Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Bukan Ronaldo Atau Bale, Luka Modric Pemain Terbaik Real Madrid 3 Tahun Terakhir

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
26 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gelar pemain terbaik FIFA 2018 cukup menegaskan bahwa Luka Modric adalah pemain terbaik Real Madrid untuk tiga tahun terakhir. Bukan Ronaldo, bukan Bale.

Tahun 2010 yang lalu, publik sepak bola dunia dibuat mengernyit ketika Wesley Sneijder tidak masuk ke dalam nominasi pemenang Ballon d’Or. Padahal, gelandang serang asal Belanda tersebut menjadi unsur kunci treble winner Inter Milan dan dongeng Belanda di Piala Dunia 2010 di mana mereka mencapai babak final sebelum ditundukkan Spanyol.

Iklan

FIFA lebih suka menjual trio Barcelona di atas podium penghargaan: Andres Iniesta, Lionel Messi, dan Xavi Hernandez. Lewat tabungan 34 gol dalam satu musim dan berbekal penghargaan sepatu emas Eropa, Messi menjadi penerima Ballon d’Or. Seperti sebuah opera yang terskenario, euforia hanya milik Messi dan lingkaran Barcelona-nya.

Untung saja, “kejutan” yang sama tidak terjadi di penghargaan pemain terbaik Eropa 2018. Masuk kategori bersama Mohamed Salah dan Cristiano Ronaldo, Luka Modric terpilih sebagai pemenang. Atas performa brilian Modric bersama Real Madrid di Liga Champions dan bersama Kroasia di Piala Dunia, pemain berusia 33 tahun tersebut memang layak menerima penghargaan yang terbaik di dunia.

Luka Modric memang sangat layak menjadi yang terbaik. Bahkan, bagi penikmat sepak bola yang bisa memandang secara objektif, Modric adalah pemain terbaik Real Madrid. Bukan hanya tahun ini saja, melainkan tiga tahun ke belakang. Ketika Los Blancos memenangi tiga piala Liga Champions secara berturut-turut.

Sepak bola menadi kontestasi yang terlalu sempit ketika kamu memandang yang terbaik dari jumlah gol saja. Atau bahkan ketika hanya menggunakan nama besar sebagai patokan utama.

Sepak bola adalah kontes yang kompleks. Ada defender, creator, ada controller, dan ada finisher. Pun finisher sebetulnya tidak terbatas kepada menyelesaikan peluang, tetapi menyelesaikan sebuah proses kreatif sebuah serangan menjadi situasi matang untuk menjadi peluang gol. Ia memastikan proses kreatif itu selesai. Dan terkadang, pemain inilah yang tidak boleh tidak ada. Ia adalah  semesta di mana para pemain lain tumbuh dan berkembang. Ia seperti seorang ibu yang menyuapi anak-anaknya dengan air susu terbaik.

Modric adalah sosok pemain ini. Ia seperti ibu yang memastikan anak-anaknya tumbuh dan berkembang. Ia mengawasi semua. Mulai dari proses membangun serangan dari bawah, terlibat aktif di dalam proses itu, dan menyelesaikan semuanya menjadi peluang. Tapi ia bekerja dalam tempo dan dunianya sendiri. Terkadang tidak terekam, tertutup oleh ingar bingar perayaan gol Cristiano Ronaldo atau Gareth Bale.

Ryan Tank, analis sepak bola dan penulis buku The Inside Wing merangkum nama Modric ke dalam tiga kata, yaitu taktis, kreatif, dan visioner. Untuk seorang gelandang secara khusus, dan pesepak bola secara umum, ini rangkuman yang komplet. Sudah menjelaskan semuanya.

Taktis, kreatif, dan visioner didukung oleh etos kerja yang luar biasa dan teknik dasar sepak bola yang begitu matang. Perhatikan video di bawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=U-_wnjqR6q0&feature=youtu.be

Ketika Luka Modric meminta bola, ia sudah sadar bahwa pemain lawan akan langsung memberikan tekanan dari belakang. Jika visi pemain terbatas, ia cenderung mencari jalan aman dengan mengumpan bola ke bawah (bisa gelandang bertahan atau bek tengah). Modric, sebelum menerima bola, sudah memindai situasi. Jadi, ia bisa beraksi dengan cepat dengan akurasi yang tepat.

Satu sentuhan kecil, ia membebaskan bola dari terjangan lawan, sekaligus memastikan proses menyerang Madrid tetap berjalan. Perhatikan pula gerakan lanjutan mantan pemain Tottenham Hotspur itu. Ia segera berlari ke depan, menyediakan diri sebagai opsi umpan demi menjaga progresi positif Los Merengues.

Proses-proses sederhana ini berlangsung dalam sekejap. Tetapi, yang sekejap itu punya andil yang sangat besar terhadap serangan Madrid. Kecepatan berpikir Luka Modric memastikan lini depan Madrid tidak kekurangan asupan bola. Karena hanya situasi bola sampai di sepertiga akhir, sebuah peluang bisa tercipta. Peluang, sama dengan gol. Sangat sederhana.

Kesederhanaan ini pula yang menjadi corak Real Madrid selama tiga tahun terakhir, selama masih dilatih Zinedine Zidane. Semakin sederhana cara menyerang sebuah klub, semakin mudah ia masuk ke kotak penalti lawan.

Bersama Toni Kroos dan Casemiro, menciptakan trio gelandang terbaik di dunia, Luka Modric menjahit, menyatukan keduanya. Casemiro dan Kroos menyeimbangkan, Modric menyempurnakan. Kesadaran akan ruang pemain Kroasia ini memastikan Real Madrid tidak kehilangan bola di lapangan tengah.

Perhatikan dua ilustrasi dari Ryan Tank di bawah ini:

Iklan

Sebetulnya, dua ilustrasi di atas merupakan aksi yang kompleks. Mulai dari membaca arah bola dari kawan, pergerakan tanpa bola, hingga menciptakan ruang bagi kawan supaya progresi berjalan bersih dan aman. Aksi yang kompleks ini seperti berjalan dalam satu tarikan napas saja. Inilah aksi yang bobotnya sangat besar dalam sebuah proses serangan. Sama pentingnya dengan gol itu sendiri.

Pemain yang bisa menyederhanakan aksi kompleks (pass, move, and create) menjadi terlihat sederhana adalah gambaran pemain cerdas.

Selain punya peran maha penting di proses serangan, Luka Modric juga berevolusi menjadi gelandang box-to-box cemerlang. Sangar ketika menyerang, ia juga tangguh ketika menjalankan tugas bertahan. Lewat pembacaan ruang dan etos kerja tinggi, Modric seperti mampu meredam proses serangan lawan yang sebetulnya potensial. Ia nyaris bisa berdiri di ruang dan waktu yang tepat.

https://www.youtube.com/watch?v=h5n-ulI7dKQ&feature=youtu.be

Komplet sebagai pemain, sekali lagi, keberadaannya tidak boleh tidak ada bagi Madrid. Sebuah atribut yang cukup membuat Modric layak disebut sebagai pemain terbaik Madrid, bahkan untuk tiga tahun terakhir. Ketika Ronaldo sudah hengkang ke Juventus, Real Madrid tidak kehilangan stabilitas. Setidaknya hingga saat ini.

Untuk semakin menegaskan status yang terbaik milik Modric, silakan nikmati video di bawah ini:

Terakhir diperbarui pada 26 September 2018 oleh

Tags: ballon d'orCristiano Ronaldogareth balekroasiaLiga Championsluka modricModricPemain terbaikpemain terbaik duniaPiala duniaReal Madrid
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura

30 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Gotong Royong ala Serigala Putih: Napas Kultural Uzbekistan di Pentas Piala Dunia.MOJOK.CO

Sepak Bola Gotong Royong Bernama Mahalla, Senjata Taktis Uzbekistan di Piala Dunia

17 Juni 2026
Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika.MOJOK.CO

Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika

12 Juni 2026
Elektabilitas Ganjar Pranowo merosot tajam. MOJOK.CO

Dinilai Gagalkan Piala Dunia U-20, Elektabilitas Ganjar Pranowo Dipepet Prabowo

11 April 2023
piala dunia u-20 mojok.co

Jogja Gagal Dapat Limpahan Wisatawan Akibat Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

31 Maret 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Gus Yahya dalam sambutan pembukaan Muktamar ke-35 NU: Nahdlatul Ulama harus bersinergi dengan pemerintah untuk kemaslahatan rakyat MOJOK.CO

Gus Yahya: NU Tidak Punya Jalan Lain Selain Kerja Sama dengan Pemerintah jika Ingin Hadirkan Manfaat Nyata

27 Agustus 2026
Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.