Informasi
ADVERTISEMENT

Yamaha Fazzio dan Grand Filano bukti bahwa Yamaha memang jagonya bikin desain yang cantik nan elegan

Yamaha Fazzio, motor matic paling ciamik untuk dimodifikasi. Mau gaya proper matic, japanese cargo, retro, hingga racing, semuanya jadi keren filano

Kalau bicara motor cantik, Yamaha punya resep sendiri. Tidak semua produknya harus terlihat gagah. Ada yang justru tampil manis dan fashionable. Bahkan ada yang sedikit centil.  Keahlian itu terlihat pada skutik bergaya retro-modern. Contohnya adalah Yamaha Fazzio dan Yamaha Grand Filano.

Pada dua motor tersebut, Yamaha bermain di market yang lebih dicari. Kini, orang tidak mudah terkesima dengan desain lancip garang yang ada pada motor keluaran 2010-an. Desain yang elegan, cantik, serta kalcer (apa pun definisi yang kamu punya, toh, orang tak pernah sepakat bukan?) jadi incaran.

Karakter desain seperti ini works buat semua gender. Tidak bermaksud seksis, tapi banyak orang mengira desain lucu nan cantik ini hanya untuk market wanita. Padahal, jujur saja, itu hal yang konyol. Fazzio dan Filano amat cocok untuk semua orang.

Motor cantik bukan berarti tidak berguna

Motor fashionable tetap harus fungsional. Cantik saja tidak cukup. Nah, di sinilah hebatnya Yamaha Fazzio dan Grand Filano: mereka cantik, tapi amat fungsional.

Fazzio dan Grand Filano sama-sama menggunakan mesin 125 cc. Artinya, secara tenaga, mereka masih okelah jika kamu memang masih butuh ngebut menyalip LCGC yang lelet ngebaki dalan. Tapi, tarikannya tidak njambak banget kayak Aerox yang gasnya disenggol dikit langsung njengat-njengat. Mudahnya, tenaga oke, tapi nggak nakutin.

Bagasi Yamaha Grand Filano yang berkapasitas 27 liter memudahkan penggunanya. Misal kamu butuh bawa barang banyak, Filano jelas menjawab kebutuhanmu. Perlu diketahui, kapasitas ini bersaing dengan PCX yang lebih mahal. Filano masih kalah sih, dia 27, sedangkan PCX Old 28 liter, yang New 30 liter. Tapi ingat, PCX lebih mahal.

Untuk Filano, pengisian bensinnya ada di dasbor. Oke, kalian bisa berdebat perkara keamanan, tapi saya belum pernah denger ada masalah sih. Toh, pengisian di depan gini memberi kenyamanan tanpa rasa canggung seperti pengisian PCX, yang letaknya tepat di tengah selangkangan. Yang ngisi canggung, yang punya motor bingung.

Saya kira secara fungsi, Yamaha Fazzio dan Yamaha Grand Filano sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Kedua motor ini sudah menjalankan fungsinya secara oke, dan memberi fitur banyak yang menyenangkan.

Desain bisa membentuk identitas pengendara

Ada alasan mengapa seseorang bisa jatuh hati pada desain motor. Bentuk kendaraan dapat mencerminkan selera pemiliknya. Ada yang suka terlihat sporty. Ada yang lebih suka tampil kalem.

Kita harus jujur, zaman sekarang, segala-gala yang kalem itu disukai. Misalnya, musik. Artis-artis dengan lagu kalem sedang duduk di singgasana tertinggi kepopuleran karena lagu mereka tepat menusuk ke hati para pendengar. Anak muda masa kini juga tak menyerahkan semua masa mudanya pada pemberontakan. Kini, mereka lebih menikmati dunia dengan ritme yang pelan.

Nah, inilah kerennya Yamaha. Lewat Filano dan Fazzio, mereka menangkap kebutuhan anak muda dan remaja usia 30-an yang mengeluh saraf kejepit dengan meluncurkan produk yang fungsional, tapi secara desain, bisa menunjukkan identitas yang jelas.

Lebih dari itu, desain Fazzio dan Filano memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk memodifikasi sesuka hati. Coba lihat Yamaha Fazzio secara saksama, motor ini macam kanvas kosong. Suka-suka pemiliknya lah mau dijadiin apa, dan itu yakin akan terlihat amat istimewa.

Kasih velg chrome doang? Oke banget. Bagaimana dengan windshield kalcer? Oke nggak masalah. Kalau dikasih kenalpot mber gimana? Bebas, tapi siap-siap berantem sama warga. Ganti cat dan diberi glitter? Oke banget.

Mau pake ring 17, bebas, sak karepmu, tapi mbok sadar diri.

Yamaha Fazzio dan Yamaha Grand Filano bukan motor biasa

Pada titik tertentu, desain menjadi bagian dari strategi produk. Yamaha tidak hanya menawarkan kendaraan untuk berpindah tempat. Mereka juga menawarkan karakter melalui desain. Lini Classy Yamaha menunjukkan bahwa mereka peduli konsumen tanpa menyunat apa pun yang dibutuhkan.

Pada akhirnya, Yamaha menunjukkan bahwa kemampuan menarik dalam urusan desain mereka tak pernah luntur. Mereka pernah bikin Indonesia terbengong-bengong dengan desain Jupiter MX. Mereka pernah menunjukkan matic bisa garang dengan Mio Sporty dan Aerox. Dan kini, Yamaha Fazzio dan Yamaha Grand Filano menunjukkan bahwa mereka bisa bikin desain yang menangkap suasana hati pelaku zaman.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 September 2026 oleh .

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

Exit mobile version