Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

Kolega saya di Semarang membuat story WhatsApp mengenai insiden lalu lintas yang kembali terjadi di Exit Tol Bawen, jalur tengkorak yang sudah sejak lama dikenal berbahaya bagi pengendara yang melintas di sana. Exit tol itu memiliki jalur turunan yang panjangnya sampai 2 Km. Jika kendaraan pribadi mungkin akan aman saja melewati jalur ini, tapi bagi kendaraan besar seperti truk logistik, lain ceritanya.

Sebenarnya, turunan tersebut tidak berbahaya andai didukung dengan desain yang proper. Masalahnya, Exit Tol Bawen ini tidak didesain dengan pas. Setelah turunan panjang, pengemudi akan menemui persimpangan di ujung turunan. Lagi-lagi, tidak bermasalah untuk kendaraan pribadi. Tapi jika kendaraan logistik besar dipaksa mengerem terus-terusan, jika blong, akan menghantam kendaraan lain yang ada di persimpangan.

Sudah begitu, masalah desain Exit Tol ini menurut saya agak bermasalah. Misalnya perkara jalur penyelamat. Jalur ini dibuat sebagai antisipasi kalau ada yang rem blong, masalahnya, jalur tersebut juga susah diakses. Jalur penyelamat hanya ada di sisi kiri, jadi jika ada kendaraan yang rem blong di sisi kanan, hampir tak mungkin beralih jalur ke kiri dengan mudah.

Selain perkara turunan yang tak ramah pada rem truk, ada hal lain yang bikin Exit Tol Bawen berbahaya.

BACA JUGA: Tol Jogja-Bawen Punya 3 Terowongan yang Menembus Perut Bukit, Ini Lokasinya

Topografi Exit Tol Bawen yang memang sudah “berbahaya”

Exit Tol Bawen ini di daerah pegunungan, itu saja sudah menunjukkan kalau daerah ini memang tidak seramah jalan-jalan lain. Masalahnya adalah, sudahlah dia di pegunungan, tapi tak jauh dari situ, dari Exit Tol sampai Bergas hingga Ungaran, isinya adalah kawasan industri. Yang otomatis, jalur tersebut dilewati banyak truk bertonasi besar.

Seperti yang saya bilang tadi, kalau kendaraan pribadi, tak ada masalah berarti melewati Exit Tol Bawen. Tapi truk monster, beda cerita. Yang mereka bawa itu beban yang amat besar, turunan 2 KM jelas bukan perkara sepele bagi mereka. Otomatis, rem blong jadi hal paling common di sini.

Hal ini juga diperparah satu hal, yaitu kendaraan yang membawa beban di luar batas. Ini penyakit dari dulu sih. Truk ODOL ini memang jadi masalah yang sulit diselesaikan. Sudahlah jalurnya berbahaya, muatan yang dibawa jauh melewati batas. Ya ini sih resep bencana paling manjur.

Solusi mengurai masalah

Sebenarnya ada banyak solusi. Di pikiran saya, bisa bikin flyover untuk memisahkan kendaraan yang menuju dan dari Exit Tol. Ya memang harus keluar duit banyak, tapi bisa jadi pertimbangan.

Tapi yang paling penting sih, saya kira adalah melihat dan memaksa para pengendara dan penyedia logistik patuh pada aturan. Misalnya, tidak boleh membawa beban berlebih. Lalu, armada yang dipakai harus dalam keadaan prima. Maksudnya tuh, percuma pake banget kalau nambah rambu, bikin speed trap, atau bikin flyover sekalipun kalau armada yang dipake emang penuh masalah.

Ya kita tahu sama tahu lah, nggak sedikit yang maksa pake kendaraan tak layak pakai untuk dijadikan kendaraan operasional.

Exit Tol Bawen memang jalur tengkorak, tapi ingat, kehati-hatian tetaplah jadi kunci utama. Pokoknya tingkat kewaspadaan kalian di sini. Sebab, kecelakaan itu terkadang bukan karena kita yang keliru, tapi karena orang lain.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tips Melewati Jalan Tol yang Tidak Diajarkan Petugas Jalan Tol

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version