MOJOK.CO All New Honda Brio ini seperti hanya operasi plastik. Meski luarnya terlihat lebih eksotis, namun tetap saja jika ditilik dalamya, ternyata eh sama saja.

Terkadang kita membayangkan tentang sesuatu dengan ekspektasi yang sudah terlanjur muluk-muluk. Tapi ketika sesuatu itu sudah keluar kita hanya bisa mbatin, “Lha kok mung ngene, tak kiro meh ngono”. Itu yang saya rasakan ketika melihat penampilan dari All New Honda Brio.

All New Honda Brio sendiri resmi diluncurkan pada salah satu perhelatan otomotif terbesar di negeri ini yaitu GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2018. Dilihat dari jauh sudah haqqul yakin bahwa mobil ini adalah mobil baru baik luar dan dalamnya. Lha gimana nggak, lha wong sudah menyandang status “All New”, je.

Semakin mendekat, yang paling saya perhatikan adalah lampu depannya. Lampunya ini ternyata hanya copotan dari Honda Brio versi melarnya yakni Honda Mobilio. Sama persis. Tidak ada yang diubah.

Jadi, jika parkir berdampingan dengan Honda Brio dan Honda Mobillio, lampu depannya akan terlihat sama persis. Mungkin bedanya yang jelas, si Mobilio ini lebih semok karena mampu mengakomodir 7 penumpang. Sedangkan si Brio, jelas lebih slim.

Sebenarnya ini adalah sesuatu yang membingungkan dari pabrikan Honda. Mengapa lampu depannya ini kok ya sama persis dengan Mobilio. Bahkan langsung main comot saja terus ditempelkan di Brio. Kadang kan, kita sebagai calon konsumen punya keinginan terlihat berbeda dari versi semoknya. Kalau mencomotnya dari mobil sekelas Honda Civic yang punya lampu depan elegan nan misterius sih, kalau kata Mas Anang, “Aku sih yes”.

Tapi jangan suudzon dulu, barangkali Honda memang ingin memberikan sentuhan pada All New Brio ini, sehingga terkesan bahwa level Brio itu tak main-main. Levelnya sama dengan mereka-mereka yang mampu membeli Mobillio. Sudah jelas kan, jadi kita-kita ini, yang mau beli All New Brio, punya level yang sama dengan mereka yang punya Mobillio.

Selain lampu depannya yang berubah, pantat All New Brio juga berubah drastis. Brio generasi pertama identik dengan pantat yang kacanya terlanjur berlimpah ruah nan barokah, karena terinspirasi dengan Civic Wonder. Taraaaaa~ kali ini Honda dengan frontal langsung mengganti pantat unik Brio itu dengan pantat yang mainstream—seperti mobil-mobil pada umumnya.

Uniknya pantat Brio pada generasi pertama ini, terbukti saat kita lihat dari belakang saja, pasti sudah tahu kalau itu adalah Brio. Begitu ikoniknya pantat itu, sampai-sampai tak ada pabrikan lain yang mencoba mengadopsi pantat Brio. Efek dari pantat ikonik Brio ini jelas berimbas pada ruang bagasi yang tak sebanding dengan kompetitornya. Sempit coy!

Oleh karena itu, Honda berbaik hati mau mendengarkan keluhan konsumen Brio yang merasa kesempitan ruang bagasinya. Cara Honda  untuk mengabulkannya adalah dengan mengganti pantat ikonik dengan pantat yang mirip sama pabrikan sebelah, sebut saja duet maut Agya & Ayla.

Jadi, ketika kita nanti berada di jalan, melihat pantat mobil semacam itu, bisa sekalian main tebak-tebakan ala Mojok—yang kadang nebaknya suka maksa itu. Ini pantat siapa yaaa, pasti Agya, ehh bukan si Ayla, eh kok ternyata Brio.

Lho kok sama sekarang? Bukannya dulu si Brio pantatnya beda.

Itu dulu. Sekarang, sama saja. Move On dong makanya.

Satu sisi memang desain pantat ini menjadi salah satu solusi agar membuat ruang bagasinya tak kalah dengan kompetitornya. Tapi di sisi lain, kesan ikonik si Brio ini langsung hilang seketika. Istilahnya ora Brio banget, je!

Selanjutnya, begitu masuk ke kabin dalam Brio, kita—yang sudah hafal dengan interior lama—pasti bakal terbelalak, karena pasti dapat langsung menyimpulkan bahwa interiornya sama dengan versi sebelumnya. Hanya ditambah dengan pernak-pernik supaya terlihat berbeda. Padahal materialnya sebenarnya sama aja. Tak ada beda yang mencolok dengan sebelumnya.

Namun, kita— khususnya bagi penumpang di baris kedua—patut bersyukur juga pada All New Brio ini. Jika pada generasi sebelumnya, terasa amat sempit. apalagi bagi yang punya badan kelebihan gizi—pasti bakal merasa sangat tersiksa. Nah, pada All New Brio ini, ruangnya sudah sedikit lega dan ada head rest-nya di jok belakang.

Lantas, begitu melihat dapur pacunya, ternyata Honda sangat cerdik dalam bermanuver untuk menghemat ongkos produksi. Mesin Brio lama masih diadopsi oleh All New Honda Brio ini. Mesin dengan kode L12 dengan kapasitas 1.200 cc, yang hanya mampu menyemburkan tenaga 90 PS pada 6.000 rpm, dengan torsi maksimal 110 Nm ini menjadi dapur pacu All New Brio.

Honda memang bisa dibilang sangat lihai dalam mengoptimalkan semua produknya. Itu yang diterapkan Honda pada All New Brio. Mulai dari lampu depan sama persis dengan Mobillio, dapur pacunya masih menggunakan yang lama. Interior sesungguhnya juga masih sama, hanya diberikan sentuhan sedikit berbeda.

Namun, ketika mobil ini diluncurkan dengan embel-embel, “All New”, jelas bahwa sebetulnya ini adalah strategi marketing yang tiada duanya. Strategi yang bisa membuat kawan KO dengan sekali pukul ini, kembali dilakukan oleh Honda.

Daya magis dari kata “All New” yang tersemat pada Brio baru, membuatnya menjadi seolah-olah mobil baru. Bahkan bisa dibilang ini cara yang paling mumpuni menghipnotis calon konsumen yang gandrung akan “All New’.

Lha mau bilang All New tapi kok mesin dan interiornya masih sama saja. Yaudahlah, anggap saja ini Honda Brio yang dioplas tampang dan pantatnya. Tapi kalau saya sih, mending nunggu Honda Brio lama yang bekasnya aja. Pasti harganya bakal kebanting karena ada Brio oplas ini. Bukan begitu, para pembaca yang budiman?

Loading...



No more articles