MOJOK.CO Jika kalian mengira ketakutan orang Indonesia berkaitan dengan hal-hal esensial, kalian bisa jadi salah. Ketakutan orang Indonesia sangat sederhana. Sementara yang lain takut ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, Mojok Institute punya hasil yang berbeda.

Chapman University pernah melakukan sebuah survei terhadap orang Amerika tentang hal-hal yang membuat mereka ketakutan sampai mimpi buruk. Hasilnya, pejabat yang korup menduduki peringkat pertama. Saya rasa hasil ini agak bias karena pengumpulan data didasarkan pada wawancara pada 1.190 sampel.

Bisa jadi yang ikut survei ingin kelihatan keren dan nasionalis, makanya kebanyakan menjawab takut kalau ada pejabat yang korup. Padahal rajin bayar pajak nggak tuh?

Sebaliknya Mojok Institute melakukan pengamatan perilaku orang Indonesia sehari-hari. Apakah ini bisa disebut sebagai penelitian etnografi? Jika tidak, anggap saja begitu. Karena kali ini kami akan mengungkap lima besar peringkat ketakutan orang Indonesia dan daftarnya dijamin lebih relate.

#5 Orang Indonesia takut kulitnya hitam

Mengamati beauty vlogger di YouTube membuat saya menyadari kalau produk kecantikan dengan SPF (sun protection factor) adalah produk yang larisnya bukan main. Mereka suka merekomendasikannya. Mulai dari yang untuk wajah sampai yang bisa dibalurkan ke seluruh tubuh.

Orang-orang Indonesia nggak hanya menggunakan bahan kimia ber-SPF saat di pantai saja, melainkan hampir setiap hari. Belum lagi, produk masker, sarung tangan, sampai yang model tempel di stang motor pun ada.

Semata karena apa? Karena kulit hitam adalah ketakutan orang Indonesia.

#4 Orang Indonesia takut ditanya kapan nikah

Apakah ini berarti penduduk Indonesia doyan menjomblo? Saya nggak tahu. Mungkin kalau ada survei lanjutan yang hasilnya jomblo pada takut menyatakan cinta, hipotesis ini bisa masuk akal. Yang jelas, pertanyaan kapan nikah memang jadi momok menakutkan. Beberapa selebtwit juga pernah ngetwit yang isinya pembelaan agar orang-orang nggak usah saling tanya kapan nikah. Basa-basi ini sekarang dianggap nggak sopan.

Baca juga:  Jangan Mikir Jodoh Melulu, Sahabat Perempuan Juga Bisa Jadi Soulmate-mu

Kalau ditanya kapan nikah, orang Indonesia lebih suka tanya balik, “Lha kamu kapan mati?” Meski agak kasar tapi ini berguna,

Semata karena apa? Karena ketakutan orang Indonesia adalah ditanya kapan nikah.

#3 Orang Indonesia takut makan micin

Di Indonesia, micin kena fitnah keji karena dianggap sebagai penyebab kegoblokan akut. Padahal orang goblok itu disebabkan karena nggak belajar atau mainnya kurang jauh. Saya jadi ingat pelajaran IPA semasa SD. Guru saya pernah bilang monosodium glutamat bisa menyebabkan otak jadi lemot. Tapi pernyataan ini sungguh tidak terbukti setelah saya dewasa.

Masyarakat yang terdoktrin kalau micin bikin goblok mencoba melawan dengan menjadi SJW antimicin. Mereka tidak takut untuk malas belajar. Mereka tidak takut terlalu banyak membuang waktu dengan hal nggak penting. Tapi, setiap pesan bakso, pesan mi ayam, dan makanan apa pun di warung-warung mereka selalu request no MSG.

Semata karena apa? Karena ketakutan orang Indonesia adalah makan micin.

#2 Orang Indonesia takut makan babi

Di akhir tahun 2000, masyarakat tidak disibukkan dengan bikin terompet dan beli kembang api. Masyarakat justru kaget berjamaah dengan fatwa baru MUI yang menyatakan bahwa Ajinomoto mengandung enzim babi. Akibatnya Ajinomoto menderita kerugian 55 miliar karena penarikan produknya. Penjual bakso di jalan sibuk bikin klarifikasi kalau olahan mereka nggak pakai Ajinomoto.

Baca juga:  Mempertanyakan 'Target Menikah': Menikah Bukan Ending Cerita

Saya sebenarnya kurang tahu apa yang orang-orang lakukan perihal rasa bersalah telah mengonsumsi enzim babi. Ibu saya pakai Sasa soalnya. Namun, ketakutan ini menurun sampai sekarang. Produsen Ajinomoto tidak lagi menggunakan bahan yang sama dan terverifikasi halal. Tapi beredar pesan yang mengklaim Ajinomoto dan produk-produk lainnya yang hampir sama mengandung enzim babi.

Hoaks ini timbul karena apa? Karena ketakutan orang Indonesia adalah makan babi walaupun nggak sengaja. Bahkan bagi sejumlah orang, mereka masih bisa toleran sama alkohol dan yang-yangan walau tahu itu bisa doa, sementara makan babi tetap haram, haram, dan haram.

#1 Orang Indonesia takut gendut

Suatu hari di jam makan siang, saya membaca sebuah tulisan nyeleneh, “Gendut takut, sama orang tua berani!” Lalu saya tersadar bahwa pernyataan itu banyak benarnya. Betapa larisnya produk pelangsing mulai dari diet plum sampai pil-pil herbal yang katanya manjur demi dapat tubuh ideal.

Belum lagi tren pesan kopi less sugar dan lalapan tanpa nasi. Wow, SJW makanan nggak ada yang mau pembelaan nih? Ini semua disinyalir akibat pertanyaan basa-basi reunian yang selalu komentar gendutan pada semua teman. Padahal wajar, metabolisme tubuh makin tua itu melambat. Nggak usah mendadak kaget kalau kawan lama sekarang makin tembem. Wong kok gumunan tho, cah.

Keseluruhan fenomena ini menandakan apa? Menandakan orang Indonesia takut gendut dan takut dikatain gendutan.

BACA JUGA Lima Jenis Orang Goblok yang Bisa Anda Temui saat Antre di SPBU atau artikel lainnya di POJOKAN.