MOJOK.COJerman menang dramatis. Laga klasik Jerman vs Swedia berakhir dengan skor 2-1. Babak 16 besar Piala Dunia masih ada di depan mata sang juara bertahan.

Sebuah pemandangan tidak mengenakkan terjadi di Piala Dunia 2018. Juara bertahan, Jerman, yang membutuhkan kemenangan untuk memelihara asa lolos ke babak 16 besar Piala Dunia justru tertinggal 0-1 di babak pertama. Laga Jerman vs Swedia yang sedianya menyajikan tensi tinggi, menjadi lebih panas.

Entah mengapa, Jerman yang kebobolan terlebih dahulu seperti sudah diramalkan. Sebetulnya, pelatih Jerman, Joachim Low sudah melakukan perubahan yang menarik. Pelatih asal Jerman tersebut menggunakan Sebastian Rudy untuk melindungi Toni Kroos. Keseimbangan, kekurangan Jerman ketika melawan Meksiko sudah diperbaiki.

Keberadaan Rudy membuat bek tengah Jerman lebih terlindungi ketika Jerman menguasai bola di sepertiga akhir lapangan. Swedia masih bisa mengancam via serangan balik. Namun, Jerman masih bisa bertahan di dalam laga ketika keseimbangan sudah terlihat. Sayangnya, keseimbangan itu tidak berjalan lama, terutama setelah Rudy harus digantikan Ilkay Gundogan karena cedera.

Selain keseimbangan yang terganggu, pemain-pemain Jerman sendiri mengulangi kesalahan mendasar yang ditunjukkan beberapa tim unggulan, yaitu ceroboh. Pressing Swedia tidak main-main. Mereka bermain sangat tenang, disiplin, dan kompak. Kekuatan inilah yang mengganggu usaha Jerman mendominasi pertandingan.

Tekanan yang konstan, kesulitan menemukan jalur umpan, ditambah tidak ada ruang untuk berkreasi, pesepakbola menjadi rentan membuat kesalahan. Dan yang menyedihkan, sebuah kesalahan dilakukan oleh seorang pemain yang biasanya hampir tidak pernah melakukan kesalahan ketika bermain untuk Real Madrid: Toni Kroos.

Baca juga:  Jangan Sembarangan Memajang Hitler di Indonesia

Menguasai bola di wilayah sendiri, di sekitar garis tengah, Kroos mencoba mengirim umpan vertikal datar ke sepertiga akhir. Umpan ini sudah ada di dalam skenario Swedia lantaran tidak ada opsi lain selain mengembalikan bola ke bek tengah. Umpan ceroboh dari Kroos berhasil diintersep. Serangan balik Swedia berbuah gol cantik via kaki Ola Ramlan. Ahh maaf, maksud saya, Toivonen.

Gol Toivonen mungkin memang sulit untuk dicegah. Namun, yang memprihatinkan adalah tidak ada kesadaran dari Kroos untuk segera menekan pemain Swedia yang memotong umpannya. Kesadaran bertahan yang tipis inilah yang turut merusak keseimbangan Jerman ketika tumbang di kaki-kaki cepat milik Meksiko.

Gol Swedia dan masalah keseimbangan ini juga seperti menjadi gambaran masalah yang konon dihadapi internal Jerman. Konon, skuat Jerman terbagi menjadi dua kubu yang saling bersitegang. Sudah tidak harmonis, tidak seimbang pula. Babak pertama berjalan sangat buruk bagi sang juara bertahan.

Low membuat perubahan di babak kedua ketiga mengganti Julian Draxler dengan Mario Gomez. Timo Werner, striker tunggal di babak pertama, digeser ke sisi kiri memerankan inside forward.

Seiring perubahan, Jerman bermain lebih tenang. Dominasi dengan bola-bola pendek memaksa Swedia bertahan lebih dalam dan narrow. Ketika mencapai sepertiga akhir, lantaran Swedia yang lebih narrow, Jerman bisa memaksimalkan dua pemain yang berada di sisi lapangan.

Baca juga:  Inilah 8 Pemain Muda yang Akan Bersinar di Piala Dunia 2018

Salah satu situasi yang menjadi gol adalah ketika Werner menerima bola di tepi kotak penalti dan mengirim umpan tarik. Bola disambar Marco Reus menggunakan lutut. Jerman berhasil menyamakan kedudukan.

Setelah menyamakan kedudukan, Jerman lebih yakin bahwa cara bermain ini cocok untuk membongkar deep block Swedia yang sangat disiplin. Keberadaan Gomez di depan juga membuat Jerman lebih punya variasi serangan ketika harus melepas umpan silang. Menemukan cara, Jerman menekan lebih gencar.

Intensitas sempat mendingin ketika Jerome Boateng, dengan sangat ceroboh, menekel pemain Swedia dari belakang. Sempat ragu, wasit akhirnya memberikan kartu kuning kedua bagi bek Bayern Munchen tersebut. Bermain 10 pemain, dengan sisa 10 menit pertandingan, Jerman sempat kesulitan menemukan kembali ketenangan mereka setelah berhasil menyamakan kedudukan.

Namun, sepak bola, tak akan kehabisan skenario drama yang menggetarkan hati. Menit akhir, serangan paling akhir, Toni Kroos membayar dosanya di babak pertama dengan lunas! Tendangan bebas akurat dari sisi kanan pertahanan menghujam ke gawang Swedia. Jerman menang dramatis. Laga klasik Jerman vs Swedia berakhir dengan skor 2-1. Babak 16 besar Piala Dunia masih ada di depan mata sang juara bertahan.