Tips Menjadi Pengangguran yang Baik dan Benar

Kiat-kiat Menjadi Pengangguran Teladan

Kiat-kiat Menjadi Pengangguran Teladan (Pixabay.com)

Menjadi pengangguran bukan sebuah kesalahan. Tapi menurut saya, menjadi pengangguran adalah sebuah anugerah. Di antaranya adalah bebas dari tekanan, nggak ada peraturan, nggak perlu bangun pagi, nggak mikir kerjaan, nggak mikirin absen, dan pikiran menjadi tenang dan fresh. Ya, begitulah kira-kira sisi positif dari menjadi seorang pengangguran.

Terlebih bagi kalian yang baru saja mengajukan resign setelah lebaran. Langkah kalian sudah betul. Selain mendapat gaji terakhir, kalian juga dapat THR untuk modal menganggur. Jika sudah kerja lebih dari dua tahun, pencairan BPJS-TK kalian juga sudah lumayan untuk sekadar menambah dana kenakalan.

Sisi negatifnya paling cuma dicap jadi beban keluarga dan nggak punya pemasukan sih. Tapi tenang, pasang rai gedek saja. Yang penting kita menjalani hidup dengan santai. Peduli setan dengan omongan tetangga.

Jadi buat kalian yang sudah memulai hidup sebagai pengangguran, saya berikan tips untuk menjadi pengangguran yang baik, benar, dan tak melanggar undang-undang.

Bangun siang

Adalah wajib hukumnya bagi seorang pengangguran untuk bangun siang. Lho, ngapain bangun pagi? Mau absen? Ngapain, wong sudah nggak kerja kok. Bangun pagi hanya untuk para buruh saja. Kita yang pengangguran cukup lihat para tetangga yang berseliweran lewat di depan rumah dengan menggunakan seragam kerja. Pagi-pagi kok kerja, apa-apaan itu.

Mandi cukup sekali saja

Inilah salah satu manfaat pengangguran sebagai penjaga keseimbangan alam. Tidak membuang-buang air untuk hal yang tidak penting. Kecuali kalau memang mau bepergian jauh atau bertemu dengan orang penting, barulah mandi. Jika tidak, ngapain mandi? Mandi hanya untuk orang-orang yang mencari nafkah.

Tidur siang

Bagaimana? Apakah kalian merindukan tidur siang? Ini adalah kesempatan bagi kalian untuk melakukan hal yang sulit dilakukan bagi para pegawai di luar sana. Tidur siang dengan nyenyak tanpa pikiran apa-apa. Apa yang mau dipikirkan? Paling cuma mikirin cicilan dan pemasukan. Lalu mau mikirin apa lagi? Chelsea remuk? Udah, nggak usah dipikirin. Chelsea udah ada yang ngatur. Mikir og Chelsea, mbok liyane ngono lho.

Kalian cukup menikmati hidup sebagai pengangguran saja. Tenang.

Perbanyak melamun

Daripada perbanyak klitih, mending perbanyak melamun. Halah, paling risikonya cuma kesambet aja, nggak sampai melukai orang, kok. Tenan, saestu, mending melamun daripada motoran muter-muter di jalanan. Takutnya nanti kalau kena begal. Justru kalau motoran pas lagi gabut, terlintas suara di pikiran “Mbegal saja kali, ya?” Weh, malah bahaya. Mending ngalamun, malah ra meksiko.

Begadang

Hal terpenting nomor dua yang harus dilakukan seorang pengangguran setelah bangun siang adalah begadang. Mau begadang dengan cara nongkrong bersama teman pengangguran lainnya, nonton bola, atau main kartu di cakruk, terserah. Yang penting begadang. Kenapa seorang pengangguran harus menjaga pola tidur dengan tidur di bawah jam 10? Nggak ada fungsinya. Westo, begadang wae. Siapa tahu dengan begadang, kita juga bisa dapat rezeki dari nonton bola. Ya siapa tahu, lho, ya.

Ada banyak cara untuk mengisi waktu luang kalian sebagai seorang pengangguran. Misalnya saja cuci piring, cuci baju, menjemur pakaian, nyapu, dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Atau kalian bisa juga sejenak untuk pergi ke pantai, naik gunung, atau menyalurkan hobi pada tempatnya. Tapi saya sarankan nggak usah. Yang ada Cuma buang-buang energi. Mending turu, malah ora risiko. Wong jadi pengangguran kok malah terlihat produktif, percuma. Wong yang produktif sewaktu kerja aja nggak dapet apa-apa, kok.

Tapi, tetap, jangan lupakan ibadah. Nggak apa-apa nggak punya duit, penting disayang Tuhan.

Penulis: Grantino Gangga Ananda Lukmana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Manfaat Tersembunyi dari Jadi Pengangguran

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Exit mobile version