Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Truk Kelebihan Muatan Memang Menyebalkan, dan Sayangnya Kita Dipaksa Memakluminya

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
18 Desember 2023
A A
Truk Kelebihan Muatan Memang Menyebalkan, dan Sayangnya Kita Dipaksa Memakluminya truk odol

Truk Kelebihan Muatan Memang Menyebalkan, dan Sayangnya Kita Dipaksa Memakluminya (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Seperti manusia pada umumnya, saya membenci Senin. Hanya saja, saya benci Senin bukan benci karena harus bekerja, melainkan karena harus bertemu truk besar di jalanan menuju Jogja. Beberapa truk tersebut, adalah truk kelebihan muatan.

Kalian mungkin bertanya-tanya, apa memangnya yang menyebalkan dari truk kelebihan muatan. Kalau benar, selamat, kalian adalah salah satu manusia beruntung di dunia yang tak harus menemui bencana tersebut.

Saya nggak berlebihan dalam menyebutnya bencana. Sebab, memang kelewat banyak hal menyebalkan yang muncul dari truk-truk tersebut.

Sebagai pemotor, kemampuan menyalip adalah hal yang wajib dipunya. Kemampuan menyalip yang saya maksud bukan asal nyalip lho, tapi tahu betul cara menyalip yang benar. Nggak bikin celaka pengendara lawan arah dan yang disalip.

Untuk ini, saya lumayan ahli. Saya tahu betul cara menyalip, tahu berapa jarak yang harus saya sisakan untuk pengendara yang saya salip, dan kecepatan yang proper dalam menyalip. Masalahnya, ilmu-ilmu begini kadang menguap saat ketemu truk kelebihan muatan.

Truk kelebihan muatan, bencana bagi pengendara motor

Truk macam ini, biasanya makan ruangan yang kelewat besar. Kecepatan mereka pasti rendah. Kalau jalan sepi, enak, nyalip truk beginian cepet. Beda cerita kalau jalanan ramai, apalagi jika arah sebaliknya ikutan ramai.

Menyalip truk dan kendaraan besar lain, itu jelas beda dengan menyalip mobil dan motor. Kamu jelas nggak bisa tepat di belakang truk, karena kalian masuk blind spot. Masalahnya adalah, jika jalanan ramai, kalian nggak punya pilihan lain selain mepet di belakang truk dan masuk blind spot.

Jaga jarak juga susah. Sebab jika jalur lawan ramai, otomatis akan tercipta kemacetan sesaat di belakang truk. Kalian nggak bisa otomatis menjaga jarak karena banyak kendaraan di belakang kalian. Satu-satunya jalan, ya nekat menyalip, dan berjudi dengan taruhan satu-satunya nyawa yang kalian punya. Jelas, itu perjudian yang buruk.

Baca Juga:

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

Berkendara di belakang truk kelebihan muatan itu juga bikin sengsara. Kalau muatannya adalah pasir, pasir tersebut bisa menyerang mata kalian. Menutup helm memang jadi solusi, tapi arah debu terbang juga nggak bisa diprediksi. Mata nggak kena, tapi badan bisa kena.

Itu kalau yang dibawa pasir. Gimana jika yang dibawa batu?

Kasus sudah banyak, masih aja nggak gerak

Sudah banyak banget kasus truk kelebihan muatan yang terguling. Dan potensi itu akan selalu ada. Mengingat tak sedikit juga sopir truk yang cara berkendaranya begitu bajingan. Udah tau kelebihan muatan, tapi masih nekat ngebut dan nyalip. Alasannya pasti kejar setoran, biar cepet sampai, yang inilah, yang itulah. Kalau udah terpojok, biasanya bawa-bawa kata cari nafkah susah.

Lah, yang berkendara di jalanan selain ente emang cari apa gue tanya? Cari masalah?

Dari dulu saya heran kenapa truk kelebihan muatan seakan-akan tak pernah tersentuh. Selalu saja ada dan nggak ditindak. Padahal truk beginian juga mudah ditemukan di jalan raya. nggak jarang juga truk tersebut lewat pos polisi. Yang artinya, nggak mungkin polisi nggak tahu. Tapi kenapa rasanya jarang banget melihat ada truk kelebihan muatan ditilang? Kalaupun ada, kenapa masih begitu banyak berkeliaran?

Padahal truk yang overload ini nggak cuman membahayakan pengendara. Truk tersebut bisa merusak jalan, apalagi jika jalan tersebut dilewati banyak truk tiap harinya. Kayak jalan di Klaten, yang pernah saya tuliskan di sini.

Soalnya bagi saya, hampir nggak ada alasan yang bisa dipakai untuk memaklumi tindakan tersebut. katakanlah demi cari uang, ya itu masuk akal. Buat nafkah, menerabas aturan saya kira sudah biasa. Tapi kalau semasif ini, bagi saya sudah nggak masuk akal.

Saya sering lihat ojol ditilang, padahal mereka juga cari nafkah. Kalau ojol bisa dan sering ditilang, kenapa truk kelebihan muatan jarang ditilang?

Sesama pencari nafkah harusnya saling mengerti

Ini bukannya saya sentimen atau gimana ya. Menurut saya mbok ya sesama pencari nafkah, pengguna jalanan, ayolah, saling mengerti. Saya memang nggak cari uang di jalan, tapi saya ingin aman dalam perjalanan menuju kantor dan rumah. Saya juga penginnya sopir truk itu aman, nggak harus bikin truknya kelebihan muatan dan mengancam keselamatan mereka juga.

Memang masalah ini kompleks. Setau saya, agar tak merugi, sopir truk terpaksa mengisi muatan berlebih dan mempercepat laju agar upah mereka bisa maksimal. Saya paham betul perkara ini. tapi, apakah menukar keselamatan sebanding dengan upahnya? Pemerintah harus turun tangan sih ini.

Jalanan rusak, pengendara yang terancam, serta efek lingkungan lain yang muncul karena truk kelebihan muatan seharusnya sudah bikin pemerintah gerak cepat dalam mengatasi masalah ini. Tapi, ya, saya nggak berharap banyak. Proyek infrastruktur yang masih dijalankan bikin kita harus makin waspada dan sabar menghadapi truk jenis ini.

Serta, sejak kapan pemerintah gerak begitu cepat dalam perkara yang nggak merusak citra? Kalau gercep mah, truk overload gini nggak bakal ada.

Tapi ya saya harap hal ini bisa kelar cepat. Sebab masih ada satu masalah brengsek lagi yang harus mereka selesaikan juga, yaitu bus pariwisata segede gaban yang seenak jidat masuk jalan lintas kampung.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pulau Merak, Hidden Gem di Banten Cocok untuk Healing

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2023 oleh

Tags: jalan rusakODOLtilangtruk kelebihan muatan
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

6 Jalan Nggak Rata di Surabaya yang Paling Parah

6 Jalan Nggak Rata di Surabaya yang Sering Dikeluhkan Warga

5 Maret 2022
Jalan Rusak di Klaten Beneran Abadi: Percuma Memperbaiki Jalan kalau Ujungnya Digilas Truk Kelebihan Muatan

Jalan Rusak di Klaten Beneran Abadi, dan Itu Semua Gara-gara Truk Kelebihan Muatan!

26 Januari 2024
Ironi Kabupaten Cilacap yang Begitu Konyol: Bagaimana Bisa Daerah Penghasil Aspal Punya Jalan yang Kualitasnya Amat Buruk?

Ironi Kabupaten Cilacap yang Begitu Konyol: Bagaimana Bisa Daerah Penghasil Aspal Punya Jalan yang Kualitasnya Amat Buruk?

23 Februari 2024
Berbagai Alasan Aspal Jalan di Indonesia Nggak Pernah Mulus terminal mojok.co

Berbagai Alasan Aspal Jalan di Indonesia Nggak Pernah Mulus

2 November 2021
Jember Paling Jago Menjaga Jalan Rusak Tetap Rusak (Wikimedia)

Jember Layak Mendapatkan Penghargaan Sebagai Daerah Terbaik yang Paling Berhasil Menjaga Jalan Rusak Tetap Terpelihara

21 September 2025
Jalan Solo-Jogja (Seolah) Kena Kutukan, Hanya Orang Sakti yang Bisa Lewat Sini Tanpa Kejeglong!

Jalan Solo-Jogja Kena Kutukan, Hanya Orang Sakti yang Bisa Lewat Sini Tanpa Kejeglong!

23 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026
Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

25 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.