Wafer Tango, Nissin, Nabati, Selamat, dan Loacker: Mana yang Paling Pas dengan Seleramu? – Terminal Mojok

Wafer Tango, Nissin, Nabati, Selamat, dan Loacker: Mana yang Paling Pas dengan Seleramu?

Artikel

Seto Wicaksono

Sampai dengan saat ini, wafer sudah menjadi camilan favorit banyak orang. Sebagai suatu komoditas, transaksi jual-belinya nggak perlu diragukan lagi. Selalu laris-manis. Dengan berbagai merek dan variasi rasa yang tersedia, kita bisa memilih mana yang paling sesuai selera.

Perlahan tapi pasti, berbagai merek wafer baru pun mulai bermunculan. Nggak heran jika saat ini, merek satu dengan yang lain seakan saling perang kualitas dan rasa untuk memperebutkan kepercayaan sekaligus menyesuaikan selera konsumen.

Sebagai penggemar wafer dan hampir selalu membelinya saat pergi ke warung atau mini market, ada beberapa wafer yang menjadi favorit saya hingga saat ini dengan variasi rasa dan harga. Semua punya ciri khas dan keunikannya masing-masing. Namun, tentu saja ada yang terbaik dari yang terbaik. Renyah itu sudah pasti. Tapi, soal isian atau topping yang creamy siapa yang lebih unggul?

#1 Wafer Tango

Sejak saya kecil, wafer Tango selalu setia menemani. Untuk bekal sekolah atau sekadar dijadikan camilan di rumah. Yang awal mulanya hanya ada dua varian rasa, cokelat dan vanila, kini rasanya semakin beragam. Ada strawberry, bubble gum, keju, dan masih banyak lagi.

Rasa cokelat dan vanila memang selalu menjadi andalan dan cocok di lidah. Soal renyah, Tango memang jagonya. Hanya saja, isian krim dari semua varian rasa, rasanya kurang melekat di lidah. Jadi, sensasi rasanya kurang pekat aja gitu. Kurang meninggalkan kesan.

Soal harga, wafer Tango terbilang ekonomis. Per-130 gram, harganya berkisar antara Rp5.000-Rp7.000.

#2 Wafer Nissin

Baca Juga:  Betapa Menjengkelkan Orang yang Bangunin Sahur Pakai Sound System dengan Volume Kencang. #TakjilanTerminal21

Soal rasa, wafer Nissin 11-12 dengan wafer Tango. Beda-beda tipis dari sisi kerenyahan dan isian yang kurang creamy. Kendati demikian, karena harganya terbilang murah dan rasanya lumayan enak, merek ini patut diperhitungkan dan masuk dalam daftar rekomendasi wafer yang ada di rumah.

Dari semua varian rasa yang dimiliki, saya rasa, cokelat adalah yang terbaik dari wafer Nissin. Setelah dicoba dan dibandingkan dengan varian rasa lainnya, lebih creamy dan enak aja gitu.

Untuk kemasan ukuran 145 gram, kisaran harga wafer Nissin antara Rp5.000-Rp9.000. Tergantung di mana kita membelinya. Apakah secara online dengan banyak promosinya atau konvensional.

#3 Wafer Nabati

Nggak perlu diragukan lagi, merek Nabati memang produsen wafer dengan rasa keju terbaik dengan harga yang sangat terjangkau, menurut saya. Bagaimana tidak, kita bisa membeli per-50 gram seharga Rp1.700-Rp2.500. Dan untuk ukuran 145 gram, kita bisa menebusnya dengan uang Rp6.000-Rp7.000 saja.

Bagi saya, Richeese sudah menjelma menjadi komoditi terbaik dari wafer Nabati. Mungkin juga dari para kompetitornya. Teksturnya yang renyah dan kejunya yang creamy banget, bikin nagih dan sulit berpaling. Namun, sayang. Wafer Nabati cokelat, rasanya kurang seenak yang keju.

#4 Wafer Selamat

Di antara semuanya, wafer Selamat punya tingkat kerenyahan dan isian cokelat yang sangat creamy. Serius. Cokelatnya pekat dan padu dengan renyahnya wafer. Nggak salah jika saya menobatkan wafer Selamat sebagai salah satu yang terbaik di kelasnya. Dengan harga berkisar Rp10.500-Rp14.000 untuk ukuran 200 gram, kalian sudah bisa merasakan sensasi wafer dengan rasa cokelat terbaik.

Tentu saja, wafer ini direkomendasikan karena selain menawarkan rasa yang sangat enak, harganya pun terjangkau.

#5 Wafer Loacker

Baca Juga:  Jogja, Destinasi Wisata 'Terbaik' di Masa Pandemi

Meski terbilang baru di Indonesia, wafer Loacker sudah menjadi penantang serius bagi para kompetitornya. Pasalnya, Loacker menawarkan kerenyahan dan rasa wafer yang nyaris sempurna. Bahkan, bagi saya, mendekati sempurna. Antara renyah dan creamy sangat solid. Jujur saja, sejak kali pertama mencobanya, saya langsung jatuh cinta dengan rasanya.

Dari segi harga, wafer Loacker memang terbilang lebih mahal dibanding wafer lainnya. Untuk ukuran 45 gram saja, harganya bisa mencapai Rp9.000-Rp12.000. Sedangkan untuk 175 gram, harganya berkisar Rp26.000-Rp30.000. Akan tetapi, soal rasa, saya jamin akan mendapatkan kenikmatan yang hakiki. Semua rasanya sangat saya rekomendasikan. Namun, jika harus menentukan satu yang terenak, tanpa ragu saya akan memilih rasa cremkakao.

FYI, untuk semua merek wafer yang saya sebutkan di atas, jika dibeli secara online, kita akan mendapatkan harga yang lebih ekonomis. Tapi, perlu diingat, besaran ongkir pun harus jadi pertimbangan. Apakah gratis ongkir atau tidak. Kalaupun tidak gratis, saran saya, lebih baik sekalian beli banyak aja. Biar lebih efisien.

BACA JUGA Cara-cara Orang Makan Astor, Snack Saingan Berat Khong Guan di Meja Hidangan Lebaran dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
5


Komentar

Comments are closed.