Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

4 Tipuan Pedagang Baju Thrifting yang Menyalahi Kodrat Baju Bekas

Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi oleh Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi
10 Juli 2024
A A
Tipuan Pedagang Baju Thrifting Bikin Pembeli Lari (Pixabay)

Tipuan Pedagang Baju Thrifting Bikin Pembeli Lari (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

Baju thrifting atau baju bekas sering dianggap sebagai alternatif. Bahkan ada yang menganggapnya lebih ramah lingkungan ketimbang membeli baju baru. Saya tidak tahu alasannya, tapi yang pasti, saat ini tidak lagi banyak orang nyaman belanja baju di toko baju bekas.

Alasannya adalah banyak pedagang baju thrifting menyalahi kodrat baju bekas. Hal ini membuat saya semakin malas beli baju bekas. Berikut 4 alasan yang saya kumpulkan.

#1 Harga baju thrifting makin mahal, hampir seperti baru

Salah satu alasan utama mengapa saya malas membeli baju thrifting adalah karena harganya. Saat ini, harga baju bekas kok malah hampir sama kayak baju baru. 

Ide dasar dari thrifting adalah mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah. Namun, realitanya tidak demikian. Banyak toko thrifting yang menaikkan harga barang semena-mena. Alasannya karena merek ternama atau “kondisinya masih bagus”. Ya tapi kan itu tetap bekas. Nggak masuk akal.

Harga tinggi mengurangi daya tarik thrifting sebagai alternatif yang lebih ekonomis. Ketika saya bisa mendapatkan pakaian baru dengan harga yang sama atau sedikit lebih mahal, saya cenderung memilih membeli yang baru. 

Ini karena pakaian baru menawarkan lebih banyak keuntungan. Misalnya seperti kualitas yang lebih terjamin, desain terkini, dan lebih nyaman dipakai.

#2 Banyak produk KW, tapi diklaim ori

Alasan kedua adalah maraknya produk palsu atau KW yang diklaim sebagai barang asli. Masalahnya, banyak orang “awam merek”, sulit membedakan mana yang asli dan palsu. 

Makanya, penjual sering mengklaim bahwa barang yang mereka jual adalah asli, padahal kenyataannya tidak demikian. Produk KW sudah pasti dibuat dengan kualitas yang jauh lebih rendah dibandingkan barang asli, sehingga daya tahan dan kenyamanannya juga jauh berkurang.

Baca Juga:

5 Cara Mendapatkan Uang 500 Ribu dalam Sehari

Rekomendasi 5 Toko Baju Thrift Terpercaya di Shopee

Keberadaan produk palsu ini menimbulkan ketidakpercayaan terhadap toko baju thrifting. Saya merasa was-was ketika hendak membeli barang karena tidak yakin dengan keaslian produk yang ditawarkan. Daripada mengambil risiko, saya lebih memilih untuk membeli barang baru dari toko resmi.

#3 Kesulitan mencari ukuran dan model yang sesuai

Selain masalah harga dan keaslian, kesulitan dalam mencari ukuran dan model yang sesuai juga menjadi alasan saya malas membeli baju thrifting. Toko thrifting biasanya menjual barang dalam jumlah terbatas dan ukuran yang bervariasi. Ini membuat proses mencari pakaian yang cocok menjadi lebih sulit dan memakan waktu.

Saya sering harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menemukan satu pakaian yang sesuai dengan ukuran dan selera saya. Bahkan setelah menemukan yang sesuai, tidak jarang saya merasa tidak puas karena kualitas atau kondisi pakaian tersebut tidak sebaik yang saya harapkan. 

Proses pencarian yang melelahkan ini membuat pengalaman thrifting menjadi tidak menyenangkan. Malah jadi kurang efisien dibandingkan dengan berbelanja di toko yang menyediakan berbagai pilihan ukuran dan model.

#4 Kondisi baju thrifting yang kurang memuaskan

Alasan terakhir yang membuat saya malas membeli baju thrifting adalah kondisi pakaian yang kurang memuaskan. Meskipun beberapa toko thrifting mencoba untuk hanya menjual barang dalam kondisi baik, kenyataannya banyak pakaian yang sudah aus, pudar, atau ada sobekan. 

Memakai pakaian dalam kondisi kurang baik tidak hanya mengurangi kepercayaan diri tetapi juga memberikan kesan yang kurang profesional dalam situasi tertentu. Makanya, saya jadi sering ragu untuk membeli. 

Meskipun baju thrifting menawarkan beberapa keuntungan seperti ramah lingkungan dan potensi mendapatkan barang unik, ada beberapa alasan kuat yang membuat saya malas membeli baju thrifting. Harga yang mahal, keberadaan produk palsu, kesulitan menemukan ukuran dan model yang sesuai, serta kondisi pakaian yang kurang memuaskan adalah beberapa faktor yang membuat saya lebih memilih untuk membeli pakaian baru.

Penulis: Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 Tips Thrifting Pakaian supaya Nggak Kena Tipu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2024 oleh

Tags: baju bekasbaju thriftingstrategi dagang baju thriftingthriftingtips membeli baju bekastips thrifting
Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi

Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi

Mahasiswa S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Suka menulis.

ArtikelTerkait

Thrift Shop yang Pasang Harga Setinggi Langit Itu Maunya Apa, sih_ terminal mojok

Thrift Shop yang Pasang Harga Setinggi Langit Itu Maunya Apa, sih?

4 Mei 2021
Romantisnya Thrifting di Pasar Senthir, Salah Satu Pasar Klithikan Jogja terminal mojok.co

Romantisnya Thrifting di Pasar Senthir, Salah Satu Pasar Klithikan Jogja

12 Januari 2021
Thrifting Bukan Budaya Surabaya, Budaya Surabaya Adalah TP Pagi terminal mojok

Online Thrifting Bukan Budaya Surabaya, Budaya Surabaya Adalah TP Pagi

21 Desember 2021
3 Tips Thrifting Pakaian supaya Nggak Kena Tipu

3 Tips Thrifting Pakaian supaya Nggak Kena Tipu

17 April 2022
Panduan Thrifting bagi Pemula terminal mojok

Panduan Thrifting bagi Pemula

14 Desember 2021
5 Cara Mendapatkan Uang 500 Ribu dalam Sehari

5 Cara Mendapatkan Uang 500 Ribu dalam Sehari

14 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga
  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol
  • Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik
  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.