Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Wisata Sumatera Barat Jarang Dilirik padahal Nggak Kalah Cantik dari Bali dan Jogja

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
17 Desember 2023
A A
Wisata Sumatera Barat Jarang Dilirik padahal Nggak Kalah Cantik

Wisata Sumatera Barat Jarang Dilirik padahal Nggak Kalah Cantik dari Bali dan Jogja (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebenernya Provinsi Sumatera Barat menawarkan berbagai wisata yang nggak kalah lho dari Bali, Jogja, dan yang lainnya.

Sebentar lagi pergantian tahun. Biasanya, pergantian tahun menjadi momen yang dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berlibur ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Maklum, setelah setahun penuh hidup diisi dengan overthinking soal pekerjaan dan tuntutan keluarga, orang butuh healing sekadar untuk merilis emosi negatif yang sudah bertumpuk-tumpuk. Pilihannya tentu dengan berwisata ke tempat-tempat yang indah. Beberapa provinsi atau wilayah yang sering dipilih orang-orang untuk berlibur antara lain ada Bali, NTB, NTT, atau bahkan Papua yang menawarkan keindahan alam, baik laut maupun pegunungan.

Akan tetapi, kalian pernah kepikiran nggak sih liburan di wilayah Sumatera Barat? Provinsi Sumatera Barat acapkali disisihkan dari list destinasi wisata populer yang jadi favorit banyak orang. Padahal di sini, wisatawan bisa mengunjungi destinasi wisata alam yang menawarkan panorama indah dan destinasi wisata sejarah yang bisa menambah wawasan, lho.

Mulai dari Danau Maninjau yang letaknya di Kabupaten Agam (36 kilometer dari Bukittinggi), kemudian wisata sejarah sejarah seperti Jam Gadang, Benteng Fort De Kock, Lubang Jepang, dan Rumah Bung Hatta di Bukittinggi. Selain itu di Bukittinggi juga ada Taman Panorama yang menyuguhkan pemandangan sebuah ngarai yang disebut Ngarai Sianok.

Lanjut ke Payakumbuh, di sana wisatawan bisa menghabiskan waktu bersantai dan bercengkrama dengan alam di Lembah Harau. Wisatawan berada di tengah-tengah himpitan beberapa lembah dengan pemandangan tebing-tebing cadas yang menjulang tinggi. Di kawasan tersebut, terdapat spot foto seperti Kampung Korea-Jepang, Taman Kelinci, dan Kampung Eropa. Di tebing-tebing itu juga terdapat beberapa air terjun alami yang masih sangat jernih.

Saya akan coba berikan ilustrasi perjalanan beserta rute yang pas agar bisa menjadi tur wisata Sumatera Barat yang menyenangkan bagi kalian.

Danau Maninjau, destinasi wisata Sumatera Barat pertama yang wajib dikunjungi

Moda transportasi yang paling mudah digunakan untuk ke Sumatera Barat adalah dengan menggunakan pesawat. Tujuannya adalah Bandara Internasional Minangkabau yang terletak di Padang Pariaman. Saran saya, ambil penerbangan pagi sekitar pukul 06.00 atau 07.00 WIB supaya diba di sana sekitar pukul 09.00 WIB.

Begitu tiba di Bandara Minangkabau, destinasi wisata Sumatera Barat pertama yang bisa kalian kunjungi adalah Danau Maninjau. Perjalanan dari bandara ke Danau Maninjau memang agak lama, sekitar 3 jam lebih. Kalau datang rombongan, kalian bisa menyewa bus. Tarifnya biasanya sekitar 700 ribu hingga 1 juta per hari, tergantung jenis bus yang disewa.

Baca Juga:

Pantai Air Manis Padang, Lokasi Legenda Malin Kundang yang Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Cerita Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja

Danau Maninjau merupakan danau vulkanik yang terbentuk dari letusan besar gunung api yang menghamburkan kurang lebih 220-250 kilometer kubik material piroklastik. Danau ini mulanya adalah sebuah gunung yang disebut Gunung Tinjau. Konon, Gunung Tinjau memiliki kawah yang sangat luas, namun dalam waktu singkat berubah menjadi sebuah danau.

Kejadian tersebut tak lepas dari kisah Bujang Sembilan. Singkat cerita, salah satu dari bujang sembilan yang bernama Giran jatuh cinta dengan Siti Rasani. Namun, cinta mereka ditentang dan bahkan difitnah oleh keluarga mereka. Keduanya lalu dilemparkan ke dalam kawah Gunung Tinjau.

Sebelum dilemparkan, Giran berdoa meminta keadilan kepada Tuhan. Apabila ia tak melakukan kesalahan, ia meminta agar Gunung Tinjau meletus dan Bujang Sembilan mendapat kutukan. Setelah keduanya dilemparkan ke dalam kawah, gunung pun meletus dan membentuk cekungan yang terisi air dan menjadi sebuah danau indah yang disebut Danau Maninjau.

Sempatkan berkunjung ke monumen Jam Gadang di Bukittinggi

Masih di Sumatera Barat, dari Danau maninjau, kalian bisa melanjutkan wisata sore hari ke pusat Kota Bukittinggi dengan mengunjungi monumen Jam Gadang. Menara jam setinggi 26 meter ini merupakan salah satu monumen peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yang usianya diperkirakan hampir satu abad.

Salah satu fakta unik Jam Gadang terletak pada mesin penggeraknya yang hanya ada dua unit di dunia. Satu mesin berada di Jam Gadang, sementara satunya lagi digunakan untuk Big Ben di London, Inggris. Selain itu, Jam Gadang memiliki lonceng yang permukaannya tertulis nama pabrik pembuat jam, Vortmann Recklinghausen. Vortmann adalah nama belakang pembuat jam, Benhard Vortmann, sementara Recklinghausen adalah kota di Jerman tempat produksi mesin jam.

Konon, Jam Gadang dibangun tanpa besi penyangga ataupun adukan semen, hanya menggunakan campuran kapur, putih telur, dan pasir putih. Kalian bisa habiskan sore dan malam hari di pusat Kota Bukittinggi dengan menginap di beberapa hotel dengan tarif yang cukup bersahabat dengan kantong pribadi. Cari hotel dengan tarif 200 ribu per malam juga ada, kok. Oh ya, di kawasan sini juga ramai kapau yang menjual masakan Minang dengan harga nggak mencekik.

Jangan lupa untuk menyaksikan keindahan Ngarai Sianok

Pagi-pagi sekali, sekitar pukul 07.00 WIB, kalian bisa menyaksikan keindahan Ngarai Sianok dari Taman Panorama. Tiket masuk ke destinasi wisata Sumatera Barat satu ini 15 ribu per orang. Ngarai Sianok adalah sebuah lembah yang dikelilingi oleh bukit-bukit bertebing curam dengan aliran sungai kecil di tengahnya. Ngarai ini kalau dilihat dari atas merupakan wujud visual yang indah akan fenomena terbentuknya patahan-patahan yang diakibatkan karena letusan Gunung Tinjau.

Setelah puas menatap pemandangan Ngarai Sianok, masih di Kawasan yang sama, yaitu Taman Panorama, kalian bisa menelusuri Lubang Jepang. Lubang ini merupakan sebuah situs sejarah peninggalan kolonial Jepang yang dibangun kisaran 1443-1445. Dulunya lubang ini dibuat sebagai tempat persembunyian, perangkap, dan penyiksaan. Lubang ini didesain seperti gua yang kedap suara dan berbentuk seperti labirin. Jadi jika ada musuh yang masuk akan sukar untuk keluar.

Teriakan dari dalam lubang ini pun tidak akan terdengar dari luar. Konon, para saksi pribumi dan pekerja yang membuat Lubang Jepang ini semuanya dibunuh sehingga informasi mengenai Lubang Jepang sangat sulit didapatkan. Satu-satunya informasi tentang Lubang Jepang hanya diperoleh dari penuturan penggagasnya, yaitu Letjen Moritake Tanabe.

Wisata Sumatera Barat selanjutnya: berkunjung ke Benteng Fort De Kock dan menikmati sore hari di Lembah Harau

Menjelang siang, destinasi wisata Sumatera Barat selanjutnya yang bisa dikunjungi adalah Benteng Fort De Kock. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari Taman Panorama. Benteng ini didirikan pada zaman kolonial Belanda untuk mempersempit ruang gerak musuh yang ingin menyusup atau melarikan diri. Setelah dari Benteng Fort De Kock, kalian bisa mampir ke Rumah Bung Hatta. Di sini kalian akan melihat ruang-ruang kerja dari Bung Hatta semasa muda.

Dari Bukittinggi, kalian bisa beranjak ke daerah Payakumbuh untuk menikmati sore hari di Lembah Harau. Tenang, kalian bisa menginap di sana ala-ala glamping. Suasana Lembah Harau bikin betah karena suasananya sejuk, segar, dan tenang. Sore hingga malam hari kalian bisa menikmati kesunyian Lembah sambil bakar jagung. Sementara pagi hari, kalian bisa merasakan kesegaran hutan yang masih asri sembari menyeruput kopi dan pisang goreng.

Setelah itu kalian bisa langsung pulang deh, kembali untuk bekerja. Hahaha.

Eh, tunggu, kalau masih kurang puas liburan, kalian bisa datang ke destinasi wisata Sumatera Barat lainnya. Misalnya Istano Baso Pagaruyung dan situs peninggalan Belanda di Desa Sawahlunto, Kabupaten Tanah Datar. Kalau masih nambah hari libur, dari Lembah Harau langsung saja gas ke kedua tempat tersebut.

Gimana? Tertarik untuk menghabiskan waktu liburan dan bonus akhir tahun di destinasi wisata Sumatera Barat yang nggak kalah cantik ini?

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Alasan Alfamart dan Indomaret Tidak Ada di Sumatera Barat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2023 oleh

Tags: benteng fort de kockBukittinggidanau maninjaujam gadangKota Bukittinggingarai sianoksumatera barat
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Dari Jogja Pindah Minang, “Dipaksa” Makan Nasi Padang Tiap Hari (Unsplash)

Nasib Mahasiswa Pertukaran dari Jogja ke Padang ketika Setiap Hari “Dipaksa” Menikmati Sedapnya Nasi Padang

29 Maret 2024
definisi pancasilais sejarah hari lahir pancasila 1 juni 1945 mojok.co

Pancasilais dan Tidak Pancasilais Itu Gimana Cara Ngukurnya sih?

11 September 2020
padang sumatera barat mojok.co

Surat untuk Teman-teman yang Masih Berpikir kalau Padang Itu Adalah Keseluruhan Provinsi Sumatera Barat

15 Juni 2020
5 Tempat Wisata di Kota Bukittinggi yang Perlu Diwaspadai terminal mojok.co

5 Tempat Wisata di Kota Bukittinggi yang Perlu Diwaspadai

25 November 2021
Travel AWR, Rekomendasi Transportasi Low Budget Terbaik Rute Padang-Bukittinggi terminal mojok.co

Travel AWR, Rekomendasi Transportasi Low Budget Terbaik Rute Padang-Bukittinggi

1 Juli 2021
5 Alasan Alfamart dan Indomaret Tidak Ada di Sumatera Barat (Nur Cholis via Wikimedia Commons)

5 Alasan Alfamart dan Indomaret Tidak Ada di Sumatera Barat

10 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.