Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

War KRS yang Sama Menyebalkannya kayak War Tiket Konser: Rebutan kok Dosen, Mending Balik ke Sistem Paketan Aja!

Yessica Octa Fernanda oleh Yessica Octa Fernanda
4 September 2023
A A
Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok

Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, Mas Achmad Fauzan Syaikhoni bercerita betapa tak bergunanya KRS jika dosen sesuka hati mengubah jadwal. Memang, perkara ini selalu ribet. Ada hal menyebalkan lainnya selain dosen yang mengubah jadwal, yaitu war KRS.

Hah, naon?

War KRS secara singkatnya mirip war tiket, bedanya cuman ya objeknya aja. Menyebalkannya sih, sama aja. Nyebelin banget malah.

Kalau di semester awal (biasanya dua semester pertama) sistem KRS mahasiswa masih dalam bentuk paketan, nah, semester selanjutnya sudah milih sendiri. Bagian ini yang mengerikan, soalnya emang masa sikut-sikutan mahasiswa dimulai dari sini.

Mahasiswa harus cepet-cepetan input matkul beserta dosen yang mereka inginkan ke dalam KRS mereka. Biasanya sih pada milih dosen yang nggak pelit nilai, jarang ngasih tugas, yang nggak killer deh. Intinya siapa cepat, dia dapat.

Tapi gini loh, memang sih war KRS tu cepet-cepetan, tapi ya mbok tulung kerjasamanya bos. Jangan ngembat milih dosen yang enak-enak aja untuk menghindari kelas ataupun tugas. Apalagi kalau input KRS-nya berjamaah, alias bareng-bareng sama circle nya, langsung habis tu kuota mahasiswanya.

Emang susah sih kalau dalam satu kelas nggak ada teman akrab. Tapi nggak perlu semua circle dalam satu kelas juga. Kalo gitu sama aja dengan sistem paketan KRS. Kelas dan circle pertemanannya akan tetap sama.

Masalah war KRS tidak hanya sampai di situ saja. Kelas yang ramai, pastinya, akan menciptakan kelas sepi, atau bahasa buruknya, kelas sisa. Nah, isi kelas sisa ini, antara orangnya pada nggak begitu semangat karena nggak bareng kawannya, atau nggak menyenangkan karena dosennya killer.

Baca Juga:

Enaknya Kuliah di Politeknik, Mahasiswa Universitas Nggak Akan Pernah Merasakannya

Jangan Meromantisasi War KRS dan Website Jeleknya yang Down, Itu Bukti Institusi Pendidikan Tinggi Gagal Menyediakan Layanan Pendidikan!

War KRS kadang karena memilih dan menghindari dosen tertentu

Ini emang dilema sih. Memang penyebab war KRS itu kadang nggak melulu mahasiswanya, tapi dosennya. Kalau di kelas tersebut ada dosen yang terkenal murah nilai, banyak yang ndaftar. Tapi kalau kelasnya ada dosen killer, pada menghindari.

Mengatasinya… agak susah sih. Solusinya ya cuman dari dosennya. Tapi nggak mungkin juga dong kita tiba-tiba minta dosen A untuk pelit nilai biar kelasnya merata? Nggak mungkin juga minta dosen B untuk jadi murah nilai. Mulai mumet? Sama.

Mboh ah, saya bingung sama konsep dari war KRS. Katanya war, tapi malah pada pengen sekelas sama circlenya masing-masing. Nanti kalau dipindah, malah rame. Emang paling bener tu paketan aja. Anti ribet, anti mumet, cinta damai pula, kurang apalagi coba.

Nggak enak karena nggak bisa milih? Well, ancen kehidupan iki keras.

Buat kalian korban war KRS, sabar ya. Cobaan kalian nggak berat kok, cuma bikin mumet aja. Anggap pemanasan sebelum memasuki dunia yang sebenarnya.

Penulis: Yessica Octa Fernanda
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Di Kampus Saya, Waktu KRS Adalah Waktu Penuh Drama yang Menggemaskan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 September 2023 oleh

Tags: KRSpaketansistem KRSwar
Yessica Octa Fernanda

Yessica Octa Fernanda

Mahasiswa teladan.

ArtikelTerkait

Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok

Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok

6 Juli 2023
KRS Itu Fana, yang Abadi Adalah Dosen yang Seenak Jidat Mengubah Jadwal

KRS Itu Fana, yang Abadi Adalah Dosen yang Seenak Jidat Mengubah Jadwal

1 September 2023
Enaknya Kuliah di Politeknik, Mahasiswa Universitas Nggak Akan Pernah Merasakannya

Enaknya Kuliah di Politeknik, Mahasiswa Universitas Nggak Akan Pernah Merasakannya

16 Oktober 2025
Jangan Meromantisasi War KRS dan Website Jeleknya yang Down, Itu Bukti Institusi Pendidikan Tinggi Gagal Menyediakan Layanan Pendidikan!

Jangan Meromantisasi War KRS dan Website Jeleknya yang Down, Itu Bukti Institusi Pendidikan Tinggi Gagal Menyediakan Layanan Pendidikan!

22 Januari 2025
suka duka KRS mojok

Di Kampus Saya, Waktu KRS Adalah Waktu Penuh Drama yang Menggemaskan

27 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

20 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Kebohongan Pengguna iPhone Bikin Android Jadi Murahan (Pixabay)

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.