Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Uang Pembinaan, Kebohongan Panitia untuk Menarik Peserta Lomba

Christianto Dedy Setyawan oleh Christianto Dedy Setyawan
25 Oktober 2022
A A
Uang Pembinaan, Kebohongan Panitia untuk Menarik Peserta Lomba

Uang Pembinaan, Kebohongan Panitia untuk Menarik Peserta Lomba (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Uang pembinaan itu mencurigakan. Nominalnya berapa? Memangnya bakal dibina?

Dua bulan silam pernah viral berita tentang hadiah juara ketiga dalam Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup 2022 di Kabupaten Pekalongan sebesar lima puluh ribu rupiah. Kabar tersebut viral salah satunya karena nominal duit yang nggak wajar. Orang tua dari anak yang menjuarai lomba tadi kecewa kerja keras anaknya diganjar uang pembinaan yang tidak masuk akal.

ADVERTISEMENT

Dalam suatu perlombaan, lazimnya tentu menyertakan hadiah bagi pemenangnya. Adanya hadiah ini sangat penting kedudukannya. Selain memotivasi para peserta dalam mengikuti perlombaan, keberadaan hadiah juga menambah semarak dan greget kompetisi. Sayangnya, terkhusus untuk perlombaan yang diikuti kalangan pelajar atau mahasiswa, kadang wujud hadiahnya tidak ditulis secara spesifik. Penyebutan secara spesifik misalnya hadiah bagi juara pertama berupa uang dua juta rupiah dan sertifikat juara. Lain halnya dengan yang tidak disebut spesifik biasanya ditulis dengan istilah uang pembinaan.

Sekilas, tampak tidak ada yang keliru dengan istilah uang pembinaan. Istilah ini terdengar aman, santun, dan elegan. Label uang pembinaan juga banyak dijumpai di iklan lomba yang dapat dengan mudah kita temukan via Instagram. Dulunya saya pun berpikiran demikian sampai akhirnya saya mengalami sendiri betapa janggalnya penerapan istilah tersebut. Setidaknya terdapat dua hal substansial dan esensial yang cukup mengganjal di benak saya terkait uang pembinaan.

Pertama, tak ada transparansi

Setahun silam saya pernah mengikuti lomba menulis paper yang diadakan oleh salah satu universitas. Dalam poster iklan lombanya tertera juara pertama hingga keempat memperoleh e-sertifikat dan uang pembinaan. Pikiran publik tentunya normal jika mengarah pada adanya nominal uang dengan jumlah yang tidak kecil-kecil amat dengan gradasi pembeda antar peringkat juara lomba yang tegas.

Membuat paper itu tidak mudah. Kamu perlu melakukan riset di lapangan, mengolah banyak jurnal dan referensi literatur yang kredibel, serta merciknya menjadi karya tulis yang enak dibaca. Di sisi lain lomba ini berskala nasional. Keempat finalis (yang nanti menjadi juara) juga mendapat kesempatan mempresentasikan papernya dalam sesi seminar nasional yang pembicaranya berstatus profesor dan doktor. Wajar jika lomba ini dipandang sebagai kompetisi yang bergengsi.

Nyatanya tidak demikian. Di akhir lomba, saya diumumkan sebagai juara pertama. Bisa menebak berapa hadiah yang diberikan panitia? Seratus ribu rupiah. Yups, kamu tidak salah baca. S E R A T U S R I B U.

Lomba paper tingkat nasional yang diselenggarakan kampus memberikan apresiasi pada juara serendah itu. Saya kian dongkol saat bertanya pada peserta lomba yang menjadi juara keempat. Dari pengakuannya, dia sebel karena dapat hadiah seratus ribu rupiah. Lhaaa kok hadiahnya dia sama persis dengan saya. Dia yang juara keempat saja sebel, apalagi saya yang juara pertama. Aneh banget dan blasss ra mashokkk.

Baca Juga:

Hari Ibu, Perayaan Penuh Cinta yang Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Seorang Anak

Hadiah untuk Dosen Pembimbing Itu Kebiasaan yang Nggak Perlu, Merepotkan Kedua Belah Pihak!

Saya kemudian protes kepada panitia dan mereka mengakui jika hadiahnya memang bernominal di angka tersebut. Saya pun berpikir jangan-jangan istilah uang pembinaan ini dijadikan sebagai dalih agar panitia lomba bisa ngapusi peserta. Tercium aroma indikasi ketidakjujuran di sini. Barangkali mereka sungkan jika memasang iklan lomba bertuliskan “juara pertama memperoleh uang seratus ribu rupiah”. Sungkan karena sadar diri plus insecure kok hadiahnya dikit amat. Mungkin lebih tepatnya juga malu sebab nominal tersebut memang nggak wajar.

Apa pun argumentasi dari panitia, sebaiknya nominal hadiah itu disebutkan secara jelas, gamblang, dan tanpa tedheng aling-aling. Bukannya sebagai peserta sok matre, namun semua yang ikut lomba yo mestine ngincer menang dan hadiahe to yo. Mosok yo ngincer kalah. Ketahuilah pula bahwa istilah uang pembinaan itu bersifat abstrak.

Kedua, nggak ada pembinaan

Menurut KBBI, pembinaan diartikan sebagai usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Sekarang mari kita lihat, apakah uang pembinaan itu memang memiliki pemaknaan membina kepada para pemenang lomba? Apakah pemberian uang seperti yang seratus ribu rupiah tadi itu dapat disebut sebagai upaya membina? Bukankah interaksi antara panitia lomba dengan peserta lomba umumnya bersifat relasi transaksional yang bermuara pada CTL alias cul tinggal lungo? Hal yang diartikan bahwa panitia memberikan hadiah pada juara dan sudah gitu doang, pergi dan selesai.

Jujur saja saya malah penasaran dari mana awalnya muncul istilah uang pembinaan. Membina saja nggak, kok bisa-bisanya menyematkan istilah pembinaan. Jika ingin dimaknai secara tepat, setelah penyerahan hadiah lomba, panitia membina, mendampingi, dan menyertai proses tumbuh kembang peserta yang menjadi juara tadi agar dapat lebih bagus lagi ke depannya. Dalam hal ini mestinya terdapat proses terencana yang kontinyu dan berkesinambungan dari panitia pada pemenang lomba pasca selesainya perlombaan.

Itu jika mau dimaknai secara benar lho ya. Kalau nggak mau, ya sudah jangan menyematkan label uang pembinaan dalam iklan lombanya.

Belajar dari pengalaman tadi, ada baiknya jika kamu mau mengikuti lomba entah lomba menulis puisi, cerpen, esai, karya tulis ilmiah, atau membuat desain poster, tolong lihat dulu apakah hadiahnya disebutkan dengan jelas angkanya atau masih bermodus uang pembinaan. Bisa juga dengan menghubungi contact person panitia dulu yang biasanya dicantumkan di iklan lomba jika sekiranya masih ragu.

Memang di luar kejadian tadi masih banyak kok panitia lomba yang memberikan uang pembinaan dengan angka yang layak dan sip. Kebetulan saja saya yang ketiban apes dalam lomba paper tersebut. Semoga keapesan saya dapat menjadi hikmah bagi kamu yang gemar ikut lomba. Pengecualian bagi kamu yang ikut lomba tetapi ora nggagas hadiahnya. Saya kirimkan salam hormat untuk itu.

Penulis: Christianto Dedy Setyawan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Lomba Gratisan di Instagram Sukses Bikin Saya Jadi Manusia yang Emosian

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2022 oleh

Tags: hadiahlombauang pembinaan
Christianto Dedy Setyawan

Christianto Dedy Setyawan

Pencinta literatur yang hobi blusukan sejarah

ArtikelTerkait

Hadiah untuk Dosen Pembimbing Itu Kebiasaan yang Nggak Perlu, Merepotkan Kedua Belah Pihak! Mojok.co

Hadiah untuk Dosen Pembimbing Itu Kebiasaan yang Nggak Perlu, Merepotkan Kedua Belah Pihak!

12 Desember 2023
5 Rekomendasi Hadiah buat Ibu Hamil Terminal Mojok

5 Rekomendasi Hadiah buat Ibu Hamil

24 November 2022
Lomba Gratisan di Instagram Sukses Membuat Saya Jadi Manusia yang Emosian

Lomba Gratisan di Instagram Sukses Bikin Saya Jadi Manusia yang Emosian

20 Agustus 2021
Cara Memilih Medsos buat Olshop yang Pengin Ngadain Giveaway giveaway menang cara tips Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya

Menang Giveaway 50 Kali dalam Sebulan, Saya Beruntung atau Cuma Kurang Kerjaan?

4 Mei 2020
Lomba yang Pemenangnya Ditentukan Jumlah Like Terbanyak Itu Menyebalkan terminal mojok.co

Lomba yang Pemenangnya Ditentukan Jumlah Like Terbanyak Itu Menyebalkan

30 Oktober 2020
aspek perpajakan peraih medali olimpiade mojok

Aspek Perpajakan pada Hadiah yang Diterima Atlet Peraih Medali Olimpiade

5 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri Mojok.co

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri

18 Juli 2026
Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026
Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer Mojok.co

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.