Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

The Last of Us: Beginilah Seharusnya Adaptasi Game Dibuat!

Hilman Azis oleh Hilman Azis
21 Januari 2023
A A
The Last of Us: Beginilah Seharusnya Adaptasi Game Dibuat!

The Last of Us: Beginilah Seharusnya Adaptasi Game Dibuat! (Akun Instagram @thelastofus)

Share on FacebookShare on Twitter

The Last of Us adalah sebaik-baiknya adaptasi game, no debat!

Ada sebuah anggapan kalau film atau serial yang diadaptasi dari game akan berakhir dengan kegagalan. Sudah banyak buktinya, mulai dari Resident Evil yang jumlah filmnya sudah seperti sinetron, lalu ada Street Fighter (1995), Assassin’s Creed (2005) dan masih banyak lagi, terlampau banyak untuk disebutkan.

Tapi semakin ke sini, film atau serial yang diadaptasi game menunjukan perbaikan kualitas. Puncaknya, adaptasi video game terbaik jatuh pada The Last of Us yang diproduksi oleh HBO yang dirilis pada 15 Januari 2023 kemarin. Saat artikel ini saya tulis, The Last of Us baru dirilis satu episode, tapi sudah mendapatkan ulasan yang sangat positif dari fans dan memang serial ini begitu epik, beginilah seharusnya adaptasi game dibuat!

Bagi yang belum tahu, The Last of Us adalah video game yang dikembangkan oleh Naughty Dog dan dirilis pada 2013 untuk konsol Playstation 3. Game ini mampu menggemparkan kalangan gamer karena ceritanya yang keren. Munculnya kabar kalau The Last of Us akan diangkat menjadi serial oleh HBO pun disambut baik karena track record HBO selama ini nyaris tak pernah gagal. 

The Last of Us sendiri mengisahkan dunia di masa depan yang dilanda wabah infeksi zombie yang diakibatkan oleh jamur Cordyceps yang menginfeksi otak manusia. Dalam serial buatan HBO ini, premisnya sangat setia dengan material aslinya dan inilah yang seharusnya dilakukan saat mengadaptasi game. Dibintangi oleh Pedro Pascal sebagai Joel dan Bella Ramsey sebagai Ellie, The Last of Us berhasil memuaskan dua pihak yaitu orang yang sudah dan belum memainkan game-nya sama sekali. 

Dari awal sampai akhir, cerita mengalir secara intens dan semua pemain tidak ada yang gagal dalam memerankan karakternya masing-masing. Kunci keberhasilan HBO dalam menggarap The Last of Us adalah setia pada materi asli demi menghormati para gamer-nya, tidak banyak mengubah elemen yang ada, dan itulah yang tidak dilakukan oleh Netflix ketika membuat film adaptasi dari game maupun komik. Contohnya saja The Witcher yang yang musim keduanya jeleknya minta ampun karena melenceng dari game aslinya.

Memang ada beberapa perbedaan dengan game-nya seperti latar kejadian. Dalam game, wabah zombie terjadi pada 2013 lalu melompat ke 2033 sementara dalam serial ini, wabah terjadi di tahun 2003 dan cerita berlanjut ke 2023. Perbedaan lainnya hanyalah tampilan fisik karakter Sarah, anaknya Joel yang dalam game terlihat masih bocil sedangkan di sini Sarah sudah remaja dan diperankan oleh aktris kulit hitam. Perbedaan itu tidak terlalu mengganggu.

Sementara bagi yang belum pernah memainkan gamenya, The Last of Us justru akan lebih seru karena belum tahu ceritanya sama sekali dan tidak akan merasakan dejavu. Oh iya, dalam serial ini disebutkan secara tidak langsung kalau wabah zombie yang disebabkan oleh jamur Cordyceps berawal dari Jakarta, Indonesia. Mungkin ini strategi HBO sebagai teknik marketing agar serial ini banyak ditonton di Indonesia atau mungkin ada alasan lain kenapa Jakarta dipilih menjadi tempat pertama terjadi wabah zombie.

Baca Juga:

3 Hal yang Membuat Saya sebagai Penonton Kagum dengan Produksi Drama Korea Selatan selain Pemeran dan Alur Ceritanya

Ormawa yang Menjelma Jadi Event Organizer: Dekadensi atau Cara Beradaptasi?

The Last of Us merupakan contoh live action terbaik dari game yang harusnya dibuat dan seperti inilah yang para penggemar inginkan. Netflix rupanya harus belajar pada HBO bagaimana membuat serial adaptasi dari media lain menjadi keren dan epik. Bukannya malah mengubah elemen asli seenak jidat.  

Ke depannya, akan ada lagi game Playstation yang diadaptasi ke dalam live action yaitu God of War. Semoga saja bisa seperti The Last of Us yang kini sudah menjadi patokan standar adaptasi game terbaik yang pernah ada. 

Sumber gambar: Akun Instagram @thelastofus

Penulis: Hilman Azis
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Menonton Film Adaptasi Novel yang Pernah Dibaca di Mana Menariknya?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2023 oleh

Tags: adaptasiserialthe last of us
Hilman Azis

Hilman Azis

Seorang blogger yang menyukai segala hal tentang budaya populer termasuk film dan game.

ArtikelTerkait

watchmen mojok

Daripada Nonton Bokep, Mending Nonton Serial Watchmen

23 November 2020

Andaikan Pemeran ‘How I Met Your Mother’ Hidup di Jakarta

7 Juni 2021
5 Film yang Wajib Disaksikan Sebelum Nonton Serial I Am Groot Terminal Mojok

5 Film yang Wajib Disaksikan Sebelum Nonton Serial I Am Groot

24 Juli 2022
5 Drama Korea Adaptasi Sejarah yang Berakhir Tragis Terminal Mojok

5 Drama Korea Adaptasi Sejarah yang Berakhir Tragis

6 Agustus 2022
3 Hal yang Membuat Saya sebagai Penonton Kagum dengan Produksi Drama Korea Selatan selain Pemeran dan Alur Ceritanya

3 Hal yang Membuat Saya sebagai Penonton Kagum dengan Produksi Drama Korea Selatan selain Pemeran dan Alur Ceritanya

1 Januari 2024
5 Saran agar Karyawan Cepat Beradaptasi di Kantor Baru Terminal Mojok

5 Saran agar Karyawan Cepat Beradaptasi di Kantor Baru

12 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

9 Maret 2026
9 Jenis Kucing Pemikat Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing (Unsplash)

9 Jenis Kucing Terbaik yang akan Mendatangkan Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing

7 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

9 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.