Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Maaf, Ujian SIM C Terbaru Belum Bisa Menguji Kemampuan Pengendara Motor, Soalnya Nalar Mereka yang Remuk, Bukan Skill-nya!

Mohammad Faiz Attoriq oleh Mohammad Faiz Attoriq
8 Agustus 2023
A A
penggolongan sim ujian praktik sim sim khusus pelajar mojok

ujian praktik sim sim khusus pelajar mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Perkara ujian SIM C, selalu menjadi perbincangan hangat, sehangat tempe mendoan yang baru diangkat dari penggorengan. Topik pembicaraan yang paling dikenal adalah ujian praktik dengan lintasan berbentuk angka 8. Banyak yang menilai kalo ujian SIM dengan sirkuit tersebut tidak jauh berbeda dengan sirkus.

Banyak pemohon SIM C yang gagal ujian. Ada yang gagal karena kaki turun saat menikung, bahkan keluar jalur. Ya, sirkuit tersebut sudah rumit, lebarnya sempit pula, yaitu sekitar 1,5 kali lebar motor yang digunakan untuk ujian. Pantas saja jika banyak yang “nembak” ketimbang gagal bolak-balik untuk mengajukan SIM. Sampai detik ini pun masih ada saja yang bikin SIM-nya “nembak”.

Ada anekdot tentang ujian SIM C dengan sirkuit angka 8. Kenapa dibuat dengan angka 8 dan zig-zag? Ternyata itu untuk menguji kemampuan pengendara motor untuk menghindari jalan berlubang, juga menghindari razia kepolisian lalu lintas.

Dari angka 8 jadi huruf S

Karena banyak pemohon yang gagal mendapatkan SIM C, Polri akhirnya mengubah sirkuit legendaris ini. Dari yang berbentuk angka 8, kini menjadi meliuk-liuk seperti huruf S. Dari yang sekadar mengelilingi lingkaran, kini ada lintasan lurus, U-turn, lintasan berkelok, sampai ada uji pengereman.

Soal lintasan, ternyata diperlebar menjadi 2,5 kali lebar motor ujian. Lebar lintasan yang hanya 1,5 lebar motor terlalu sempit. Sudah bikin pengendara kesulitan dan grogi, sering gagal karena keluar jalur pula.

Belum bisa menguji kemampuan berkendara

Meski sudah berubah, tapi mohon maaf, saya menilai perubahan skema ujian SIM C ini masih belum bisa menguji kemampuan peserta ujian terhadap aturan berlalu lintas, misal rambu-rambu dan marka jalan. Melihat sirkuit ujian ini, masih belum lepas dari label uji kompetensi pelaku sirkus.

Sementara yang sudah kita ketahui bersama, problem terbesar dalam berlalu lintas adalah enggan atau abainya pengguna jalan terhadap aturan berlalu lintas. Masih banyak yang menerobos lampu merah, melawan arus, tidak mematuhi batas kecepatan, bahkan yang cukup problematik adalah menerobos palang pintu perlintasan sebidang KA dan merokok saat menyetir.

Jadi, bisa dibilang, pengendara di Indonesia itu gagalnya bukan di perkara teknis, tapi mindset, atau lebih spesifik lagi, common sense.

Baca Juga:

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

Ujian SIM di Taiwan

Rasanya, tak afdal jika tak pakai perbandingan agar ada tolok ukur yang jelas. Misal, Taiwan. Ujian SIM di Taiwan adalah simulasi berlalu lintas sungguhan. Misal, ada simulasi perlintasan sebidang KA, polisi tidur, Pelican Crossing, traffic light, kemampuan menentukan prioritas di cabang persimpangan jalan, masih banyak lagi. Menurut saya, ujian SIM Taiwan sangat lebih berbobot. Pantas sih kalo banyak yang membandingkan ujian SIM Indonesia dengan Taiwan.

Saya lebih setuju jika ujian SIM Indonesia harusnya dipersulit, tapi bukan faktor birokrasi. Ujian SIM untuk sepeda motor (juga kendaraan lain) ini harus dipersulit dari sisi bobot ujiannya. Agar apa? Supaya pemegang SIM benar-benar kompeten berlalu lintas, seperti memahami dan mengaplikasikan rambu-rambu dan marka jalan. Mengeluarkan SIM itu berat konsekuensinya: kepolisian percaya pengendara tersebut taat aturan.

Terlepas dari masalah ujian SIM C terbaru yang masih seperti sirkus, setidaknya perubahan sirkuit untuk tes praktik ini perlu untuk kita syukuri. Artinya, pihak kepolisian negara ini sangat terbuka terhadap kritik, sambat, dan masukan dari peserta tes yang kesulitan atau gagal lulus ujian praktik SIM C ini.

Tapi saya yakin, suatu saat nanti ujian praktik SIM C bakal dibuat lebih berbobot, bisa seperti di Taiwan. Lintasan sirkus sudah usang, sekarang eranya bagaimana semua pengguna jalan bisa kompeten dan patuh terhadap aturan berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan orang lain, di samping menghindari tilang.

Penulis: Mohammad Faiz Attoriq
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cerita dari Peserta Ujian Praktik SIM yang Gagal, tapi Terus Mencoba

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2023 oleh

Tags: real life situationtaiwanujian SIM
Mohammad Faiz Attoriq

Mohammad Faiz Attoriq

Si pria random yang tubirnya meletup-letup

ArtikelTerkait

penggolongan sim ujian praktik sim sim khusus pelajar mojok

Ujian Praktik SIM Adalah Refleksi Ujian Hidup yang Sebenarnya

14 April 2021
Pengalaman Kuliah S3 di Taiwan Bikin Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia Mojok.co

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

25 Maret 2026
Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

27 Februari 2025
SYM Fiddle 125: Skutik Mirip Vespa Matic Seharga Honda Beat, Nggak Perlu Nendang Pintu Lagi buat Bisa Bergaya

SYM Fiddle 125: Skutik Mirip Vespa Matic Seharga Honda Beat, Nggak Perlu Nendang Pintu Lagi buat Bisa Bergaya

5 Juli 2023
7 Menu Xing Fu Tang yang Harus Kalian Coba kalau Bosan dengan Rasa Brown Sugar Mojok.co

7 Menu Xing Fu Tang yang Harus Kalian Coba kalau Bosan dengan Rasa Brown Sugar

6 November 2023
Kenapa sih Pada Protes Akses NIK Kudu Bayar? Kayak Nggak Paham Aja Biasanya Gimana SIM

SIM Itu Memang Harusnya Susah Didapat, Bukan Malah Dipermudah, apalagi Berlaku Seumur Hidup!

9 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.