Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Vaksin Covid-19 Membagi Netizen Jadi 3 Kubu

Achmad oleh Achmad
17 Januari 2021
A A
Dalam Menanggapi Vaksin Covid-19, Netizen Terbagi Jadi 3 Kubu terminal mojok.co

Dalam Menanggapi Vaksin Covid-19, Netizen Terbagi Jadi 3 Kubu terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Gerakan vaksin Covid-19 mulai resmi dijalankan sejak 13 Januari 2021 kemarin. Sebagai milestone, Jokowi menjadi orang pertama yang divaksin disaksikan oleh jutaan orang Indonesia melalui siaran langsung.

Tentu saja hal ini mengundang berbagai macam respons dari teman-teman saya di media sosial. Respons yang diberikan juga terbilang unik bin aneh tapi menggelitik sanubari. Kadang mengundang untuk berkata kasar dan merasa anxiety.

Respons yang pertama lebih ke arah pro, entah karena terpaksa atau memang tidak punya ideologi sendiri tentang vaksin ini. Beberapa teman saya yang bekerja di kantor yang dekat dengan pemerintah, ya sebut saja BUMN berlomba-lomba menggunakan twibbon.

Eits bukan sembarang twibbon ya, melainkan sebuah twibbon yang bertuliskan “saya insan (insert instansi) siap mendukung vaksin Covid-19”. Sangat menggugah dan menginspirasi orang untuk siap juga divaksin.

Biasanya twibbon ini akan dipercantik dengan foto saat sedang bekerja atau bahkan foto selfie terbaik ala Pepsodent. Tidak lengkap rasanya kalau hanya disimpan di album atau menjadi foto profil saja sehingga harus di-share melalui berbagai  macam platform media sosial yang dimiliki, mulai dari Story WhatsApp sampai Instagram dan TikTok.

Saya sebagai pembaca twibbon yang sangat keren secara visual tersebut merasa sangat terinspirasi setelah melihatnya. Lantas timbul pertanyaan apakah dengan melakukan hal tersebut akan mengurangi angka Covid-19? Ya tidak ada yang tahu kecuali Mbak Ayu sang peramal andal.

Sebenarnya akan lebih baik apabila mau membagikan mentahan twibbonnya agar orang-orang juga bisa ikut memeriahkan kampanye “insan siap” tersebut kan? Selain banyak orang yang akan menggunakan juga bisa menyebarkan vibes positif tentunya.

Tidak menutup kemungkinan juga nantinya akan banyak bermunculan twibbon serupa dengan tulisan yang menarik, mungkin ada “insan rebahan” atau “sobat ambyar” yang mau untuk membuatnya. Terdapat sebuah konsensus bersama apabila menggunakan twibbon semacam ini merupakan bentuk dukungan terhadap sebuah gerakan yang sedang dilakukan.

Baca Juga:

Kok Bisa Ada Negara yang Menggratiskan Vaksin? Contoh Indonesia, dong!

Kok Bisa ya Orang Percaya Konspirasi Microchip WHO, tapi Masih Pakai Smartphone?

Respons kedua lebih mengarah ke ujaran yang bersifat oposisi yang dengan kesan lantang menolak vaksin. Teman seperti ini biasanya bisa dilihat dari postingan Story WhatsApp atau broadcast yang dikirim di grup nongkrong.

Diawali dengan sebuah informasi dari portal berita online yang kita sendiri bahkan tidak tahu portal itu kredibel atau tidak. Lalu dilanjutkan dengan informasi kutipan dari sosok yang bergelar dokter atau ilmuwan dari luar negeri.

Apabila kalian juga menemui format tersebut berarti kita senasib. Respons semacam ini sangat lumrah terjadi di tengah simpang siurnya informasi tentang vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia. Tapi, mbok ya dicek dulu valid atau tidaknya informasi yang disebarkan.

Takut yang tidak mengerti jadi ikut terprovokasi dan enggan untuk divaksin. Padahal kan sudah gratis meskipun dengan angka keberhasilan kurang dari 70%. Tapi, setidaknya WHO dan MUI sudah menyetujuinya. Berarti kita bisa sedikit lega akan hal itu.

Tidak berhenti hanya saat menyebarkan informasi via grup WhatsApp, aliran kontra biasanya akan melanjutkannya dengan diskusi terbuka dari berbagai sumber diawali dengan percakapan, “Kata temenku atau saudaranya temenku ada yang pernah cerita…,” sampai tidak ada ujungnya.

Respons terakhir cenderung membuat isu ini menjadi bercandaan dan bukan hal serius dengan cara membuat meme. Salah satunya dengan memposting bahwa efek samping vaksin Covid-19 mempunyai efek samping bisa memperbesar Mr P. Alhasil kabar ini merupakan angin segar bagi para jomblo yang kurang beruntung mempunyai alat vital.

Tidak hanya itu ada isu juga apabila disuntik vaksin akan menjadi titan. Efek menonton anime Attack on Titan yang baru saja rilis Januari ini.

Sempat juga terlihat komentar Kominfo saat live streaming proses penyuntikan vaksin pertama kepada presiden, mereka menambahkan klaim bahwa dengan divaksin tidak akan mengubah orang menjadi Titan. Sangat meme-able!

Gerakan vaksin nasional memang masih mengundang pro kontra tapi setidaknya kita bisa bernapas lega karena Covid-19 memiliki titik terang. Semoga dengan vaksin nasional jumlah yang terinfeksi semakin berkurang. Apa pun aliran kalian dalam menanggapi ini, tetaplah waras. Asal jangan termakan hoaks dan bikin kasusnya tambah banyak, ya!

BACA JUGA Vaksin Gratis Bukan Berarti Masalah Selesai, Ingat, Ini Indonesia dan tulisan Achmad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2021 oleh

Tags: vaksin coronavaksin gratis
Achmad

Achmad

Pecandu Mobile Legend.

ArtikelTerkait

konspirasi microchip who vaksin virus corona mojok.co

Kok Bisa ya Orang Percaya Konspirasi Microchip WHO, tapi Masih Pakai Smartphone?

9 Agustus 2020
Anji Perlu Mempertimbangkan Karier Baru Ketimbang Jadi YouTuber Kontroversial MOJOK.CO

Anji Perlu Mempertimbangkan Karier Baru Ketimbang Jadi YouTuber Kontroversial

3 Agustus 2020
vaksinasi vaksin berbayar covid-19 Hoaks Vaksin Mengandung Virus Itu Wagunya Sampai Ubun-ubun terminal mojok.co

Kok Bisa Ada Negara yang Menggratiskan Vaksin? Contoh Indonesia, dong!

14 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga
  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol
  • Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik
  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.