Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

The Silent Sea, Misi ke Luar Angkasa yang Terasa Membosankan

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
3 Januari 2022
A A
The Silent Sea, Misi ke Luar Angkasa yang Terasa Membosankan Terminal Mojok

The Silent Sea, Misi ke Luar Angkasa yang Terasa Membosankan (Instagram Netflix Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

Satu lagi serial Netflix yang sempat membuat geger jagat penikmat drama Korea telah rampung dirilis pekan lalu, tepatnya pada 24 Desember 2021. The Silent Sea jadi judul terbaru drama yang dimainkan oleh Gong Yoo setelah sukses dengan drama sebelumnya di tahun 2016, Goblin. Dalam The Silent Sea, Gong Yoo dipertemukan dengan Bae Doona dan sejumlah aktor serta aktris kenamaan Korea Selatan lainnya.

The Silent Sea bercerita soal bumi yang mengalami bencana kekeringan secara masif. Curah hujan menurun, sungai di berbagai kota besar di seluruh dunia kering kerontang, dan permukaan laut pun turun. Hingga akhirnya Dewan Sumber Daya Air Dunia memprediksi bahwa air di bumi berkurang hingga 40 persen. Akibatnya, air jadi barang yang langka dan mahal.

Dalam situasi sulit tersebut, perusahaan negara dan swasta berlomba-lomba mencari solusi dengan melakukan investasi pada pertanian vertikal agar dapat mengurangi pemakaian air. Sementara itu, masyarakat menolak sistem regulasi pembagian kelas sosial dalam pendistribusian air. Namun, mereka harus menelan kekecewaan lantaran tuntutan mereka ditolak oleh para anggota dewan.

Hingga akhirnya pemerintah memerintahkan sekelompok orang yang berasal dari berbagai macam profesi untuk melakukan ekspedisi ke bulan, tepatnya ke Stasiun Balhae, guna mengambil sample yang dipercaya dapat menyelamatkan bumi dari bencana kekeringan ekstrem yang sedang terjadi.

Tim khusus tersebut diketuai oleh Kapten Han Yun Jae (Gong Yoo). Dalam misinya, ia sering berbeda pendapat dengan Dr. Song Ji An (Bae Doona) yang berprofesi sebagai seorang astrobiologis. Dr. Song memegang peranan penting sebagai penanggung jawab atas sample yang akan mereka bawa ke bumi.

Meski membawa “misi mulia”, kenyataannya perjalanan mereka tidak berjalan mulus. Masalah mesin yang membuat pendaratan tak sempurna dan merenggut nyawa salah satu anggota tim jadi kendala awal yang harus mereka hadapi begitu tiba di bulan. Begitu tiba di Stasiun Balhae, Han Yun Jae, dkk. menemukan fakta bahwa sample yang mereka cari ternyata punya rahasia besar dan misteri yang mengancam nyawa.

Jika dilihat dari tema, genre, dan visual yang ada di dalamnya, saya merasa The Silent Sea menampilkan cita rasa berbeda dalam jagat per-drama Korea-an. Isu kekeringan massal ini jadi daya tarik utama yang patut untuk disimak. Jarang-jarang kan ada drama Korea yang menceritakan soal isu beginian.

Masuk ke Stasiun Balhae di bulan saya merasa kagum akan dua hal. Pertama, tampilan dalam Stasiun Balhae yang futuristik dan memanjakan mata. Kedua, cerita genre misteri dan thriller yang muncul sekaligus.

Baca Juga:

Jangan Nonton Squid Game Season 3 kalau Tidak Mau Kecewa seperti Saya

3 Alasan Drakor Netflix When Life Gives You Tangerines Sayang Dilewatkan

Sebagai orang yang tidak begitu menyukai genre misteri, terus terang saya sempat dibuat kaget dan takut melihat mayat yang bergelimpangan. Belum apa-apa di bagian depan Stasiun Balhae sudah ada mayat yang ditemukan tim ekspedisi. Apa nggak makin deg-degan? Terlebih ketika di tengah cerita muncul sosok misterius. Rasanya jadi campur aduk. Takut, tapi penasaran. Takut karena melihat kondisi mayat yang ditemukan digambarkan seperti orang yang mati karena tenggelam. Penasaran karena belum tahu “sosok” di baliknya itu apa atau siapa.

Tanpa bermaksud spoiler, saya cuma bisa menyebutkan kalau sosok misterius tersebut ternyata menyimpan rahasia besar. Rahasia besar itu berhubungan dengan kehidupan Song Ji An sekaligus merupakan rahasia negara yang bakal fatal akibatnya jika sampai bocor atau dibocorkan.

Seperti yang sudah saya singgung di atas, dalam The Silent Sea ada peristiwa kecelakaan dan pembunuhan yang berarti mengurangi jumlah personel tim ekspedisi ke bulan itu. Sayangnya, rasa kehilangan dari anggota tim lain tidak digambarkan secara maksimal. Rasanya B aja gitu melihat teman-teman satu timnya meninggal.

Saya pun sebagai penonton sulit merasakan chemistry antara Kapten Han dengan anaknya yang sedang sakit. Padahal saya adalah tipe penonton yang gampang tersentuh dengan tayangan yang menyajikan hubungan kedekatan antara ayah dan anak.

Satu-satunya hal yang bikin saya tersentuh justru ketika dr. Hong (Kim Sun Young) meminta anggota tim untuk memakai APD saat salah satu anggota tim terjangkit penyakit misterius di Stasiun Balhae. Melihat kepanikan mereka, saya malah jadi teringat perjuangan tim medis yang berat selama pandemi ini. Selebihnya ya tidak ada momen yang berkesan di hati banget saat menonton drama yang disutradarai Choi Hang Yong ini.

The Silent Sea mungkin saja ingin menyentil beberapa pihak yang begitu penasaran dengan dunia luar angkasa. Mencari unsur kehidupan di luar angkasa, padahal yang dicari belum tentu aman bagi umat manusia.

Kesimpulannya, The Silent Sea memang menarik, baik dari segi tema maupun visualnya. Sayangnya, chemistry antarpemain yang kurang greget ditambah adegan yang terasa diulur justru membuat drama satu ini terkesan membosankan karena terlalu panjang. Mungkin 8 episode terlalu banyak untuk menceritakan misi ke luar angkasa ini.

Penulis: Utamy Ningsih
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2022 oleh

Tags: serial netflixThe Silent Sea
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

10 Serial Netflix Paling Overrated Terminal Mojok

10 Serial Netflix Paling Overrated

21 April 2022
10 Serial Netflix yang Cocok untuk Binge Watching Terminal Mojok

10 Serial Netflix yang Cocok untuk Binge Watching

9 Agustus 2022
Purwanti Bukan Tokoh Perempuan Antagonis dalam Serial Gadis Kretek

Purwanti Bukan Tokoh Perempuan Antagonis dalam Serial Gadis Kretek

22 November 2023
Cukup Sekali Seumur Hidup, 10 Serial Netflix yang Nggak Perlu Ditonton Ulang Terminal Mojok

Cukup Sekali Seumur Hidup, 10 Serial Netflix yang Nggak Perlu Ditonton Ulang

28 Agustus 2022
3 Alur dalam Sitkom ‘So Not Worth It’ yang Mematahkan Stereotip Drama Korea terminal mojok

3 Alur dalam Sitkom ‘So Not Worth It’ yang Mematahkan Stereotip Drama Korea

30 Juni 2021
First Love, Cinta Pertama Berakhir Indah Hanya Ada di Serial Netflix Terminal Mojok

First Love, Cinta Pertama Berakhir Indah Hanya Ada di Serial Netflix

3 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota Mojok.co

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

10 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.