Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Versus

Kosakata Bahasa Indonesia yang Bikin Salah Paham, dari ‘Nyinyir’ Hingga ‘Wacana’

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
6 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dari sekian banyak kosakata bahasa Indonesia, ada yang memiliki makna bertolak belakang dari apa yang dipahami masyarakat luas. Coba, apa sih makna kata ‘wacana’ yang sebenarnya???

Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia—merupakan salah satu poin dalam Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menandai lahirnya bahasa Indonesia. Disebutkan oleh Badan Bahasa, Kemdikbud, bahasa Indonesia ini berasal dari bahasa Melayu yang berkembang di Asia Tenggara sejak abad ke-7.

Iklan

Meski begitu, saking pesatnya perkembangan bahasa Indonesia, ada beberapa hal yang terjadi di luar kendali. Perkembangan kosakata bahasa Indonesia, misalnya, mengalami kemajuan pesat hingga tak jarang melahirkan bahasa slang atau justru menimbulkan salah kaprah tersendiri.

Jika sebelumnya kita telah mempelajari kesalahan memaknai kosakata bahasa Indonesia yang umumnya berarti sebaliknya (kita menganggap sebuah kata bermakna “A”, padahal seharusnya “bukan A”), kali ini kita akan bertemu beberapa kata yang justru dimaknai sangat berbeda dengan arti sebenarnya. Entah apa yang mendasarinya, tapi fenomenan ini disebutkan terjadi karena perkembangan kosakata bahasa Indonesia itu sendiri.

Berikut adalah 5 di antaranya:

1. Nyinyir

Berkat akun-akun gosip yang ramai bertebaran di Instagram, kata nyinyir telah populer di kalangan rumpi Indonesia dan sering kali dianggap bermakna sama dengan kata nyindir. Padahal sebenarnya, tahukah kamu bahwa kata nyinyir dan nyindir itu benar-benar seperti kamu dan dirinya—alias beda banget???

Menurut KBBI, nyinyir berarti mengulang-ulang perintah atau permintaan, nyenyeh, cerewet. Nah, menilik definisi ini, jelaslah sudah bahwa nyinyir itu bukan nyindir, Sayangku—melainkan aktivitas kebanyakan omong karena selalu diulang-ulang—persis kayak kamu mengulang-ulang memori saat bersamanya. Eaa~

2. Jengah

Oleh sebagian orang, kata jengah diyakini sebagai padanan kata bosan atau jenuh. Entah darimana asalnya, tapi jengah memang tampaknya identik dengan makna tersebut. Padahal ternyata, jengah sendiri artinya adalah…

…malu.

Iya, jengah berarti malu, atau kemalu-maluan. Kira-kira, bagaimana bisa kata ini mengalami perkembangan makna sampai-sampai dianggap bermakna jenuh? Apakah ini berarti kalau kita lagi bosan kita akan terlihat malu? Atau kalau kita malu-malu, kita akan menjadi orang membosankan? Hmm?

3. Gahar

Kata yang satu ini identik dengan kesan garang dan sangar. Kaum lelaki pun dianggap pantas menerima julukan gahar atas sikapnya yang berani dan jantan. Pokoknya, kata gahar itu kesannya keren, lah!

Tapi, siapa sangka takdir berkata la—eh, maksudnya, siapa sangka KBBI menuliskan definisi yang lain untuk kata gahar. Alih-alih garang, kuat, dan laki-banget, makna kata gahar yang sesungguhnya adalah gosok kuat-kuat (kata kerja).

Baiklah, sekarang kamu sudah tahu: kalau kelak ibumu bilang gahar padamu, mungkin maksudnya beliau minta tolong kamu untuk bersih-bersih perabotan rumah yang perlu digosok kuat-kuat. Nggak usah GR dulu, Beb~

4. Tegar

Kata tegar selama ini selalu dimaknai sebagai tabah, berkat lagu Tegar yang dinyanyikan oleh Rossa. Ingat, kan, lagu yang liriknya “Tergoda aku tuk berpikir, dia yang tercinta”? *jebakan umur*

Ya, sejak tahun 1999—tahun rilis album Rossa tersebut—beberapa orang menilai tegar adalah kata lain dari tabah. Padahal,mulanya, bahasa Indonesia tidak mengamini hal tersebut. Faktanya, dari Kamus Umum Bahasa Indonesia buah karya W.J.S Purwadarminta, tegar memiliki arti keras kepala, kepala batu, dan ngeyel.

Namun, dalam perkembangannya, KBBI menunjukkan bahwa bahasa Indonesia tidak membatasi makna kata tegar. Berikut adalah makna kata tegar yang paling up-to-date di KBBI:

  1. keras dan kering,
  2. keras kaku,
  3. tidak dapat diubah,
  4. tabah.

Yaaah, kalau dipikir-pikir, mungkin makna yang keempatlah yang mendasari beberapa orang tua menamai anaknya dengan kata Tegar. Nggak mungkin juga, kan, para Tegar di dunia diharapkan menjadi orang yang keras, apalagi orang yang kering? :((

5. Wacana

Menurut KBBI, kata wacana berarti:

Iklan
  1. komunikasi verbal; percakapan,
  2. keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan
  3. satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah,
  4. kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat, dan
  5. pertukaran ide secara verbal.

Coba lihat baik-baik, adakah kata rencana sebagai padanan makna wacana?

Ya, nyatanya, orang-orang menganggap wacana adalah rencana. Lebih lengkapnya: rencana yang tidak terwujud. Padahal sebenarnya, wacana jauuuuh lebih dalam daripada itu.

Dalam bahasa Inggris, wacana serupa dengan kata discourse, yang merujuk pada satuan bahasa dalam bentuk tulisan, percakapan, atau diskusi. Nah, mungkin, makna percakapan inilah yang kemudian diartikan sebagai rencana yang nggak kesampaian. Betul?

Jadi, sudahlah, jangan terlalu sering dibiasain menyamakan rencana dengan wacana. Harap diingat, di mana-mana, yang namanya disama-samain itu nggak enak….

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2018 oleh

Tags: arti katadefinisijengahKBBIkosakata bahasa Indonesianyinyirsalah pahamwacana
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Kosakata Bahasa Indonesia Tidak Miskin, Bahasa Inggris Perampok MOJOK.CO

Bahasa Indonesia Miskin Kosakata Adalah Pandangan yang Terlalu Jauh di Tengah Pemujaan Bahasa Inggris yang “Merampok” Bahasa Lain

7 April 2024
Daerah dan Kota di Indonesia yang Sering Tertukar dan Disalahpahami

Nama Daerah dan Kota di Indonesia yang Sering Tertukar dan Disalahpahami

23 Juni 2020
buruh, demo buruh, nyinyir, ninja mojok.co

Menertawakan Nyinyiran Buruh Demo Naik Ninja Adalah Cara Sederhana untuk Waras

1 Mei 2020
surat andi taufan garuda putra kepada camat di seluruh indonesia mojok.co

Mengedit Surat Andi Taufan, Stafsus Milenial yang Gaya Suratnya Masih Bau Orba

15 April 2020
kuis kepribadian pasangan tes kepribadian mantan egois salah paham hubungan suami istri cara mengajak kencan yang yangan tes psikologi pasangan cinta amarah kasih sayang mojok.co

Kuis Kepribadian Pasangan dan Cek Seberapa Mudah Kalian Salah Paham

15 Maret 2020

Romantisisasi Bentuk Serapan “Romantisasi” yang Salah

15 Juli 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair MOJOK.CO

Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.