Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tiga Hal yang Harus Dilakukan Saat Seseorang Menawarkan Bisnis MLM

Rahma Liasa Zaini oleh Rahma Liasa Zaini
10 Desember 2019
A A
Tiga Hal yang Harus Dilakukan Saat Seseorang Menawarkan Bisnis MLM
Share on FacebookShare on Twitter

“Hai, Kak. Lagi apa? Kakak sekarang lagi pakai produk apa? Sekarang Mawar lagi jualan produk ini, Kak. Kakak sudah tahu produk ini? Bisa buat kurus lho, Kak. Terus kandungan kimianya nggak ada, Kak. Masih alami, boleh dicoba, Kak.”

Hai, Warga Mojok. Mungkin kalian sudah terbiasa dengan kalimat pembuka di atas. Kalimat basa-basi  yang sering digunakan oleh orang-orang yang mungkin sama denganmu. Mereka yang sedang berjuang untuk kebebasan finansial, untuk bertahan hidup. Namun, cara mereka memang sedikit berbeda. Mereka datang dengan keyakinan melebihi sales, dengan jurus S3 marketing, dan juga  kepercayaan diri yang dibisikkan berulang kali oleh para mentor.

Alhasil, tanpa malu-malu kucing mereka mendatangimu yang sedang duduk di taman, belajar di lingkungan kampus, dan perpustakaan. Atau bahkan di tempat makan, pusat perbelanjaan, dan juga lampu merah. Mereka dengan sabar membagikan brosur sambil berusaha menjelaskan produknya.

Hari ini saya ingin bercerita tentang bisnis Multi-Level Marketing yang disingkat MLM. Sebuah bisnis yang membuat seseorang rela mengorbankan hubungan saudara dan pertemanannya supaya produknya laku. Saya mengenal Multi-Level Marketing sejak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat itu MLM menjadi tren bisnis yang dijalankan oleh beberapa kalangan anak muda.

Teman saya yang awalnya nggak mau temenan waktu SMA dan pernah nge-bully saya habis-habisan, tiba-tiba nge-chat dengan ramah. Awalnya seperti biasa, nanya lagi ngapain. Eh, ujung-ujungnya malah nge-prospek. Kesal, kan?

Produk multi level marketing sangat banyak dan kadang juga telah menjadi produk yang dekat dengan keseharian seperti botol minum, kosmetik, dan kesehatan. Saya tidak mengatakan bahwa yang berjualan selalu menyebalkan, bahkan produknya jelek. Sebagian dari mereka ada yang tidak annoying dan juga berhasil membuat saya nyaman menggunakan produknya.

Namun, yang membuat saya merasa teranggu adalah saat saya harus diprospek dengan berkedok badan saya yang gendut. Mengawali sebuah percakapan basa-basi, tapi ujung-ujungnya malah mengarah ke percakapan yang berbau pencelaan pada badan saya yang gendut.

Sebagai perempuan yang sudah berkepala 23 ke atas, menjadi kurus tentu bukan obsesi lagi. Kalau dulu, ditawarkan produk Multi-Level Marketing, mungkin jiwa ingin mencoba saya sangat tinggi. Namun sekarang sangat berbeda, karena pola pikir yang sudah berubah.

Baca Juga:

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

Seperti yang saya ceritakan di atas, ada banyak cara dan alasan saya lakukan agar tidak menjadi target marketing para pelaku MLM. Sebisa mungkin menghindar, hingga akhirnya saya menyesal karena telah mengabaikan mereka dengan cara yang tidak baik.

Terakhir yang memprospek saya adalah adik kelas saya sendiri saat kuliah. Awalnya masih saya balas dengan baik, iya perkenalkan saja produknya nanti pasti dibalas. Namun, karena beliau ngotot dan meneror setiap hari, akhirnya yang saya lakukan adalah menghapus nomor WhatsApp-nya dan memilih tidak membalas setiap pesan darinya. Saya merasa menjadi manusia yang tidak humanis. Saya merasa harus belajar dari pengalaman dan merangkum bagaimana cara menolak prospek Multi-lLevel Marketting dengan baik. Menurut saya, setidaknya ada tiga cara menolak ajakan orang yang memprospek produk MLM.

Pertama, hal yang paling sering dilakukan oleh agen MLM, setelah menjelaskan seluk beluk dan manfaat produknya adalah meminta nomor handphone. Hal yang bisa kamu lakukan adalah mengganti dua digit nomor belakang handphonemu. Kebohongan ini tentunya hanya kamu, malaikat, dan Allah yang tahu.

Kedua, perhatikan mereka dengan saksama dan anggukan kepalamu sesekali saat mereka menjelaskan. Pura-pura bodoh di depan orang atau pura-pura memahami pembicaraan oran lain adalah dua hal yang berbeda. Namun, dengan terlihat pura-pura bodoh, mereka tentunya akan semangat menjelaskan produknya kepada kamu karena merasa kamu baru mengenal produknya. Setelah ia menjelaskan panjang lebar, saatnya kamu pura-pura mengerti agar ia tak berlama-lama di depanmu.

Ketiga, ketika mereka datang, sadari dan pahami mereka adalah manusia yang sama seperti kamu. Terlebih jika posisi kamu juga sama seperti mereka: sama-sama pejuang kebebasan finansial. Hanya saja caranya mungkin berbeda. Mungkin kamu saat ini masih memiliki kesempatan kuliah atau bekerja di kantor yang membuat kamu merdeka secara finansial. Menyadari posisi mereka tentunya dengan begitu kamu akan menghargai mereka yang sedang berusaha memperkenalkan produknya.

Akhir kata, hanya ini saja yang dapat saya bagikan semoga bermanfaat.

BACA JUGA Pengalaman Ikut MLM: Dapat Uang Sih, Tapi Sisanya Ketersiksaan atau Rahma Liasa Zaini tulisan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2019 oleh

Tags: Bisnisjualanmlmsales
Rahma Liasa Zaini

Rahma Liasa Zaini

Yang sedang berusaha untuk merdeka secara finansial.

ArtikelTerkait

Fotografer Lari, Profesi dengan Potensi Cuan yang Amat Lumayan untuk Kamu Coba

Fotografer Lari, Profesi dengan Potensi Cuan yang Amat Lumayan untuk Kamu Coba, Satu Foto Seharga Seratus Ribu!

18 Januari 2025
10 Ide Usaha Menjanjikan di Tengah Era Digital, Nggak Ribet Cuan Lumayan Mojok.co

10 Ide Usaha Menjanjikan di Tengah Era Digital, Nggak Ribet Cuan Lumayan

6 Oktober 2024
Alasan Saya Nggak Pernah Mau Ngasih Rating Makanan atau Minuman terminal mojok.co

Alasan Saya Nggak Pernah Mau Ngasih Rating Makanan atau Minuman

8 Oktober 2020
Strategi Psychological Pricing Penjual Sempol yang Tidak Kita Sadari terminal mojok.co

Strategi Psychological Pricing Penjual Sempol yang Tidak Kita Sadari

7 November 2020
Bisnis Konter Pulsa: Dulu Primadona, Sekarang Merana

Bisnis Konter Pulsa, Bisnis yang Ajaibnya Masih Bisa Bertahan meski Opsi Beli Pulsa Sudah Kelewat Banyak

11 Oktober 2024
Hal yang Menguntungkan Ketika Menggunakan Fitur Instagram Private terminal mojok.co

Pengalaman Saya Menjajal Instagram Ads: Makin Mahal, Makin Besar Peluang Laku

5 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026
Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara Mojok.co

Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara

1 Maret 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.