Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Masalah Kehilangan Helm di Parkiran UM Malang: Ratusan Helm Hilang dalam Beberapa Bulan Gara-gara Pengamanan yang Malas-Malasan!

Iqbal AR oleh Iqbal AR
26 April 2025
A A
Masalah Kehilangan Helm di Parkiran UM Malang: Ratusan Helm Hilang dalam Beberapa Bulan Gara-gara Pengamanan yang Malas-Malasan!

Masalah Kehilangan Helm di Parkiran UM Malang: Ratusan Helm Hilang dalam Beberapa Bulan Gara-gara Pengamanan yang Malas-Malasan!

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai alumni kampus Universitas Negeri Malang (UM), saya itu antara kaget dan nggak kaget ketika mendengar maraknya kasus kehilangan helm di parkiran UM. Saya tidak kaget karena kasus kehilangan helm isi sudah kerap terjadi ketika saya masih kuliah di sana tahun 2016-2020. Tapi saya juga kaget, kok dari dulu kasus ini masih ada, apa nggak ditangani dengan serius?

Dalam beberapa bulan terakhir, kasus kehilangan helm di parkiran UM Malang ini bikin banyak mahasiswa muntab. Melalui banyak platform, mulai dari Twitter (saya masih nggak mau menyebutnya X) lewat aduan akun fess, hingga komentar-komentar instagram di akun yang terafiliasi dengan UM, mereka mengeluhkan, memprotes, dan mempertanyakan mengapa kasus kehilangan helm ini masih saja terjadi.

Kasus ini membuat salah satu akun media sosial kelompok solidaritas mahasiswa UM Malang, @acxum.1954, ikut turun tangan membantu penyelesaian maraknya kasus kehilangan helm ini. Akun @acxum.1954 sampai bikin posko laporan online tentang kehilangan helm. Di situ para korban bisa melaporkan kejadian yang mereka alami, lengkap dengan tanggal kehilangan, lokasi kehilangan, serta jenis helm yang hilang.

Dari data yang dihimpun akun @acxum.1954, setidaknya ada hampir 400 kasus kehilangan helm per April 2025. Bahkan ada hampir 300-an kasus yang terdata, yang terjadi dalam waktu kurang dari setahun, sejak 2024 hingga awal 2025. Data ini senada dengan apa yang diterima oleh Tim Reaksi Cepat Cakrawala (TRCC) UM, yang menerima laporan 62 kasus kehilangan helm sejak awal Desember 2024.

Ratusan kasus kehilangan helm hanya dalam kurun waktu sekitar setahun, dan nyaris nggak ada yang terselesaikan. Hmm, ini pihak kampus UM peduli apa nggak, sih?

Helm lebih mudah dicuri, parkiran UM yang banyak dan tersebar, serta nggak semua dijaga

Melihat maraknya kasus kehilangan helm di UM Malang, kita mungkin bertanya-tanya mengapa ini kerap terjadi. Jawaban pertama yang mungkin terlintas adalah helm itu lebih mudah dicuri. Tidak butuh peralatan apa pun, terutama jika helmnya hanya diletakkan di spion motor. Kalaupun butuh alat, paling ya cuma cutter saja untuk memotong tali helm. Lihat saja rekaman CCTV maling helm yang tersebar di internet. Semudah itu.

Saya punya teman (yang tidak akan saya sebut namanya), alumni UM Malang juga, angkatan 2015, yang pernah sekali-dua kali melakukan pencurian helm di parkiran UM. Menurut pengalamannya, mencuri helm itu gampang. Dia tinggal masuk ke parkiran, ambil satu helm (paling mudah adalah helm yang ada di sebelah motornya), lalu pergi, dan act like nothing happen. Udah, gitu aja. Apalagi kalau parkirannya minim penjagaan, malah akan lebih mudah.

Ini diperparah dengan parkiran di kampus UM yang banyak dan tersebar. Di kampus UM, hampir tiap gedung, atau tiap komplek gedung, punya parkiran sendiri-sendiri. Dan dari banyaknya parkiran itu, ada beberapa parkiran yang gelap, dan nggak semua parkiran itu ada penjaganya (satpamnya). Kalaupun ada, satpamnya paling cuma duduk menjaga di pos pintu masuk parkiran, nggak keliling, nggak terlalu memperhatikan.

Baca Juga:

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

Tapi apakah fakta bahwa helm ini adalah barang yang mudah dicuri dan parkiran di kampus UM ini banyak dan tersebar jadi faktor utama maraknya kasus kehilangan helm? Jawabannya jelas tidak. Ada faktor lain yang jadi kunci mengapa kasus kehilangan helm di UM ini masih marak.

CCTV yang “ada dan tiada”, serta pengamanan dan penanganan yang malas-malasan

Inilah faktor kunci dari maraknya kasus kehilangan helm di kampus UM. Kalau kalian pernah atau masih kuliah di UM, kalian pasti paham bahwa nyaris di semua parkiran kampus UM ini pengamanannya rapuh banget. Baik dari segi teknologi pengamanannya, maupun dari segi SDM pengamanannya.

Di kampus UM, belum semua parkiran memiliki CCTV. Kalaupun ada CCTV, biasanya itu adalah CCTV milik gedung, bukan khusus milik parkiran. Dan walaupun ada CCTV, saya juga nggak yakin bahwa CCTV itu difungsikan dengan baik dan maksimal. CCTV kayak jadi syarat belaka, yang penting ada. Saya bahkan nggak ingat, di parkiran yang dulu saya sering tempati—parkiran sebelah gerbang ambarawa—itu ada CCTV. Entah gimana di parkiran lainnya. Intinya, CCTV di parkiran UM itu kayak “ada dan tiada” gitu, lah.

Sudah CCTV-nya “ada dan tiada”, pengamanan di parkiran UM ini juga jauh dari kata maksimal, bahkan masih jauh dari kata layak. Sorry to say, tapi satpam di parkiran UM ini kadang masih kurang niat menjaga keamanan di parkiran. Entah apakah ini dipengaruhi gajinya yang masih rendah atau gimana, tapi kayaknya nggak harus mengorbankan keamanan di parkiran UM, deh. Ya memang parkir di parkiran UM Malang ini gratis, tapi bukan berarti keamanannya diabaikan, kan?

Dianggap remeh

Selain itu, penanganan kasus kehilangan helm ini juga malas-malasan. Ada beberapa pengakuan dari korban yang mengatakan bahwa dia melaporkan kehilangan helm kepada satpam, eh, satpamnya malah malas-malasan dan kayak menganggap remeh. Dari pihak kampus juga begitu. Ada banyak laporan yang masuk, tapi dari dulu kayak nggak ada niat serius menangani kasus ini. Lihat saja dalam beberapa bulan terakhir ini, yang paling getol ngoceh soal kehilangan helm bukan BEM, bukan rektorat, malah akun solidaritas mahasiswa UM. Kelihatan, kan?

Solusinya apa? Ya perketat keamanan. Pihak otoritas kampus pasti tahu, lah, gimana caranya. Lha wong mereka ini orang-orang pintar, kok. Intinya, pihak kampus harus punya perhatian khusus terhadap keamanan di dalam kampus, tak terkecuali untuk helm mahasiswa di parkiran. Kampus nggak boleh sampai menunggu ada ratusan laporan kasus dulu baru bertindak.

Kalau kasus ini dibiarkan, kalau 300-an laporan kehilangan helm dalam kurun waktu setahun ini nggak segera ditindak, integritas UM sebagai salah satu kampus terbaik di Malang, di Jawa Timur, bahkan di Indonesia ini benar-benar patut dipertanyakan. Kalau urusan kecil semacam kehilangan helm aja nggak tuntas, apalagi urusan-urusan lain yang lebih besar?

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Nggak Mau Punya Helm Mahal biar Nggak Dianggap Orang Gila

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 April 2025 oleh

Tags: kasus kehilangan helmMalangUM Malang
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Sleeper Bus Membius 2 Teman Saya, Bikin Lupa Kereta Eksekutif (Wikimedia Commons)

Sleeper Bus Mulai Menjadi Moda Transportasi Favorit, Membuat Anak Kereta Berpikir Ulang Naik Naik Kereta Eksekutif

23 Mei 2025
Kuliah di Universitas Negeri Malang (UM) Menyadarkan Saya, Ternyata Nggak Semua Orang Cocok Belajar di Sini Mojok.co UM malang

Kuliah di Universitas Negeri Malang (UM) Menyadarkan Saya, Ternyata Nggak Semua Orang Cocok Belajar di Sini

22 Juni 2024
Pengunjung Gagal Paham Konsep Gamma Grape Experience Malang Bikin Guide Menderita Mojok.co

Pengunjung Gagal Paham Konsep Gamma Grape Experience Malang Bikin Guide Menderita

3 Juli 2024
Stasiun Malang, Stasiun Termegah Se-Malang Raya yang Nggak Lebih Baik dari Stasiun Surabaya Gubeng Mojok.co

Stasiun Malang, Stasiun Termegah Se-Malang Raya yang Kalah Jauh Dibanding Stasiun Surabaya Gubeng

20 Februari 2024
\4 Dosa Penjual Bakwan Kawi Malang yang Jarang Disadari Banyak Pembeli Mojok.co

4 Dosa Penjual Bakwan Kawi Malang yang Jarang Disadari Banyak Pembeli

13 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna
  • Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif
  • Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.