[MOJOK.CO] “Ketika pengendara sepeda motor bertindak seakan jalan raya milik mbahnya. Eh, ternyata memang cucu Daendels.”

Bagi saya, menggunakan sepeda motor lebih enak ketimbang naik mobil Fortuner. Selain gesit, penggunaannya pun lebih mudah dibanding kendaraan roda empat (yah, emang dasarnya saya tidak punya mobil aja sih). Karena itu, pengguna sepeda motor pun makin berjubel banyaknya.

Barangkali kalau semua sepeda motor di Indonesia dicemplungkan ke laut, bakalan jadi terumbu karang di masa depan.

Dengan makin banyaknya pengguna sepeda motor di jalanan Indonesia. Hal ini menimbulkan beberapa persoalan yang tidak bias dibilang baru. Yakni, perilaku sopan santun di jalanan. Alih-alih saling menghormati satu sama lain, yang ada malah lebih mementingkan diri sendiri.

Sebenarnya kita tidak bisa serta merta menyalahkan sepeda motor sebagai biang keroknya. Sepeda motor tidak punya daya keinginan, tiang listrik juga. Manusialah yang membuat celaka. Ya, kalau yang celaka dirinya sendiri, lha ini orang lain jadi ikut celaka gara-gara tingkahnya.

Saya sering kesal dengan perilaku menyebalkan pengendara lain, tapi aku yo mung iso mbatin. Mau negur, takut diajak berantem. Ketimbang tak batin sendiri, mendingan tak bagi aja deh apa aja perilaku nyebelin yang mereka lakukan. Yuk mari….

1. Berjalan Lambat di Tengah Jalan

pengendara-motor-mojok

Sudah menjadi peraturan jalanan kalau lajur kiri untuk kendaraan roda dua atau kendaraan dalam posisi lambat, sedangkan kanan untuk roda empat atau posisi kenceng. Nah, kalau tengah?

Baca juga:  Mengapa Emak-Emak Sebaiknya Tidak Belajar Nyetir Mobil kepada Suami

Masih sering saya temui di jalanan jenis pengendara motor yang berjalan lambat di lajur tengah. Biasanya mereka akan melakukan maneuver untuk berbelok ke kiri atau sebaliknya. Nah, biasanya lagi mereka berbelok tanpa menyalakan lampu sein. Langsung menukik tanpa pemberitahuan itu rasanya kaget sekali. Bisa bikin pengendara lain panik.

2. Menyalakan Sein Kiri, Beloknya ke Kanan, dan Vice Versa

mojok-perilaku-pengendara-motor

Biasanya yang menjadi bahan pergunjingan perilaku ini adalah ibu-ibu pengendara motor matic. Walaupun kalian-kalian yang bukan ibu-ibu dan nggak pake matic juga pasti ada yang melakukannya. Kasihan lho, siapa tahu itu ibu kamu. Dikasih tahu saja pelan-pelan biar paham cara menggunakan lampu sein. Soalnya kalau nggak dikasih tahu, bisa bikin celaka pengguna lain dan nambahin dosa geng ghibah.

Mari kita selamatkan ibu-ibu dari tuduhan ini. Bukankah kita semua sayang ibu?

:’)

3. Menyalip di Antara Dua Mobil

mojok-perilaku-pengendara-motor

Yang satu ini merupakan salah satu aksi gagah-gagahan dari pengguna sepeda motor menyebalkan yang paling menyebalkan. Entah apa motivasinya melakukan hal ini, apakah biar dibilang ganteng? Oh, tentu tidak. Saya yang belum pernah melakukan hal ini saja tetep ganteng.

Oh, mungkin mereka ingin ganteng seperti saya. TAPI NGGAK GINI JUGA CARANYA! Bikin panik pengguna lainnya. Bukannya ganteng malah jadi gepeng kayak Tom and Jerry.

4. Berkendara Beriringan Sambil Mengobrol

Baca juga:  Fikih Jalan Raya

mojok-perilaku-pengendara-motor

Entah apa yang sedang mereka obrolkan. Sepenting apa hingga harus dilakukan di jalanan secara beriringan? Apakah mereka sedang dilanda asmara? Bisa jadi.

Tapi, mbok ya ngobrolnya nanti kalau sudah sampai di lokasi atau paling nggak berhenti dulu baru ngobrol. Gitu aja kok sampe ngerepotin pengguna jalan lain sampai harus nglaksonin segala.

Versi hemat dari perilaku ini adalah, berkendara sambil menelepon. Waduh, ditelepon pacarnya nih? Mengendarai sepeda motor itu butuh konsentrasi. Jangan kau alihkan dengan hal lainnya. Oke, beibeh?!

5. Tiba-Tiba Menyalip dan Memotong Jalur

mojok-perilaku-pengendara-motor

Segala sesuatu yang dilakukan secara tiba-tiba biasanya menimbulkan kemudharatan. Jadi, janganlah menyalip secara tiba-tiba. Lakukanlah perhitungan yang matang sebelum menyalip. Seperti memberi tanda sein atau dengan klakson.

Komentar
Add Friend
No more articles