Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Trio Senator AS Roma

Ahmad Irfani oleh Ahmad Irfani
23 Februari 2026
A A
Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Ilustrasi ini merupakan hasil generate dari aplikasi AI.

Share on FacebookShare on Twitter

Dini hari tadi, AS Roma kembali menampakkan kecemerlangannya di bawah besutan tangan dingin Gasperini. Di Olimpico, Tim Serigala ini membantai tamunya, Cremonese dengan skor telak: 3-0.

Di Roma, sepakbola tidak pernah sekadar pertandingan. Ia adalah percakapan panjang antara masa lalu dan hari ini, antara bekas reruntuhan kekaisaran dan suara serak Curva Sud. Kota ini tidak mencintai kemenangan semata, ia mencintai mereka yang bertahan. Sebab di Roma, kesetiaan lebih dihormati daripada kejayaan yang berlangsung singkat.

Setelah Francesco Totti menutup kitabnya dan Daniele De Rossi meninggalkan lapangan sebagai centurion terakhir, Roma seperti kehilangan aksennya sendiri. Banyak pemain datang membawa teknik, reputasi, dan harga mahal, tetapi sedikit yang memahami bahasa emosional kota ini, bahasa yang tidak diajarkan di akademi mana pun.

Lalu, tanpa manifesto dan tanpa mahkota, lahirlah apa yang oleh para tifosi disebut i senatori: Gianluca Mancini, Lorenzo Pellegrini, dan Bryan Cristante. Bukan pahlawan epik, melainkan penjaga api kecil yang memastikan Roma tetap menjadi Roma.

Lorenzo Pellegrini (29 tahun) adalah anak kota yang kembali pulang bukan sebagai ‘prodigal son’, tetapi sebagai pewaris sunyi. Ia bermain seperti seorang gelandang klasik Italia: kepalanya terangkat, punya sentuhan pertama yang bersih, sekaligus visi yang lebih cepat dari langkah lawan. Lebih dari 50 gol dan 60 asis bersama Giallorossi bukan sekadar statistik, tetapi menjadi bukti kontribusi nyata. Dalam dirinya, Roma menemukan kapten yang tidak berteriak untuk didengar, tetapi diikuti karena dipercaya.

Di belakangnya berdiri Gianluca Mancini (29 tahun). Ia adalah bek yang seolah-olah lahir dari batu travertino stadion Olimpico. Ia bermain dengan semangat lama calcio: tubuh sebagai argumen terakhir, duel sebagai bentuk kejujuran. Dengan hampir 20 gol dan belasan asis dari lini belakang dalam lebih dari tiga ratus laga, Mancini mengingatkan pada era ketika seorang defender tidak hanya menghentikan permainan, tetapi juga menulis takdirnya sendiri di kotak penalti lawan. Ia bukan tipe pemain elegan — Roma memang tidak pernah meminta keanggunan, tetapi seorang pemain pemberani.

Bryan Cristante, 30 tahun, adalah antitesis dramatisme kota ini. Ia tidak mencari sorotan; ia mengatur keseimbangan. Dalam orkestrasi sepakbola Italia, ia adalah metronom yang jarang disadari keberadaannya sampai ritme menghilang. Lebih dari 300 pertandingan, belasan gol dan asis, semuanya lahir dari pekerjaan yang hampir anonim. Sejenis kontribusi yang dahulu oleh disebut Gianni Brera sebagai kerja seorang operaio del pallone, buruh sepakbola yang memahami bahwa harmoni lebih penting daripada tepuk tangan.

Di Trigoria, kepemimpinan mereka tidak berbentuk pidato. Ia hadir dalam kebiasaan kecil: menyambut pemain baru, menjelaskan beratnya lambang serigala di dada, mengingatkan bahwa Roma bukan klub transit. Bagi mereka, mengenakan seragam AS Roma berarti menerima kontrak emosional dengan kota yang mencintai sekaligus membenci mereka secara total.

Baca Juga:

AS Roma: Transfer Tepat, Trofi Siap Didapat

Mourinho Pantas Berbahagia Membawa AS Roma ke Final Conference League

Sepakbola modern bergerak cepat, bahkan terlalu cepat. Loyalitas menjadi variabel ekonomi, bukan pilihan moral. Namun trio ini bertahan melewati proyek yang gagal, pelatih yang datang silih berganti, dan musim-musim yang menguji kesabaran publik Olimpico. Mereka tetap di sana ketika lampu sorot meredup, ketika kritik menjadi lebih keras daripada nyanyian.

Itulah sebabnya mereka disebut senator. Dalam republik kuno Roma, senator bukan prajurit paling kuat, melainkan penjaga kesinambungan. Mereka memastikan republik tidak kehilangan ingatannya sendiri.

Mancini, Pellegrini, dan Cristante bukan legenda karena trofi semata. Mereka penting karena memilih tinggal. Karena memahami bahwa di Roma, kemenangan hanyalah bagian dari episode, tetapi identitas adalah cerita panjang yang harus dijaga oleh mereka yang bersedia memikulnya.

Dan mungkin, seperti yang sering disiratkan Brera tentang calcio Italia, sepakbola sejati bukanlah tentang siapa yang paling bersinar, melainkan siapa yang tetap berdiri ketika lampu stadion mulai padam.

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2026 oleh

Tags: as romaBryan CristanteCremonesedaniele de rossiFrancesco TottiGianluca ManciniLorenzo PellegriniOlimpico
Ahmad Irfani

Ahmad Irfani

Penyuka sepakbola dan pengamat perkembangan dunia teknologi informasi.

ArtikelTerkait

daniele de rossi

Kepindahan Daniele De Rossi dan Sesuatu yang Langka Saat Ini

28 Juli 2019
Mourinho Pantas Berbahagia Membawa AS Roma ke Final Conference League

Mourinho Pantas Berbahagia Membawa AS Roma ke Final Conference League

7 Mei 2022
Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia_ Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh MOJOK.CO

Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia: Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh

11 Agustus 2020
AS Roma: Transfer Tepat, Trofi Siap Didapat

AS Roma: Transfer Tepat, Trofi Siap Didapat

7 Agustus 2022
AS Roma, Inkonsistensi, dan Rencana Transfer Torreira_ Wawancara dengan Member Indo Roma MOJOK.CO

AS Roma, Inkonsistensi, dan Rencana Transfer Torreira: Wawancara dengan Member Indoroma

18 Agustus 2020
ole pemain underrated fans bola fans Manchester United MU jesse lingard manchester united liverpool Real Madrid #GlazersOut Gini doang nih grup neraka? MOJOK.CO

Fans Bola yang Berdalih Mengalah demi Rival Adalah Seburuk-buruknya Fans

16 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.