Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal Mojok.co

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal (unsplash.com)

Mahalnya harga tiket pesawat domestik bukan keluhan musiman. Itu sudah jadi isu lama. Tidak heran kalau sebagian besar wisatawan dalam negeri lebih memilih melancong ke luar negeri karena harga tiketnya lebih masuk akal. 

Saya pernah ke daerah-daerah yang menjadi destinasi unggulan di Indonesia seperti saja Morotai, Wakatobi, Labuan Bajo. Semua itu memungkinkan karena saya kebetulan ada pekerjaan di sana, sehingga harga tiket ditanggung oleh kantor. Membayangkan dan menghitung duit yang dikeluarkan untuk ke tempat-tempat tadi, saya sih lebih memilih pergi ke Singapura atau Vietnam ya.

Baca juga Tiket Pesawat di Indonesia Sudah Terlalu Mahal dan Tidak Masuk Akal, Berikut Saya Membuat Hitungan yang Lebih Logis.

Perbandingan harga tiket pesawat yang tidak rasional

Bukannya tidak suka berwisata ke negeri sendiri. Siapa sih yang nggak pengin menikmati keindahan wisata alam Indonesia? Masalahnya, harga tiket pesawat ke destinasi-destinasi unggulan tadi (Morotai, Wakatobi, Labuan Bajo) benar-benar bakal menguras kantong. Jangankan ke sana, sekadar perjalanan Surabaya-Jakarta saja bisa lebih mahal daripada pergi ke Singapura. Nggak percaya? Ini saya buatkan gambaran umum budgetnya ya. 

Harga tiket pesawat dari Surabaya ke Singapore PP hanya Rp1,2 juta naik maskapai LCC seperti AirAsia atau Scoot). Dua maskapai ini memang sangat sering memberi diskon pesawat. Sementara kalau saya berlibur ke Jakarta, anggap saja ingin berkunjung ke Taman Mini, saya harus mengeluarkan biaya Rp2,4 juta PP untuk tiket pesawat saja. Itu sudah pakai maskapai LCC juga lho seperti Citilink atau Lion Air. Dari segi harga tiket pesawat saja sudah jauh lebih untung pergi ke Singapura ketimbang ke Jakarta.

Bahkan, pergi liburan ke Vietnam pun terasa lebih murah ketimbang pergi ke Pulau Morotai yang masuk dalam 10 destinasi  prioritas  Indonesia. Sebagai perbandingan, harga tiket pesawat dari Surabaya ke Ternate adalah Rp2,3 juta (PP jadi Rp4,6 juta). Dari Ternate ke Morotai Rp800.000 (PP jadi Rp1m6 juta) total harga tiket dari Surabaya ke Morotai Rp6,2 juta. Harga ini untuk tiket di hari biasa kalau hari libur bisa lebih tinggi lagi tarifnya.

Bandingkan dengan harga tiket dari Surabaya ke Ho Chi Minh PP hanya Rp3 juta naik Scoot atau Malaysia Airlines. Meskipun Morotai masuk dalam destinasi unggulan Indonesia, kalau harga tiket pesawatnya mahal sekali, sebagai wisatawan pasti kita mikir seribu kali sebelum memutuskan pergi.

Bagi saya dan mungkin banyak wisatawan dalam negeri lain, budget tiket pesawat/transportasi itu penting dan wajib ditekan semurah mungkin. Dengan begitu, saya bisa mengalihkannya untuk penginapan dan uang jajan.

Baca juga Tips Jalan-jalan ke Luar Negeri buat Pemula, Nomor Dua Paling Penting Sedunia.

Value for Money

Wisatawan dalam negeri saat ini sudah cukup pintar untuk menghitung atau mengukur total experience. Dengan budget yang sama, misalnya Rp7 juta. Kita sebagai wisatawan dari Surabaya akan memilih datang ke Universal Studio di Singapura dengan wahana yang beragam dan modern ketimbang datang ke Dunia Fantasi atau Taman Mini di Jakarta dengan wahana yang terbatas dan biaya transportasi yang aslinya nggak murah juga. 

Wisata dalam negeri misalnya Jakarta, tiket pesawatnya mahal, hotel standar, atraksi terbatas. Sementara kalau pergi ke Singapura tiketnya kompetitif, transportasi publik rapi, city tour terstruktur. Kalau dihitung dari segi biaya dan pengalaman, akan lebih menguntungkan berlibur ke Singapura dari pada Jakarta.

Hal tersebut juga berlaku saat kita memutuskan memilih Vietnam ketimbang Morotai atau  Labuan Bajo. Bukan karena kedua destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut buruk/jelek, tapi ongkos ke sana terlalu mahal. Jadi terasa kurang menguntungkan jika dilihat dari uang yang dikeluarkan dengan pengalaman yang didapatkan.

Sekarang bayangkan, dengan budget minimal Rp20 juta,  kita baru bisa berkunjung ke Morotai untuk menyelam di Samudera Pasifik seperti yang dilakukan musisi Kaka Slank. Uang Rp20 juta tersebut kalau dipakai liburan ke Vietnam sudah bisa explore kota Ho Chi Minh selama tiga hari, plus sudah bisa dibuat untuk membeli oleh-oleh baju dan cemilan satu koper dari Vietnam karena mata uang Dong (VND) lebih rendah ketimbang rupiah.

Bagi mayoritas warga Indonesia yang masih masuk dalam ekonomi mendang-mending, tentu saja Vietnam akan lebih terasa value for money ketimbang Morotai.

Beberapa orang mungkin masih beranggapan berwisata ke luar negeri lebih bergengsi. Sulit dimungkiri pergi ke Singapura memang terdengar lebih keren daripada pergi ke Jakarta. Tapi, percayalah, anggapan itu lama-lama luntur. Mulai banyak orang tahu kalau tiket pesawat atau ongkos ke Singapura tidak jauh berbeda dengan ongkos ke Jakarta. Pada akhirnya, para wisatawan domestik yang berlibur ke luar negeri bukan lagi mengejar gengsi melainkan pilihan rasional dan masuk akal.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version