Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Warung Makan yang Nggak Mencantumkan Harga Makanan Lebih Baik Dihindari Saja daripada Kena Prank Harga

Wulan Maulina oleh Wulan Maulina
25 Februari 2024
A A
Warung Makan yang Nggak Mencantumkan Harga Makanan Lebih Baik Dihindari Saja daripada Kena Prank Harga Mojok.co

Warung Makan yang Nggak Mencantumkan Harga Makanan Lebih Baik Dihindari Saja daripada Kena Prank Harga (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada beberapa kesempatan yang membuat kita harus menjajal warung makan baru. Saat bepergian ke daerah yang belum pernah dikunjungi misalnya. Pada momen seperti ini, kerap kali kita pasrah saja pada menu, rasa, dan harga makanan yang dijajakan penjual. 

Memang, sebelumnya kita bisa melakukan riset terlebih dahulu dengan bertanya ke kenalan atau mencari informasi di Google. Namun, kerap kali kita malas atau tidak sempat melakukannya. Itu mengapa, ketika masuk ke sebuah warung makan, kita bisa benar-benar pasrah saja. 

Betapa sangat beruntung kalau kita masuk ke warung makan yang menyajikan menu makanan yang enak dan murah. Kurang beruntung kalau masuk ke tempat makan yang kurang enak atau nggak ramah di kantong. Namun, apakah kalian tahu apa yang paling sial? Masuk ke warung makan yang tidak mencantumkan harga pada menu makanannya. 

Trauma kena palak berkedok daftar harga

Kenapa warung makan yang nggak mencantumkan harga makanan menandakan kesialan? Warung makan seperti ini berpotensi mengenakan harga yang lebih mahal ke pengunjungnya. Sementara, pengunjung tidak bisa protes karena harganya memang nggak tertulis. 

Cerita-cerita seperti di atas kerap dijumpai di media sosial ketika masa libur panjang tiba. Wisatawan luar kota yang makan di warung yang berada di daerah wisata bisa dikenai harga berkali-kali lipat dari harga normal. Masih ingat kan cerita viral wisatawan makan dipinggir jalan habis hingga ratusan ribu? Itulah yang ditakutkan banyak orang. 

Berangkat dari cerita-cerita di media sosial itu, nggak heran kalau orang-orang jadi lebih waspada, apalagi di warung-warung tempat wisata. Pengunjung jadi nggak tenang selama belum membayar makanan di meja kasir. Kenikmatan makanan bisa berkurang.

Malu bertanya bisa kena prank harga

Sebenarnya, pelanggan bisa mengatasi warung makan red flag ini dengan satu cara. Hanya saja, cara ini memerlukan mental yang kuat. Cara tersebut adalah bertanya langsung harganya. 

Bertanya mudah sebenarnya, tapi banyak orang enggan melakukannya karena malu. Padahal, kalau pembeli mau bertanya, penjual mungkin saja dengan senang hati akan menjawab. Pembeli pun bisa makan dengan lebih tenang karena sudah mengetahui harga pastinya. Aktif bertanya seperti ini juga bisa menghindarkan dari praktik menaikkan harga secara semena-mena. 

Baca Juga:

Cepogo Cheese Park di Boyolali Memang Istimewa, tapi Saya Ogah Kembali ke Sana

Drini Park, Tempat Wisata Viral di Gunungkidul yang Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warung makan red flag memberatkan kaum mendang-mending

Bagi kaum mendang-mending seperti saya, praktik warung makan yang menaikkan harga secara semena-mena sangatlah merugikan. Mungkin perasaan dicurangi itu bisa sedikit terobati dengan rasa dan porsi makanan yang mantap ya. Sayangnya, warung-warung yang menerapkan praktik seperti ini biasanya tempat yang kurang profesional. Dalam artian, rasa atau porsinya zonk. 

Kalau sudah dalam posisi seperti itu, satu-satunya hal yang bisa dilakukan hanyalah menandai tempat makan tersebut agar kelak nggak mampir lagi. Cara lebih konkret, membujuk warung makan di seluruh pelosok Indonesia untuk selalu mencantumkan daftar menu dan harga dengan jelas dan selalu diperbarui. Jangan daftar menu dan harga puluhan tahun lalu masih saja terpampang sampai sekarang. 

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Sisi Gelap Penjual Angkringan yang Perlu Diwaspadai, Pelanggan Sebaiknya Hati-Hati

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2024 oleh

Tags: Harga makananmenu makananred flagtempat wisatawarung makanwarung makan red flag
Wulan Maulina

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

ArtikelTerkait

menu makanan

Harga Menu Makanan Berbahasa Inggris yang Selalu Lebih Mahal di Tiap Restoran

11 Juli 2019
3 Tempat Wisata di Banyuwangi yang Indah, namun Memiliki Sejarah Kelam

3 Tempat Wisata di Banyuwangi yang Indah, namun Memiliki Sejarah Kelam

21 Oktober 2023
Rekomendasi 4 Warung Makan Akhir Bulan buat Mahasiswa Undip Terminal Mojok perantau

Rekomendasi 4 Warung Makan Akhir Bulan buat Mahasiswa Undip

23 Februari 2022
Memangnya Ada Tempat Wisata di Solo?

Memangnya Ada Tempat Wisata di Solo?

3 Januari 2022
Stop Bilang Dagangan UMKM di Tempat Wisata Itu Mahal terminal mojok

Stop Bilang Dagangan UMKM di Tempat Wisata Itu Mahal

13 Februari 2021
6 Rekomendasi Tempat Wisata di Magelang selain Candi Borobudur

6 Rekomendasi Tempat Wisata di Magelang selain Candi Borobudur

15 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Menyiksa Suzuki Swift di Jalanan Pantura yang Tak Pernah Mulus dari Kudus ke Rembang

9 Maret 2026
Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

12 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” Mojok.co ka kahuripan

KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan, Kereta Api Paling Nanggung dan Melelahkan bagi Penumpang

10 Maret 2026
Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

9 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.