Udah Niat Ngechat tapi Lupa, Sering Gitu? Nggak Usah Banyak Cingcong, Ini Tipsnya

nge-chat lupa kirim chat whatsapp lupa ngechat wa gimana tips menghindarinya mojok

lupa kirim chat whatsapp lupa ngechat wa gimana tips menghindarinya mojok

Kalau sekarang ngechat pun memunculkan sejumlah masalah, kita memang harus ingat dulu berbalas pesan susahnya minta ampun. Kita harus nulis surat, kemudian beli perangko, dan baru dikirim ke kantor pos. Itu pun sampainya lama. Kamu-kamu yang hidup waktu Dilan dan Milea naik angkot berdua, atau Si Doel belum jadi gubernur Banten pasti pernah merasakannya.

Zaman telah berubah. Berbalas surat sudah menjadi pekerjaan yang patut dimuseumkan. Manusia mulai mengenal hape atau telepon genggam. Saya ingat, dulu saya pernah punya hape yang gedenya setelapak tangan. Itu kalau buat melempar anjing, beuh… sakit—sayanya digigit anjing. Berbalas surat pun beralih ke SMS-an.

Anak-anak muda yang lahir medium 1990-an ke atas pernah merasakannya. SMS-an bareng doi semasa SMA menjadi sejarah yang bisa diceritakan ke anak cucu. Baru di era telepon pintar mulai merambah, SMS giliran yang tersisihkan. Muncul platfrom chatting yang dianggap lebih fleksibel, modis, dan tentunya parlente.

Ada BlackBerry Messenger, WeChat, WhatsApp, dan sebangsanya. Meskipun zaman berganti, platfrom dan device bertransformasi, budaya chatting masih melekat kuat. Banyaknya aplikasi dan media sosial yang bermunculan, ternyata membuat budaya chatting juga menimbulkan efek negatif.

Kalau dulu menanti surat dari sang kekasih, dan membalasnya menjadi momentum paling sakral. Sehingga orang akan bener-bener serius menyiapkannya. Era WhatsApp berbeda. Mau ngechat pun tak perlu serius-serius amat menyiapkannya.

Padahal chat kan bukan cuma pas hendak berbasa-basi, cari perhatian gebetan, atau sekadar nanyain kabar. Melainkan bisa menyangkut chatchat yang sebenarnya penting dan perlu. Misalnya, kita punya rencana mau chat penting ke seseorang, sebutlah dosbing.

Tetapi pas buka WhatsApp kita malah lupa. Bukan ngechat dosbing, tapi justru nontonin story WhatsApp, dan keluar WhatsApp malah buka Twitter. Baru ingat besoknya, lusa, atau malah seminggu lagi.

Jujur saja, kamu sering begitu kan? Tenang, saya ada cara nih buat mengatasinya. Kamu nggak perlu susah-susah cari lagi di Google. Dengan cara ini, kamu akan berterima kasih ke saya karena menulis ini. Yuk mari.

Tips biar nggak lupa ngechat #1 Pas ingat, langsung chat

Cara pertama biar kamu nggak lupa pengin ngechat seseorang adalah begitu kamu ingat, langsung chat aja nggak usah banyak cingcong. Kalau kamu menunda-nunda, misal, ah besok saja, ah lusa saja deh, ah minggu depan saja kali, hasilnya sampai MU juara Liga Arab pun nggak bakal terlaksana.

Ini sangat berguna kalau kamu merasa betul-betul butuh buat chat orang tersebut. Sekaligus teruntuk kamu-kamu yang lagi pedekate sama gebetan dan baru dapat nomor WhatsApp-nya. Bergegas chat adalah cara paling gampang supaya nggak lupa. Nggak kebayangkan kamu butuh hasil corat-coret skripsi dari dosbing saja harus nunggu karena males chat?

Urusan dibaca atau tidak belakangan. Jangan khawatir, satu ketika chat kamu bakal dibaca kok, walaupun nggak dibales.

Tips biar nggak lupa ngechat #2 Bikin pengingat

Manusia adalah tempatnya lupa dan salah. Maka penting untuk membuat pengingat. Rencana ngechat pun sama. Kalau perlu, buat seperti alarm. Atur tanggal dan jamnya.

Misalnya, kamu punya rencana besok mau nembak gebetan lewat chat. Selain modal mental dan kata-kata indah nan ciamik, yang paling penting kamu butuh waktu. Iya, waktu buat ngirim pesannya.

Rencanakan baik-baik kapan mau ngirimin untaian kata-kata mutiara yang bisa meluluhkan hati calon pacar kamu. Setting pengingat di kalender hape kamu. Aturlah sedemikian detailnya, dari hari, tanggal, bulan, tahun, jam, menit, dan detiknya jika kamu beneran mau bikin chat-nya tambah spesial. Nanti kamu bisa jelasin ke pacar kapan kamu nembak dia dengan detail. Kan keren sekali tuh.

FYI, cara ini boleh dipakai buat keperluan chat ke siapa pun kok. Nggak cuma pacar. Jadi, buat kamu yang mau chat ibu-bapak, cara ini saya rekomendasikan.

Tips biar nggak lupa ngechat #3 Suruh teman buat ngingetin

Pengingat nggak cuma aplikasi yang berdering. Namun, teman juga bisa menjadi pengingat yang baik. Karena manusia itu tempatnya lupa, mereka juga katanya makhluk sosial, dalam agama ada istilah saling mengingatkan. Begitu pula fungsi teman.

Teman adalah satu-satunya makhluk yang lumayan bisa kita andalkan buat ngingetin. Bahkan, nggak disuruh pun mereka kerap ngingetin—saking care-nya. Misalnya, ngingetin kalau sudah waktunya buat lulus, cari kerja, cari pacar, sampai cari pahala.

Nah, kita dapat memanfaatkan teman buat ngingetin rencana kita  ngechat seseorang. Apalagi orangnya itu, iya teman kita sendiri. Contohnya gini: “Tolong ingatkan saya ya, besok saya mau chat kamu.” Atau jika kebetulan orang yang hendak kamu kirimi chat itu kerabat teman kamu sendiri.

Metode ini juga bisa bermanfaat kalau kebetulan kamu, temanmu, dan seseorang yang pengin kamu chat berada dalam satu kelompok. Kurang lebih begini alur chat permohonan untuk diingatkan:

“Jangan lupa si Fulan dikasih tahu.”

“Iya, nanti aku kasih tahu. Kalau aku lupa, besok diingatkan ya.”

“Ahsiap.”

Tips biar nggak lupa ngechat #4 Nggak usah berencana ngechat siapa-siapa

Langkah terakhir supaya kamu nggak melupakan rencanamu buat ngechat seseorang, mau itu penting atau tidak adalah dengan nggak usah bikin rencana mau ngechat siapa-siapa. Enak tho? Kalau nggak ada niat mau ngechat siapa pun kan kita jadi nggak lupa.

Kamu nggak nyusahin alarm, orang lain, dan tentunya otak kamu sendiri buat mengingat-ingat. Nggak ada rencana buat chat seseorang membuat orang lain, yang mungkin tengah menunggu chat dari kamu nggak perlu nunggu lagi. Semua jelas seperti bacaan idhar halqi di dunia pertajwidan. Mereka nggak kecewa dan kamu nggak repot. Semudah itu.

Well, misalkan kamu masih mengalami sering kelupaan mau chat seseorang, bisa coba empat cara yang saya hidangkan di atas. Mudah-mudahan cespleng. Kamu bisa tidur nyenyak, deh.

BACA JUGA Alangkah Baiknya Jika Pemerintah Kita Belajar dari Warga Ciraos Bernama Idoy dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Exit mobile version