Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Imanuel Joseph Phanata oleh Imanuel Joseph Phanata
11 Januari 2026
A A
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mobil Toyota Veloz atau All New Veloz resmi meluncur pada November 2021 dan kebetulan langsung dipinang oleh keluarga saya pada Desember di tahun yang sama dengan minat type Q. Ibarat gorengan di pinggir jalan, mobil ini masih anget-angetnya, belum sempat kena angin, dan masih jarang ketemu mobil sama di jalanan.

Setelah kurang lebih 4 tahun memakai mobil keluarga ini untuk kebutuhan harian, kali ini saya mau berbagi pengalaman seperti apa rasanya menggunakan Toyota Veloz. Apa saja yang bikin nyaman dan apa saja yang bikin mengelus dada akan saya ceritakan di sini.

Desain eksterior dan interior Toyota Veloz

Saat pertama kali muncul di berita otomotif, yang terlintas di kepala saya soal mobil Toyota ini cuma satu: ganteng. Jauh banget penampilannya dibanding generasi sebelumnya. Desain depan, samping kanan dan kirinya benar-benar kelihatan seperti mobil yang mau bilang, “Saya sudah naik kelas.” Ada aura mahal yang menempel pada mobil ini.

Masalahnya, kesan itu hancur begitu Toyota Veloz ini benar-benar terparkir di depan rumah saya. Dari jauh memang kelihatan ganteng, tapi ketika mulai didekati apalagi disentuh, rasanya kok beda. Bahan bodinya terasa kurang meyakinkan. Diketok sedikit, suranya kopong seperti kaleng yang lupa diisi.

Bagian yang paling bikin kaget tentu saja kap mesin. Ditekan sedikit saja sudah terasa melengkung atau mleyot. Di titik ini, aura mahal yang tadi terasa kuat pelan-pelan berubah jadi tanda tanya besar. Ganteng iya, tapi kok sepertinya ringkih, ya?

Masuk ke dalam mobil ini, jujur saja, rasanya lega. Kabin Toyota Veloz terasa lapang, joknya empuk, dan baris kedua enak buat duduk lama. Bahkan baris ketiga pun masih manusiawi bukan sekadar formalitas seperti “yang penting ada” untuk ukuran mobil keluarga. Ini poin plus yang langsung terasa sejak awal.

Soal material, jujur saja plastiknya biasa saja namun, Toyota masih kasih sedikit penghiburan yaitu baris depan dan baris kedua sudah dibekali panel soft touch. Setidaknya, bagian yang paling sering disentuh tangan tidak terasa murahan. Sisanya? Ya sudah, harus sadar diri saja, ini tetap mobil keluarga, bukan mobil pamer interior mewah.

Fitur Toyota Veloz

Salah satu hal yang paling saya suka dari Toyota All New Veloz adalah fiturnya yang cukup melimpah. Mobil ini terasa niat dikasih bekal. Misalnya, tempat ngecas HP, serius ada banyak. Dari baris depan sampai baris ketiga, colokan ada di mana-mana. Saya hitung totalnya ada 7 titik pengisian daya, satu wireless charger, beberapa port USB, dan soket lighter yang tinggal beli adaptor sendiri.

Baca Juga:

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

Innova Reborn Mobil yang Nakal dan Zalim, tapi Tetap Laku karena Kita Suka yang Kasar dan Berisik, bukan yang Saleh kayak Zenix

Sayangnya, wireless charger di mobil ini menurut saya cuma gimik. Sudah saya coba sekitar 30 menit, baterai nambah dikit, HP malah jadi panas. Jadi kalau mau cepat, tetap lebih waras pakai kabel.

Ada juga kamera 360 derajat, fitur ini sangat membantu, cuma ya itu, kualitas gambarnya biasa saja. Kalau malam atau hujan, hasilnya agak burem dan kurang tajam.

Selain itu ada rem tangan elektrik (EPB) lengkap dengan fitur Auto Hold. Ini salah satu fitur favorit saya dari mobil Toyota Veloz ini. Nggak perlu lagi tarik-tarik tuas rem tangan, cukup pencet tombol.

Soal fitur keselamatan. Mobil ini sudah dibekali airbag, ABS, EBD, stability control, hill start assist untuk mencegah mobil mundur di tanjakan, sampai pengingat perawatan kendaraan.

Rasa berkendara

Ini yang menjadi poin utama, yaitu soal rasa berkendara. Mobil ini sebenarnya enak dikendarai. Suspensinya empuk, lewat polisi tidur atau jalan rusak masih nyaman dan nggak bikin badan capek. Dipakai harian di dalam kota juga santai, aman, dan nyaman.

Dibawa ke jalan tol pun mobil ini cukup meyakinkan. Di kecepatan 120 km/jam ke atas, Toyota Veloz masih terasa anteng, nggak goyang, dan cukup nempel ke aspal. Dari sisi kestabilan, menurut saya aman dan bikin pede.

Yang mulai bikin sedih adalah konsumsi BBM-nya. Untuk pemakaian dalam kota, meskipun sudah pakai mode Eco, konsumsi bensinnya di angka 9–10 km/l. Kalau luar kota bisa lebih baik, sekitar 12–14 km/l, tapi tetap terasa belum irit untuk mobil keluarga dengan mesin segini.

Sebenarnya ini masih bisa ditoleransi kalau mobilnya cuma dipakai di jalan datar atau perkotaan. Masalah besar baru muncul saat ketemu tanjakan, Toyota Veloz langsung ngos-ngosan. Pernah saya bawa ke Semarang dengan isi 7 orang, dan ketemu tanjakan yang menurut saya nggak terlalu ekstrem, mobil ini malah kesulitan.

Padahal sudah pakai mode Power, transmisi sudah dipindah ke manual, bahkan di tanjakan yang biasa saja pun mobil ini masih terasa berat. RPM cepat turun, tenaganya kayak habis di tengah jalan. Istilahnya sangar di jalan datar, tapi lemes di tanjakan.

Belum selesai di situ, masalah lain yang cukup mengganggu adalah bunyi-bunyi dari interior. Di jalan jelek sedikit, mulai terdengar suara “kriet-kriet” alias retel dari plastik-plastik interior dan yang paling ngeselin, kalau muter musik dengan bass agak besar, door trim ikut geter dan suara jadi pecah.

Kesimpulan

Kesimpulannya, mobil Toyota Veloz 2021 ini masih bisa dibilang mobil keluarga yang masuk akal. Kabinnya lega, bisa mengangkut banyak orang, bagasinya luas, perawatannya relatif murah, dan soal sparepart nggak perlu khawatir karena gampang dicari di mana-mana.

Fitur melimpah, namun ada beberapa catatan penting yang harus siap diterima. Konsumsi BBM-nya cenderung boros, dan ketika bertemu jalan tanjakan, pengemudi harus siap mental karena tenaganya terasa ngos-ngosan. Ditambah lagi, suara “kriet-kriet” dari plastik interior saat ketemu jalan jelek adalah hal yang mau tidak mau harus ditoleransi.

Penulis: Imanuel Joseph Phanata
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Saya Akhirnya Tahu Kenapa Innova Reborn Diesel Dipuja Banyak Orang, Beneran Sebagus Itu!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2026 oleh

Tags: mobil keluargaMobil Toyotamobil Toyota Avanza VeloztoyotaToyota Veloz
Imanuel Joseph Phanata

Imanuel Joseph Phanata

Mahasiswa semester 5 jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok yang hobi menulis di Mojok

ArtikelTerkait

toyota etios valco review spesifikasi ulasan kelebihan kekurangan mojok.co

Etios Valco Dibunuh Kakak Kembarnya yang Lahir dari Rahim Berbeda

1 Juni 2020
Innova Reborn, “mobil Tua” tapi Lebih Laku ketimbang Zenix (Unsplash)

6 Alasan yang Membuat Penjualan Innova Reborn lebih Tinggi ketimbang Innova Zenix

11 Agustus 2024
Punya mobil di Jepang itu mahal

Punya Mobil di Jepang Itu Mahal dan Ribet

7 November 2021
Nasib Malang Toyota Hardtop, Mobil "Ganteng" yang Berakhir dengan Julukan Mobil Penculik Mojok.co

Nasib Malang Toyota Hardtop, Mobil “Ganteng” yang Berakhir dengan Julukan Mobil Penculik 

22 Juni 2025
10 Rekomendasi Mobil Terbaik dengan Harga Menarik Tahun 2023

10 Rekomendasi Mobil Terbaik dengan Harga Menarik Tahun 2023

9 Januari 2023
5 Rekomendasi Mobil Murah Bekas buat Kamu yang Sadar kalau Gengsi Nggak Bisa Dimakan mobil bekas

5 Rekomendasi Mobil Bekas Murah buat Kamu yang Sadar kalau Gengsi Nggak Bisa Dimakan

6 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Beat Motor yang Sempurna, Pantas Saja Didambakan Warga Kampung dan (Sayangnya) Jadi Incaran Empuk Maling Mojok.co

Honda Beat Motor yang Mudah Digunakan, Dirawat, dan Dimaling

11 Maret 2026
Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

12 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung Mojok.co

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

10 Maret 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash) bandung

Kota Malang Mirip Bandung: Sama-Sama Adem dan Sejuk, tapi Lebih Rapi dan Terawat

8 Maret 2026
Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan Mojok.co

Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.