Enaknya Tinggal di Wiyung, Salah Satu Kecamatan Paling Modern di Surabaya

Enaknya Tinggal di Wiyung Surabaya, Salah Satu Kecamatan Paling Modern di Surabaya

Enaknya Tinggal di Wiyung, Salah Satu Kecamatan Paling Modern di Surabaya (Pixabay.com)

Wiyung, bagi saya, adalah tempat tinggal ternyaman di Surabaya

Bagi saya, Surabaya merupakan kota yang paling enak ditinggali. Entah karena merupakan tempat kelahiran jadi sudah terbiasa dengan hiruk pikuk Kota Pahlawan, atau memang kota ini memiliki berbagai keunikan. Sehingga memenuhi syarat sebagai salah satu kota yang nyaman.

Tapi, beneran lho, bagi saya Surabaya ini memang banyak hal unik. Selain sebagai kota besar yang notabene memiliki fasilitas yang lengkap, Surabaya juga piawai dalam memajukan kampung-kampungnya sehingga bisa memberikan daya tarik bagi para pengunjungnya. Seenggaknya, sih, bisa bikin kampung tersebut indah dan nyaman ditinggali kalau memang tidak berpotensi sebagai kampung wisata.

BTW, Surabaya memiliki 31 kecamatan di setiap pembagian wilayahnya. Misalnya Surabaya Pusat ada Genteng dan Bubutan, Surabaya Timur ada Gubeng, Rungkut, dan Tambaksari, Surabaya Barat ada Benowo dan Pakal, Surabaya Utara ada Kenjeran dan Bulak, dan Surabaya Selatan ada Wiyung dan Karang PIlang.

Nah, setiap kecamatan ini sebenarnya memiliki keunikannya masing-masing. Misalnya, nih, Kelurahan Mojo di Kecamatan Gubeng berhasil meraih juara 1 untuk lomba Surabaya Smart City (SSC) 2022. Kemudian ada juga Kecamatan Benowo yang merupakan kecamatan terbesar di Surabaya dengan luas 23,37 km2. Bicara soal keunikan, saya ingin membagikan keunikan Kecamatan Wiyung Surabaya, daerah tempat tinggal saya.

Tidak ada prestasi yang signifikan di kecamatan ini, tapi bagi saya tinggal di sini itu menyenangkan dan itu sudah cukup menjadi keunikannya.

Baca halaman selanjutnya: Daerah yang modern dan strategis…

Daerah Wiyung yang modern dan strategis

Kecamatan Wiyung Surabaya ini secara administratif memang masuk ke bagian Surabaya Selatan. Namun, seringkali warganya mengklaim bahwa mereka (termasuk saya) merupakan warga Surabaya Barat sebab secara geografis letaknya memang di barat dan berbatasan langsung seperti Lakarsantri dan Sukomanunggal. Nah, karena Surabaya Barat itu terkenal dengan daerah crazy rich, jadi kecamatan ini ikut-ikutan terkena arus modernisasi dan bahkan bisa berpotensi jadi kota sendiri.

Di kecamatan ini saja banyak perumahan menengah ke atas dan kabarnya akan dibangun apartemen juga. Fasilitas pun menjamur, misalnya ada fasilitas fitness, toko elektronik, toko bangunan, dealer mobil, rumah sakit, dokter umum, serta bisa juga ke Pakuwon Mall di Surabaya Barat.

Letaknya juga strategis. Kalau mau ke Terminal Bungurasih, bisa lewat Jl. Sepanjang daripada harus lewat daerah Masjid Al-Akbar. Sedangkan kalau mau ke Kabupaten Gresik tinggal lurus saja lewat Pasar Menganti. Untuk mencapai pusat kota pun juga hanya memerlukan waktu 10 menit saja. Enak kan?

Dekat kampus dan sekolah

Rumah dekat kampus atau sekolah itu termasuk flexing, lho. Nah, di Kecamatan Wiyung Surabaya ini sudah banyak sekolah dan ketambahan dekat dengan Surabaya Barat jadi pilihan sekolah juga makin banyak. Semuanya tersedia, mulai dari yang negeri sampai swasta dan yang biasa saja sampai yang bagus. Selain itu, Wiyung juga cukup dekat dengan salah satu kampus kebanggaan Surabaya yakni Unesa Lidah Wetan. Sebenarnya, sih, cukup dekat juga dengan kampus Unesa Ketintang. Cukup menempuh waktu 15 menit saja sudah sampai, bahkan bisa kurang dari itu kalau mau ngebut sedikit.

Oiya, Wiyung sendiri juga punya kampus, lho. Ialah Universitas Wijaya Putra yang membuka cabang di kecamatan ini.

Banyak tempat nongkrong di Wiyung

Oleh karena banyak pemukiman, apartemen, sekolah dan juga kampus, Wiyung jadi punya tempat nongkrong yang jumlahnya melimpah. Mulai dari kafe, resto, sampai café eatery juga ada. Misalnya, nih, di sini ada Janji Jiwa, Kopi Kenangan, McD, KFC, Burger King, dan Richeese Factory. Mie Gacoan sudah pasti wajib ada dan selalu ramai pengunjung.

Ada juga café AADK atau Ada Apa Dengan Kopi yang baru saja dibuka pada Juli kemarin. Tempat ini juga jadi spot nongkrong favorit lantaran menunya yang beragam, harganya murah, serta nyaman dan Instagrammable. Oiya, bisa juga main-main sedikit ke kecamatan tetangga dan mengunjungi Aiola eatery dan G-Walk. 

Bonus: dekat rumah mantan wali kota

Salah satu kebanggaan warga Wiyung Surabaya adalah bisa satu kecamatan dengan mantan Wali Kota Surabaya, yaitu Tri Rismaharini. Beliau memang asli orang Wiyung, dan kehadiran Bu Risma ini bagi saya cukup mendongkrak popularitas kecamatan ini. Nggak ada prestasi nggak masalah, yang penting bisa satu kecamatan dengan mantan walikota saja itu lebih dari cukup.

Selain itu, rumah beliau ini bisa dijadikan bahan obrolan bersama pengemudi ojol. Saya seringkali ditanyai tentang rumah Bu Risma ketika mengetahui kalau saya satu kecamatan dengan beliau. Lumayan, lah, untuk berbincang-bincang sedikit agar nggak hening meski aslinya saya nggak begitu tahu Bu Risma itu rumahnya di mana. Asik, lho, ini bisa dijadikan bahan flexing ke teman-teman juga, hehe.

Jadi, itulah 4 hal yang saya rasakan ketika tinggal di Kecamatan Wiyung Surabaya. Saya nggak bohong, tinggal di sini betulan enak. Tapi, sayangnya harga rumah di sini mahal sebab letaknya strategis sekali. Mungkin bagi para pembaca yang punya uang lebih dan berniat tinggal di Surabaya, saya benar-benar menyarankan untuk beli rumah di Wiyung. Sekarang saja sudah modern, apalagi nanti? Mungkin sudah jadi kota sendiri!

Penulis: Bella Yuninda Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bagi Orang Madura, Surabaya Adalah Surga Dunia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version