Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
30 Januari 2026
A A
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Share on FacebookShare on Twitter

Seminggu yang lalu saya melakukan perjalanan dari Palembang menuju Kayu Agung untuk mengunjungi rumah saudara ayah saya. Perjalanan ini seharusnya menjadi perjalanan biasa saja bahkan terbilang menyenangkan karena ayah menyarankan kami melewati Tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang agar lebih cepat sampai. Pilihan itu terdengar masuk akal. Namanya juga jalan tol, identik dengan kecepatan, kenyamanan, dan keamanan.

Namun, semua ekspektasi itu runtuh begitu saja di tengah perjalanan.

ADVERTISEMENT

Kami berangkat dari Palembang selepas magrib. Langit sudah gelap, dan kondisi semakin diperparah oleh musim penghujan yang sedang berlangsung. Saat memasuki ruas tol, awalnya perjalanan masih terasa normal. Tetapi semakin jauh, rasa kaget dan cemas mulai muncul ketika kendaraan kami melaju di tengah tol dan mendapati kondisi jalan yang jauh dari kata layak.

Aspal Tol Trans Sumatera yang seharusnya mulus justru tampak rusak parah. Jalan berlubang di beberapa titik, permukaan licin karena hujan, dan penerangan jalan yang sangat minim membuat penglihatan terbatas. Di situ saya spontan beristigfar, ini bukan saya berlebihan, tapi murni refleks karena khawatir. Ini bukan jalan biasa, ini jalan tol yang tarifnya tidak murah.

Alih-alih menjadi “bebas hambatan”, perjalanan justru terasa terhambat. Pada kilometer 345- kilometer 348, kendaraan harus melaju sangat pelan karena diberlakukan sistem buka-tutup jalan. Salah satu ruas sedang diperbaiki, sehingga arus kendaraan hanya bisa melewati satu jalur. Kondisi ini membuat antrean mengular dan meningkatkan risiko kecelakaan, apalagi di malam hari dengan pencahayaan yang minim.

BACA JUGA: Jalan Tol Lampung: Penggerak Mobilitas, Pembunuh UMKM

Tol Trans Sumatera Ruas Kayuagung-Palembang tidak menyenangkan

Ayah saya, yang sejak awal berharap perjalanan lebih cepat, mulai mengeluh. Bukan tanpa alasan. Biaya Tol Trans Sumatera yang dibayarkan terasa tidak sebanding dengan kondisi jalan yang dilalui. Tol seharusnya memberikan nilai tambah: waktu tempuh lebih singkat, keamanan lebih terjamin, dan kenyamanan bagi pengguna. Tapi yang kami rasakan justru sebaliknya rasa waswas sepanjang perjalanan.

Yang paling membuat hati miris adalah pemandangan di sekitar kami. Beberapa sopir truk terlihat berhenti di bahu jalan. Ada ban truk yang lepas, velg yang rusak, dan kendaraan yang terpaksa berhenti karena tak sanggup melanjutkan perjalanan. Bayangkan, di jalan tol yang notabene jalur utama logistik dengan kendaraan besar harus berhenti karena kondisi jalan yang buruk. Ini bukan sekadar persoalan kenyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan.

Baca Juga:

4 Kuliner Populer Palembang yang Nggak Cocok untuk Semua Lidah

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

Tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung–Palembang sendiri tergolong masih sangat baru. Ruas ini diresmikan pada tahun 2021 oleh Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari proyek strategis nasional yang diharapkan mampu mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Sumatera. Usianya bahkan belum genap lima tahun. Secara logika, infrastruktur semuda ini seharusnya masih dalam kondisi prima, atau setidaknya terawat dengan baik.

BACA JUGA: 5 Perusahaan yang Menguasai Jalan Tol di Indonesia

Realitasnya berkata lain

Kondisi jalan yang rusak, minimnya penerangan, serta manajemen lalu lintas yang terkesan darurat menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana standar perawatan dan pengawasan Tol Trans Sumatera ini? Apakah keselamatan pengguna benar-benar menjadi prioritas, ataukah proyek hanya dikejar target peresmian tanpa kesiapan jangka panjang?

Musim hujan memang kerap dijadikan alasan. Tapi justru di situlah letak masalahnya. Infrastruktur publik terlebih jalan tol harus dirancang untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Drainase yang buruk, material jalan yang cepat rusak, serta perawatan yang lamban menunjukkan adanya persoalan sistemik, bukan sekadar faktor alam.

Lebih ironis lagi, tarif Tol Trans Sumatera tetap berjalan normal. Tidak ada potongan harga, tidak ada kompensasi atas ketidaknyamanan dan risiko yang dihadapi pengguna. Masyarakat diminta membayar mahal, tapi dipaksa menerima kondisi jalan yang membahayakan. Di titik ini, wajar jika publik mempertanyakan keadilan dan tanggung jawab pengelola.

Tol bukan sekadar simbol pembangunan. Ia adalah fasilitas publik yang menyangkut nyawa banyak orang. Setiap lubang di jalan, setiap lampu yang mati, dan setiap sistem buka-tutup yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menjadi penyebab kecelakaan fatal.

Ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pihak terkait. Perbaikan Tol Trans Sumatera tidak cukup dilakukan seadanya atau bersifat tambal sulam. Diperlukan evaluasi menyeluruh, transparansi kepada publik, serta komitmen nyata untuk menjadikan tol benar-benar “bebas hambatan”, bukan sekadar slogan.

Karena jika jalan tol yang masih muda saja sudah membuat penggunanya beristighfar sepanjang perjalanan, lalu ke mana lagi masyarakat harus menaruh harapan?

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Palembang Ampas, Kalah Bagus sama Jalan Depan Rumah Saya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2026 oleh

Tags: jalan tol rusakpalembangtol Trans Sumateratol trans sumatera ruas kayu agung palembang
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

5 Tempat Beli Pempek di Palembang yang Paling Direkomendasikan Terminal Mojok

5 Tempat Beli Pempek di Palembang yang Paling Direkomendasikan

23 Agustus 2022
Magelang yang Menyenangkan, Sekaligus Mengecewakan (Unsplash)

Magelang yang Menyenangkan, Sekaligus Mengecewakan

12 November 2023
Alasan Orang Palembang Ogah Berwisata ke Jembatan Ampera Mojok.co

Alasan Orang Palembang Ogah Berwisata ke Jembatan Ampera

23 Desember 2024
4 Makanan Khas Palembang yang Hanya Muncul di Bulan Agustus

4 Makanan Khas Palembang yang Hanya Muncul di Bulan Agustus

10 Agustus 2023
Kuliner Palembang Memang Sedap, tapi Nggak Semua Lidah Orang Cocok Mojok.co

Kuliner Palembang Memang Sedap, tapi Nggak Semua Lidah Orang Cocok

16 November 2024
4 Kebiasaan Makan Pempek yang Perlu Diubah Agar Nikmatnya Paripurna Terminal Mojok

4 Kebiasaan Makan Pempek yang Perlu Diubah agar Nikmatnya Paripurna

10 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

31 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang mencapai jutaan rupiah Mojok.co

Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang bisa mencapai jutaan rupiah

30 Juli 2026
5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak cuma di situ-situ aja mojok

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

27 Juli 2026
7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

30 Juli 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.