembar uang. Kasir yang menerima heran, “Bapa, uang yang Bapa bayar ini cuma Rp100 ribu rupiah saja. Masih kurang Rp50 ribu.”

“Ah, su pas itu nona. Uang yang 50.000 itu sa pake untuk beli lilin kalo listrik mati-mati trus eee.”

Bicara Koteka

Setelah selesai membayar iuran listrik, Markus memutuskan untuk kembali rumah. Tapi sebelum pulang, ia pergi makan di sebuah warung. Saat makan, ia bertemu dengan Kosim, orang Jawa yang baru merantau di Papua.

“Permisi, mas aselinya dari Papua kah?” Tanya Kosim.

Markus yang mendengar pertanyaan itu langsung menjawab, “Sebenarnya sa mo mangaku asli Tionghoa, tapi karna orang-orang tra percaya, sa bilang sa dari Papua.”

“Ooh, katanya orang-orang Papua masih suka pake koteka ya?”

“Iya, betul. Nanti ko lihat sendiri.”

“Trus ambil kotekanya dari mana?”

“Kami itu kalo mo ambil koteka itu jauuuh sekali. Harus naiiikk, trus turuunn, naiiik lagiii, turun lagii, naiiiik, belok sedikit, harus lewat gunung-gunung.”

“Wah, jauh sekali ya. Kalo jauh begitu, kenapa tidak coba pakai daun pisang?”

“Weeehh, Bro. Ko kira ini lontong kaah??!!”

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2019 oleh

Tags: kotekaPapuaPengangguran
Geril Dwira

Geril Dwira

Artikel Terkait

Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO
Seni

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah.MOJOK.CO
Sosial

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah

3 April 2026
tunggu aku sukses nanti.MOJOK.CO
Seni

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Ketika Sandwich Generation Bermimpi, Orang Lain Tak Kehabisan Cara Buat Mencaci

26 Maret 2026
papua.MOJOK.CO
Sosok

Tolak Tawaran Kerja di Amerika Demi Mengajar di Pelosok Papua, Berambisi Memajukan Tanah Kelahiran

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Kaya dari Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

7 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban

8 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.