Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Travel AWR, Rekomendasi Transportasi Low Budget Terbaik Rute Padang-Bukittinggi

Dessy Liestiyani oleh Dessy Liestiyani
1 Juli 2021
A A
Travel AWR, Rekomendasi Transportasi Low Budget Terbaik Rute Padang-Bukittinggi terminal mojok.co

Travel AWR, Rekomendasi Transportasi Low Budget Terbaik Rute Padang-Bukittinggi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada kesempatan berkunjung ke kota Padang, mampir, deh, ke kota Bukittinggi. Kota wisata ini terletak sekitar 95 kilometer dari Ibukota Provinsi Sumbar. Jarak segitu normalnya bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 3,5 jam “lari 80-an nyalip 100-an”. Kadang bisa juga sih dua jam sampai di Bukittinggi, asal berangkat jam 5 pagi dan sopirnya lagi kerasukan Film Fast and Furious.

Dari bandara di kota Padang, tempat kalian biasa mendarat di bumi Sumatera ini, ada berbagai cara menuju kota Bukittinggi. Kalau lagi banyak duit, paling enak ya sewa mobil. Siapin aja doku 350 ribu. Kalian sudah dapat Toyota Avanza/Daihatsu Xenia/Honda Brio dengan sopir, untuk pemakaian 12 jam di luar bensin. Kasta di atasnya ada Kijang Innova, di level 500 ribuan.

Harga sewa mobil harian itu sebenarnya hampir sama dengan harga taksi argo, taksi online, atau taksi tembak dengan rute yang sama, Bandara Minangkabau ke Bukittinggi. Cuma kalau pakai taksi, “akad” berakhir saat tiba di tujuan. Sementara kalau sewa mobil, kalian bisa puas-puasin ngabisin jatah 12 jam itu, biar nggak rugi.

Nah, kalau kalian lagi misqueen pilihannya bisa naik travel resmi, travel gelap, bis AKAP, atau minibus ala angkot wannabe. Di antara pilihan-pilihan itu, yang paling dompet-friendly, tapi masih cukup nyaman buat saya adalah naik travel. Ada beberapa pilihan, tapi saya paling suka naik travel yang punya nama dagang “AWR”.

Sebelum dilanjutkan saya mau menegaskan kalau saya nggak di-endorse sama travel AWR ini, ya. Nggak kenal “orang dalem”, apalagi pemiliknya. Tulisan ini murni pengalaman pribadi saya yang mencoba cara ini-itu dari Padang ke Bukittinggi. Dan kebetulan kondisi kantong saya mayoritas kempes, atau sedang pelit pengiritan.

Saya rasa, travel AWR inilah yang menduduki puncak klasemen per-travel-an di seputaran Padang-Bukittinggi. Armadanya minibus Mitsubishi L300 atau Toyota Hiace, dengan cat merah sebagai identitas khasnya. Kalau kebetulan dapat L300, formasi duduknya 2-3-3-3-3 plus sopir. Sementara Hiace lebih ringkes dengan formasi 1-3-3-4 plus sopir.

Interior dalamnya cukup meriah. Masing-masing jok disarungi kain merah bersaku belakang dengan rimpel katro bernuansa “daerah banget” di sepanjang sisinya. Untuk safety, ada alat pemecah kaca darurat, kotak P3K, serta tempelan nomer pengaduan. Nggak ketinggalan boneka Smiley nemplok di kaca depan, serta gantungan pengharum ruangan yang bergelayut manja di kaca spion tengah. Belum lagi kombinasi lampu neon dan LED di sepanjang plafon mobil yang seakan membawa penumpang masuk ke dalam suasana “mobil orang lain”. Eh.

Benderang, Bro, serasa di mal.

Baca Juga:

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

Kemeriahan yang sebenernya agak bikin “sakit mata” itu jadi bisa termaafkan karena AC yang cukup “nendang” dinginnya, dan terasa di bangku mana pun. Dijamin bisa duduk manis dan tidur cantik. Dan kenyamanan ini bisa ditebus hanya dengan mahar 50 sampai 70 ribu rupiah per bangku, tergantung rute. Murah gila, kan! Udah gitu, masing-masing penumpang dapat air mineral 1 botol kecil supaya nggak dehidrasi.

Selain variabel harga yang membuat saya ikhlas bertahun-tahun menjadi member tetap blio, profesionalismenya patut diacungi jempol. Travel ini terkenal dengan ketepatan waktu keberangkatannya. Walaupun baru terisi satu orang aja, tapi bila sudah waktunya berangkat, ya langsung jalan.

Trayek travel AWR sendiri tersedia setiap jam. Rute Padang – Bandara – Bukittinggi misalnya, tersedia mulai dari jam delapan pagi, sampai jam tujuh malam. Sebaliknya, warga Bukittinggi yang mau ke bandara atau sekadar halan-halan ke Padang, bisa memilih keberangkatan mulai dari jam lima pagi, sampai lima sore. Juga siap lepas landas setiap jam-nya.

Penumpang yang berangkat dari kota Bukittinggi diberikan pilihan untuk dijemput, atau datang langsung ke pool. Bila memilih opsi dijemput, jangan lupa untuk standby satu jam sebelum keberangkatan. Sopir travel akan menelepon terlebih dahulu dan mengonfirmasi alamat penjemputan. Setelah itu, penumpang akan dibawa ke pool untuk melakukan pembayaran, sambil menunggu kedatangan penumpang lain yang tidak mau dijemput. Tepat di jam yang ditentukan, mobil pun berangkat.

Jangan coba-coba telat, deh, kalau nggak mau ditinggal!

Sebagai perbandingan, saya pernah naik travel selain AWR, sebut saja namanya Mawar. Di dalam Toyota Avanza itu saya dan dua penumpang lainnya cuma bisa komat-kamit sambil akting “tidur ayam” supaya nggak berasa sedang ikutan Rally Paris Dakar! Harganya memang lebih murah dari travel AWR, tapi kalau bonusnya deg-deg-an sepanjang jalan kan males juga, ya. Belum lagi blio masih berusaha menaikkan penumpang di sepanjang jalan. Kebayang, kan, betapa nggak enaknya jadi penumpang ketika mobil lagi ngebut “ngang-nging-ngung” terus tiba-tiba nge-rem mendadak? Enek, tau!

Saya juga pernah coba naik taksi gelap yang nge-tem di depan Mal kecil di Padang. Sebelumnya, saya memang mendengar kalau di kawasan ini banyak “mobil” ke Bukittinggi. Delapan tahun lalu, harganya 35 ribu rupiah. Nyarinya gampang banget. Dekati saja mobil-mobil yang sedang parkir paralel di pinggir jalan. Terus lolak-lolok sambil benerin ransel di punggung. Semenit kemudian saya disamperin orang yang nanya, “Mau ke Bukittinggi?”

Ketika mengiyakan, saya langsung diarahkan ke salah satu mobil yang parkir paralel itu. Saat itu, saya naik mobil sedan Timor warna hitam (kebayang usianya, kan?). Hampir satu jam saya duduk menunggu sedan milik keluarga cendana itu penuh. Nyupirnya sih nggak se-ngeri travel Mawar. Namun, tiga orang dewasa “empet-empetan” di bangku belakang jelas nggak nyaman untuk perjalanan jauh. Belum lagi sampai kota Bukittinggi main diturunin aja di pinggir jalan. Berasa dilepeh, cuih!

Hal-hal seperti itu (ngebut gila-gilaan, mungut penumpang di perjalanan, atau menurunkan penumpang sembarangan), nggak pernah saya alami selama menjadi penumpang AWR. Bukan berarti sopir AWR nggak pernah ngebut. Namun, saya yakin para sopir cukup segan dan berhati-hati melihat keberadaan stiker pengaduan di kaca mobil.

Kalau yang lain bangga karena menjadi nasabah prioritas sebuah bank, saya mah cukup bangga ketika belagak jadi “penumpang VIP” AWR. Beberapa kali saya menjadi satu-satunya penumpang di travel tersebut, dan AWR tetap konsisten mengantar saya sampai tiba di tempat tujuan di Bukittinggi.

Kurang prioritas apa coba?

BACA JUGA Tips Travelling (Nekat) untuk Mahasiswa Low Budget dan tulisan Dessy Liestiyani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: BukittinggiGaya Hidup TerminalpadangTravel AWR
Dessy Liestiyani

Dessy Liestiyani

Tinggal di Bukittinggi. Wiraswasta, mantan kru televisi, penikmat musik dan film.

ArtikelTerkait

vape 6.1 lv dbd nyamuk mojok

Review Vape 6.1 LV Liquid, Obat Nyamuk Elektrik Liquid Paling Ampuh

10 Agustus 2021
Kalio Disangka Rendang Adalah “Dosa” Terbesar Orang Jawa di Rumah Makan Padang Mojok.co

Kalio Disangka Rendang Adalah “Dosa” Terbesar Orang Jawa di Rumah Makan Padang

8 Desember 2025
juvenoia remaja orang tua mojok

Juvenoia: Sebuah Ancaman atau Kegelisahan Orang Tua Semata?

11 Juni 2021
panti jompo orang tua mojok

Menitipkan Orang Tua di Panti Jompo Bukan Berarti Durhaka

24 Juni 2021
Rasanya Hidup Nyaman Setelah Berani Minggat dari Jakarta (Unsplash)

Minggat dari Jakarta dan Memutuskan Hidup di Padang Adalah Keputusan Terbaik Meski Harus Melawan Arus

2 November 2025

Jadi Pegawai Astra Honda Motor Adalah Kebanggaan bagi Kebanyakan Orang Tua di Desa Saya

14 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bioskop Sukabumi Nggak Menarik, Warga Pilih Nonton di Bogor daripada di Kota Sendiri Mojok.co

Bioskop Sukabumi Nggak Menarik, Warga Pilih Nonton di Bogor daripada di Kota Sendiri

5 Mei 2026
Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes Mojok.co

Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes

4 Mei 2026
5 Keanehan Lokal Jogja yang Bikin Kaget Orang Semarang (Wikimedia Commons)

5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia

5 Mei 2026
UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi Mojok

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi

9 Mei 2026
Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

6 Mei 2026
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Mahasiswa Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang

5 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah
  • Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran
  • Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM
  • Menyusutnya Populasi Burung Migran Jadi Alarm Tanda Bahaya bagi Bumi
  • Jejak Digital Kekerasan Seksual Bikin Trauma Anak Berkepanjangan, Pemulihan Korban Tak Cukup Hapus Konten
  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.