Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Teknologi

Tertipu Tempat Servis Laptop di Plaza Simpang Lima Semarang, Nggak Diperbaiki Malah Digadaikan

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
29 Mei 2025
A A
Tertipu Tempat Servis Laptop di Plaza Simpang Lima Semarang, Nggak Diperbaiki Malah Digadaikan Mojok.co

Tertipu Tempat Servis Laptop di Plaza Simpang Lima Semarang, Nggak Diperbaiki Malah Digadaikan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Simpang Lima Semarang selama ini dikenal sebagai pusat keramaian kota, apalagi menjelang akhir pekan. Kawasan ini selalu padat, dipenuhi kendaraan dan pejalan kaki yang beraktivitas di tengah lalu-lalang pusat perbelanjaan. Salah satu gedung yang berdiri mencolok di kawasan ini adalah Plaza Simpang Lima Semarang, sebuah mal legendaris yang telah berdiri sejak 1990. Dari luar, mal ini tampak masih hidup, motor-motor berderet di parkiran, dan aktivitas di sekitarnya masih cukup ramai.

Akan tetapi, ketika melangkah masuk, kesan pertama yang muncul justru sebaliknya. Lorong-lorong tampak kosong, deretan toko banyak yang tutup, dan sejumlah fasilitas umum tidak lagi berfungsi. Pendingin ruangan mati, pencahayaan redup, dan tak jarang pengunjung merasa tersesat jika mencoba menyusuri gedung yang dulunya penuh kehidupan. Dalam kondisi seperti ini, kisah pahit teman saya bermula. Sebuah pengalaman yang seharusnya sepele, tapi berubah menjadi penyesalan yang membuatnya trauma untuk datang ke sini lagi.

Laptop tidak kunjung diperbaiki

Kejadian ini berawal ketika laptop milik adik dari teman saya mengalami kerusakan dan diserahkan kepada seseorang yang mengaku sebagai teknisi di salah satu konter servis di Plaza Simpang Lima. Pada saat itu, sang adik masih menempuh kuliah di Semarang, meskipun kini dia sudah pindah ke kampus yang lebih dekat dengan rumahnya di Blora. Tidak ada kecurigaan sedikitpun karena orang yang menerima laptop tersebut terlihat benar-benar bekerja di toko servis dan sedang berjaga di sana.

Beberapa hari pertama komunikasi masih berjalan normal. Namun, semakin lama, respons teknisi malah makin jarang, hingga akhirnya benar-benar menghilang tanpa kabar. Pesan tidak dibalas, telepon tidak diangkat. Kekhawatiran mulai tumbuh, apalagi mengingat laptop tersebut tidak hanya berisi tugas dan dokumen penting, tapi juga merupakan alat utama untuk menunjang kegiatan perkuliahan adiknya. Tak ingin terus-menerus berada dalam ketidakpastian, teman saya akhirnya memutuskan untuk datang langsung ke Semarang dan meminta saya menemaninya menelusuri keberadaan sang teknisi dan laptop yang tak kunjung kembali.

Laptop nggak diperbaiki, malah digadaikan

Dugaan sahabat saya ternyata benar, ada yang tidak beres dengan teknisi yang menghilang tanpa kabar itu. Setelah kami tiba di lantai empat Plaza Simpang Lima Semarang, akhirnya bisa bertemu dengan pemilik toko tempat teknisi tersebut bekerja. Harapannya tentu ingin mendapat penjelasan dan tanggung jawab dari pihak toko, namun kenyataannya justru membuat kami semakin bingung dan kecewa.

Pemilik toko mengungkapkan jika laptop teman saya yang seharusnya diperbaiki malah terlanjur digadaikan oleh teknisi yang sudah lama hilang tersebut. Alih-alih bertanggung jawab atas kelalaian karyawannya, pemilik toko justru menyarankan solusi yang terasa aneh. Dia mengajak teman saya untuk patungan menebus laptop itu dari tempat pegadaian, sebuah tawaran yang tidak masuk akal.

Akan tetapi, tak banyak yang bisa dilakukan, terlebih setelah pemilik toko menyampaikan kabar jika teknisi yang bermasalah tersebut ternyata sudah meninggal dunia beberapa hari lalu. Perasaan marah berubah menjadi pasrah, sebab tidak mungkin menuntut tanggung jawab kepada orang yang sudah beda alam.

Sudah patungan untuk menebus laptop, tapi malah menerima laptop dengan keadaan rusak

Setelah harus patungan untuk menebus laptop tersebut, mestinya teman saya bisa menerima laptop kembali dalam kondisi baik dan bisa langsung dipakai lagi. Sayangnya, kenyataan berkata lain. Saat laptop akhirnya kembali, kondisinya masih rusak dan jauh dari kata memuaskan. Yang lebih membuat nelangsa, teman saya bahkan masih disuruh membayar jasa servis, padahal laptop tersebut sama sekali tak bisa digunakan, lho!

Baca Juga:

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

Situasi ini jelas bikin frustasi teman saya. Bukannya mendapat solusi dan tanggung jawab, dia justru harus menghadapi masalah baru yang seharusnya tidak perlu terjadi. Dari pengalaman ini, luka yang tertinggal bukan cuma soal laptop rusak atau uang yang melayang, tapi juga rasa percaya yang tercabik, dan itu nggak gampang disembuhkan. Sejak saat itu, dia bahkan ogah lagi menginjakkan kaki ke Plaza Simpang Lima. Trauma, katanya.

Tentu saja, pengalaman buruk ini bukan serta-merta menyudutkan seluruh pemilik gerai service di Plaza Simpang Lima. Saya yakin masih banyak pelaku usaha di sana yang menjalankan profesinya dengan jujur dan penuh tanggung jawab. Namun, kisah ini dapat jadi pengingat bagi kita semua agar lebih cermat dan hati-hati dalam memilih tempat servis laptop, sekaligus menjadi teguran bagi para pelaku usaha untuk terus menjaga integritasnya. Karena pada akhirnya, membangun kepercayaan pelanggan itu bukan perkara mudah, tapi sangat penting untuk kelangsungan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Daerah di Semarang yang Nggak Cocok bagi Perantau, Jangan Tinggal di Sini kalau Mau Aman

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2025 oleh

Tags: plaza simpang limaplaza simpang lima semarangSemarang
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Stasiun Alastua, Stasiun Penolong Semarang yang Juga Butuh Ditolong

Stasiun Alastua, Stasiun Penolong Semarang yang Juga Butuh Ditolong

22 Agustus 2024
Derita Tanpa Akhir Penumpang Bus Pantura Surabaya Semarang (Unsplash)

Derita Tanpa Akhir yang Dirasakan Penumpang Bus Pantura Surabaya Semarang

22 Februari 2025
7 Kecamatan yang Lebih Populer Ketimbang Kabupatennya di Karesidenan Semarang (Unsplash.com)

7 Kecamatan yang Lebih Populer Ketimbang Kabupatennya di Karesidenan Semarang

7 Oktober 2022
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

7 Kampus di Semarang Ini Bikin Kalian Yakin bahwa Semarang Adalah Tempat Terbaik untuk Menimba Ilmu

4 Oktober 2025
Kota Semarang Membuat Banyak Orang Salah Paham (Unsplash)

6 Fakta Keliru Terkait Semarang yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang

19 Maret 2024
Orang Ungaran Pilih Mengaku Asli Semarang karena Malu Nggak Ada yang Bisa Dibanggakan

Orang Ungaran Pilih Mengaku Asli Semarang karena Malu Nggak Ada yang Bisa Dibanggakan

8 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mati Listrik di Jogja Adalah Cara Cepat Membunuh Orang Miskin (Unsplash)

Mati Listrik di Jogja Membuka Kenyataan Bahwa Orang Miskin Membayar Lebih Mahal dari Masalah yang Tidak Mereka Ciptakan

20 Juni 2026
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul daripada Stasiun Solo Balapan di Mata Saya Mojok.co

4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul Dibanding Stasiun Solo Balapan di Mata Saya

22 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026
tiket Go Show Tidak Sama dengan Tarif Khusus, dan Istilah Kereta Api Lain yang Sering Dianggap Sama, padahal Beda KAI

Jangan Sampai Zonk di Stasiun! 3 Kiat Berburu Tiket Go Show KAI Tanpa Drama Telantar

19 Juni 2026
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.