MOJOK.COJendela transfer Liga Inggris untuk keperluan membeli pemain sudah resmi ditutup. Bagaimana rapor Manchester United, Arsenal, Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Manchester City?

Selesai sudah jendela transfer musim panas untuk Liga Inggris. Itu untuk urusan membeli pemain sih. Klub-klub di Liga Inggris masih diizinkan untuk meminjamkan atau menjual pemain sampai 1 September 2019 nanti.

Bagaimana performa tim 6 besar musim lalu yang diisi oleh Manchester United, Arsenal, Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Manchester City lalu di bursa transfer? Berikut analisisnya. (Chelsea tidak masuk dalam analisis karena mendapatkan hukuman larangan transfer.)

Manchester United

Manchester United membuang banyak waktu dengan negosiasi yang bisa kamu sebut “cinta bertepuk sebelah tangan”. Manajemen Manchester United berusaha keras memboyong Paulo Dybala dari Juventus dengan konsep pertukaran pemain melibatkan Romelu Lukaku. Sayangnya, meski Manchester United dan Juventus sudah mencapai kata sepakat, Dybala menolak dan transfer gagal terjadi. Dybala ngotot tidak ingin meninggalkan Juventus.

Kehabisan waktu untuk mencari alternatif lain, Manchester United malah harus rela melepas Lukaku ke Inter Milan. Manchester United jadi terlihat kurang fokus untuk memboyong Bruno Fernandes dari Sporting CP. Padahal, Bruno bisa menjadi pengganti Ander Herrera yang ideal.

Gagal mencari pengganti Herrera dan Lukaku mengancam usaha Manchester United masuk empat besar lagi. Saking kesalnya, fans Manchester United sampai membuat tagar #WoodwardOut. Well, untungnya, Manchester United sudah berhasil memperkuat lini belakang ketika memboyong Aaron Wan-Bissaka dan Harry Maguire.

Rapor transfer Manchester United: 6

Arsenal

Pergantian jajaran direksi Arsenal berbuah manis. Lewat komando Raul Sanllehi, Arsenal berhasil “mengakali bursa transfer”. Aktivitas transfer Arsenal boleh dikatakan cemerlang setelah berhasil memperbaiki kualitas di setiap lini yang membutuhkan.

Nicolas Pepe di lini depan adalah jawaban dari rendahnya end product Arsenal musim lalu. Dani Ceballos di lini tengah diproyeksikan mengganti Aaron Ramsey. Cara bermain keduanya berbeda, tetapi tidak mengurangi kualitas.

Musim panas Arsenal semakin terasa “menyenangkan” ketika akhirnya sukses mendapatkan tanda tangan Kieran Tierney, disusul David Luiz. Pendekatan Arsenal kepada Tierney sudah berjalan selama tiga bulan lebih. Kesabaran menunggu hingga deadline day berhasil menjaga harga Tierney tidak melebihi 25 juta paun.

Baca juga:  Liverpool Itu Gobloknya Keterlaluan, Manchester United Penuh Suporter Kelas Rendah

Sementara itu, David Luiz memang bukan bek tengah yang sebetulnya diharapkan. Namun, bek berusia 32 tahun itu membawa kualitas yang hilang di lini belakang. Ia bek modern dan berpengalaman. Tugas Unai Emery selanjutnya adalah menyediakan sistem yang mendukung bagi David Luiz. Ketika hidup di tengah sistem yang tepat, David Luiz menjadi salah satu bek terbaik di dunia. Kelemahannya ada pada suasana hati yang mudah berubah dan berpengaruh ke performa.

Arsenal masih punya pekerjaan melepas sejumlah pemain. Menjual pemain sama pentingnya dengan membeli. Jika performa pemain sedang ambruk, aktivitas menjual semakin sulit.

Rapor transfer Arsenal: 8,5

Tottenham Hotspur

Seperti yang saya tulis kemarin, aktivitas transfer Tottenham Hotspur sangat baik. Mereka berhasil menebalkan kualitas yang sudah ada. Kedatangan Tanguy Ndombele, salah satu gelandang potensial di dunia, merupakan usaha Tottenham Hotspur untuk menjaga lini tengah mereka yang pada dasarnya memang sudah bagus.

Victor Wanyama, Harry Winks, Moussa Sissoko, dan Christian Erikson mendapat suntikan satu pemain berkualitas lagi dalam diri Giovani Lo Celso. Gelandang kreatif asal Argentina ini adalah penopang yang ideal untuk Erikse. Trio Ndombele, Lo Celso, dan Eriksen menjanjikan keseimbangan.

Untuk pos winger, Tottenham Hotspur sukses mengikat Ryan Sessegnon. Pemain muda berusia 19 tahun ini dahulunya seorang bek kiri. Seiring perkembangan, disertai sisi menyerang yang lebih dominan, Sessegnon berkembang menjadi winger serbabisa. Ia bisa bermain di dua sisi, kreatif, dan punya end product yang baik. Sebuah jalan karier yang pasti bakal mengingatkan fans Tottenham Hotspur kepada Gareth Bale.

Rapor transfer Tottenham Hotspur: 9

Liverpool

Menjelang penutupan jendela transfer, Jurgen Klopp, pelatih Liverpool menegaskan kalau klub tidak akan sembarangan membeli pemain. Sebuah sikap yang bisa dimaklumi karena skuat Liverpool memang sudah sangat baik.

Liverpool baru bekerja cepat membeli pemain ketika kiper mereka, Simon Mignolet, memutuskan untuk hengkang. Liverpool mengganti Mignolet dengan Adrian, mantan kiper West Ham United. Adrian punya pengalaman bermain di Liga Inggris. Pelapis berkualias untuk Alisson, kiper utama Liverpool.

Baca juga:  Skenario Terbaik Manchester United Berkaca dari Kemenangan Atas Chelsea

Di lini tengah, kembalinya Alex Oxlade-Chamberlain dipandang Klopp sudah seperti pemain baru. Maklum, Chamberlain cedera hampir satu musim. Kualitasnya di lini tengah pasti dirindukan. Gaya bermain Chamberlain berbeda dengan gelandang Liverpool lainnya. Ia lebih punya kemampuan breaking the line dengan akselerasi dan teknik dribbling.

Masalah Liverpool mungkin baru akan datang ketika musim sudah berjalan, yaitu cedera. Skuat mereka memang seimbang dan musim lalu cukup beruntung karena tidak banyak pemain yang absen karena cedera. Namun, jika cedera berat seperti yang menimpa Chamberlan terjadi lagi, Klopp bakal dipaksa belanja di Januari 2020.

Rapor transfer Liverpool: 7

Manchester City

Pada dasarnya, aktivitas transfer Manchester City mirip seperti Tottenham Hotspur. Manchester City hanya membeli pemain yang memang dibutuhkan. Dan mereka yang dibeli Manchester City jelas sebuah upgrade dari pemain yang sudah ada.

Rodri, punya kualitas yang lebih baik ketimbang Fernandinho. Rodri seorang breaker, pun juga seorang gelandang modern. Ia punya visi bermain yang baik, teknik umpan kelas elite, dan kemampuan bertahan di atas rata-rata.

Di pos bek kanan, Manchester City memecahkan rekor pembelian bek kanan termahal ketika mendatangkan Joao Cancelo dari Juventus. Cancelo adalah upgrade dari Danilo, yang dijual Manchester City ke Juventus. Cancelo adalah salah satu bek kanan terbaik Serie A musim lalu.

Kedatangan Cancelo membuat Pep Guardiola bisa banyak memainkan Kyle Walker sebagai bek tengah. Sebuah kondisi yang tentunya menyenangkan karena Manchester City tak perlu belanja lagi untuk mencari pengganti Vincent Kompany.

Untuk pos bek kiri, setelah melepas Fabian Delph, Pep Guardiola, bisa mempromosikan Oleksandr Zinchenko secara penuh, untuk menemani Benjamin Mendy. Zinchenko sebetulnya seorang gelandang serang. Namun, Pep berhasil memolesnya menjadi bek kiri. Sejak promosi ke tim utama, Zinchenko hampir selalu bermain baik.

Aktivitas transfer Manchester City: 9,5



Loading...



No more articles